loading...
Tampilkan postingan dengan label Tentang MLM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang MLM. Tampilkan semua postingan

Network Marketing Sulit Dijalankan. Benarkah???


Sudah berapa sering Anda mendengar orang mengatakan bahwa bisnis network-marketing sulit dijalankan. Jika saat ini Anda sendiri sedang mengembangkan bisnis network-marketing, saya yakin pernyataan di atas sudah biasa Anda dengar prospek-prospek Anda. Jika Anda belum menjalankan bisnis network-marketing Anda sendiri, kemungkinan besar Anda juga pernah menggunakan alasan di atas untuk menghindar dari teman-teman yang mengajak bergabung. Tapi, benarkah bisnis network-marketing benar-benar sulit dijalankan???

Saya sendiri pernah berpikir bahwa menjalankan bisnis network-marketing itu sulit. Lagipula, karir saya berkembang relatif cepat, sehingga saya pernah beranggapan bahwa tanpa perlu repot-repot menjalankan bisnis network-marketing, saya akan berhasil mencapai kebebasan finansial dalam waktu singkat.

Kenyataannya adalah, semakin karir saya menanjak, semakin banyak waktu pula yang harus saya alokasikan untuk urusan kantor, sedangkan waktu untuk keluarga semakin lama semakin sedikit. Hal inilah yang membuat saya kembali mempertimbangkan kembali bisnis network-marketing sebagai upaya untuk mencapai kebebasan finansial.

Setelah mempertimbangkan beberapa alternatif, akhirnya saya memutuskan untuk mulai menjalankan dan mengembangkan bisnis network-marketing saya sendiri.

Keputusan saya untuk menjalankan bisnis network-marketing didasarkan atas beberapa pertimbangan. Sebagai orang yang pernah mengatakan bahwa “network-marketing sulit dijalankan,” saya mencoba membandingkan tingkat kesulitan bisnis network-marketing dengan beberapa alternatif lain.

Network-marketing sulit dijalankan.

Benarkah??? Dibandingkan dengan apa???

Bagaimana rasanya harus meninggalkan bayi Anda yang baru lahir dua bulan yang lalu dengan baby-sitter di rumah karena Anda dan suami/istri Anda terpaksa harus bekerja hanya untuk membayar tagihan bulanan? Sulitkah itu???

Bagaimana rasanya mengetahui bahwa Anda telah menikahi orang yang paling Anda cintai dan pernah Anda janjikan hal-hal yang serba indah tetapi sampai sekarang belum dapat Anda penuhi? Sulitkah itu???

Bagaimana rasanya jika Anda dan pasangan Anda menyadari bahwa Anda tidak akan mampu membeli rumah idaman Anda karena tidak mungkin membayar cicilan bulanan? Sulitkah itu???

Bagaimana rasanya terpaksa menyelesaikan pekerjaan kantor pada hari Minggu sore dan terpaksa mengingkari janji untuk membawa anak Anda pergi berenang? Sulitkah itu???

Bagaimana rasanya harus kerja lembur di kantor di malam Natal dan tidak bisa meluangkan waktu untuk mengikuti misa Natal di gereja bersama keluarga Anda? Sulitkah itu???

Bagaimana rasanya untuk tiap hari berangkat kerja dengan mobil butut berumur lima belas tahun dan selalu harus dibawa ke bengkel setiap dua minggu sekali, tetapi Anda tidak sanggup untuk membeli mobil baru? Sulitkah itu???

Bagaimana rasanya jika setiap kali membeli baju, Anda terpaksa membeli yang paling murah dan bukan membeli baju yang terlihat paling bagus untuk Anda? Sulitkah itu???

Bagaimana rasanya setiap kali berbelanja dengan keluarga Anda harus memikirkan, “Jika kita beli yang ini, maka kita tidak akan sanggup membeli yang itu.”? Sulitkah itu???

Bagaimana rasanya mengetahui bahwa Anda telah bekerja keras selama 30 tahun untuk suatu hari harus pensiun dengan sepertiga pendapatan Anda sekarang? Sulitkah itu???

Bagaimana rasanya jika suatu hari anak Anda yang telah dewasa pindah ke kota lain dan Anda tidak sanggup mengunjunginya karena harga tiket pesawat terbang terlalu mahal? Sulitkah itu???

Bagaimana rasanya melihat anak Anda tanpa disadari telah tumbuh remaja dan dewasa padahal sewaktu mereka kecil Anda sangat sedikit meluangkan waktu untuk mereka? Sulitkah itu???

Bagaimana rasanya jika Anda di-PHK karena kantor Anda gulung tikar karena Krisis Moneter? Sulitkah itu???

Tahukah Anda hal yang paling sulit?

Hal yang paling sulit itu bukanlah menjalankan bisnis network-marketing.

Hal yang paling sulit adalah suatu hari Anda menyadari telah terlalu banyak membuang-buang waktu yang berharga, dan waktu yang telah Anda sia-siakan tersebut telah hilang untuk selama-lamanya.

Detik demi detik, menit demi menit, hari demi hari, tahun demi tahun hilang tak berbekas. Waktu yang hilang tak berbekas ini seharusnya dapat Anda gunakan sedikit-demi-sedikit untuk menjalankan dan mengembangkan bisnis network-marketing Anda secara konsisten dan perlahan-lahan. Manusia sering punya kebiasaan buruk untuk mencari-cari alasan untuk tidak mengerjakan hal-hal yang seharusnya dikerjakan. Seringkali kita mengizinkan orang lain yang tidak berhak dan tidak berkepentingan untuk mengatur hidup kita dan keluarga kita, masa depan kita dan masa depan kita.

Apakah network-marketing benar-benar sulit dijalankan???

Apakah sulit untuk menunjukkan kepada teman-teman produk bermutu tinggi???

Apakah sulit untuk mempelajari sistim bisnis network-marketing sehingga bisa menyampaikannya kepada orang lain???

Apakah sulit untuk meluangkan satu jam sehari untuk menjalankan dan mengembangkan bisnis network marketing Anda???

Apakah sulit untuk tidak menonton TV/sinetron selama satu jam sehari dan mempergunakan waktu tersebut untuk mengembangkan bisnis network-marketing Anda???

Apakah sulit untuk mengerti bahwa dengan menjalankan bisnis network-marketing secara konsisten dan perlahan-lahan selama beberapa tahun Anda akan dapat mencapai kebebasan finansial???

Sanggupkah Anda bekerja keras mengembangkan bisnis network-marketing Anda selama tiga tahun ke depan supaya keluarga Anda dapat membeli rumah idaman???

Sanggupkah Anda bekerja keras mengembangkan bisnis network-marketing Anda selama tiga tahun supaya anak Anda dapat sekolah di perguruan tinggi yang bermutu tinggi dan bukan yang uang kuliah-nya murah???

Sanggupkah Anda bekerja keras mengembangkan bisnis network-marketing Anda selama tiga tahun supaya taraf hidup keluarga dapat Anda tentukan sendiri dan bukan ditentukan oleh orang-orang yang tidak berhak? Segeralah sadari bahwa Anda mempunyai kekuatan yang luar biasa dengan bisnis network-marketing.
Network-marketing benar-benar mempunyai kekuatan untuk merubah hidup Anda. Tapi, semua potensi-potensi yang ditawarkan oleh network-marketing tergantung kepada Anda sendiri untuk merealisasikannya. Setelah mempelajari perbandingan-perbandingan di atas, apakah Anda masih merasa bahwa network-marketing sulit dijalankan???

Siklus di Bisnis MLM

Sudah merupakan sebuah kenyataan bahwa kegiatan bisnis di MLM selalu berhubungan dengan omzet. Dengan meningkatnya omzet meningkat pula pendapatan/bonus seorang distributor MLM. Peningkatan bonus inilah yang ingin dicapai dan akan memberikan motivasi/semangat kepada pelaku bisnis tersebut (distributor). Dengan semangat tersebut tentunya akan lebih meningkatkan aktivitas bisnis.

MLM (Multilevel Marketing) merupakan distribusi barang/produk secara berjenjang atau bertahap. Untuk pendistribusian secara bertahap ini perlu adanya seorang distributor. Dengan sistem pembagian pendapatan/bonus yang dibuat oleh sebuah perusahaan MLM atau yang lebih dikenal dengan Marketing Plan maka seseorang akan memutuskan untuk melakukan kegiatan bisnis tersebut dengan bergabung menjadi seorang distributor. Nah, sekarang pertanyaannya adalah bagaimana meningkatkan omzet?

Peningkatan omzet di sebuah MLM selalu di mulai dari distributor atau anggotanya, baik itu level terbawah, menengah ataupun top level. Cara yang bisa dilakukan adalah:

1. Sebagai distributor sekaligus pengusaha diwajibkan untuk mengenal produk yang akan dipasarkannya, salah satunya adalah dengan swa konsumsi. Diharapkan dari swa konsumsi ini seorang distributor dapat menceritakan ttg khasiat produk tsb sehingga akan timbul rasa percaya.

2. Alternatif kedua sebagai peningkatan omzet adalah melakukan penjualan. Dengan bercerita pengalaman mengkonsumsi produk merupakan salah cara dalam memasarkan.

3. Karena MLM tidak harus dengan berjualan yg identik dengan seorang sales yang harus door to door, maka seorang distributor mulai harus berpikir ala seorang manajer dalam berbisnis yaitu mulai membuka cabang baru. Perkenalkan bisnis ini ke rekan-rekan yang memiliki komitmen untuk berbisnis, ajarkan hal sama dalam mengelola usaha tersebut. Kegiatan ini merupakan Business Opportunity dan Duplikasi.

Dari 3 kegiatan tersebut tentunya omzet akan meningkat seiring dengan penambahan network dan hasilnya pun akan mendongkrak pendapatan/bonus sehingga semangat para distributor akan terjaga untuk melanjutkan kegiatan bisnis tersebut. Dan ini adalah sebuah siklus “Kegiatan Bisnis -> Omzet -> Semangat -> Kegiatan Bisnis”.

Pengembangan Jaringan Dengan Filsafat Ayam

Banyak di antara pelaku network marketing merasa dirinya gagal dalam menjalankan bisnis network marketing. Padahal yang benar adalah dia belum berhasil karena belum bekerja keras, cerdas, dan ikhlas. Di antara kerja cerdas adalah dengan bekerja meniru cara kerja induk ayam.

Apa yang dilakukan induk ayam?

1. Pacaran : Pacaran adalah ibarat dari prospecting mencari kenalan di manapun dan kapanpun. Di halte bis, di terminal, di dalam lift, bis, kereta, kapal laut, pesawat, dll. Gunakan strategi kenalan dengan menggunakan 'ice-breaking' menanyakan jam, tujuan, keluarga, cuaca, topik yang sedang trend saat ini, dll. Sebaiknya membekali diri dengan membaca buku Dale Carnegie "How to get friends and to influence people" yang sudah diterjemahkan menjadi bagaimana mencari kawan dan mempengaruhi orang lain.

2. Bertelur : Bertelur adalah ibarat dari sponsoring mendapatkan anggota baru.


3. Mengeram : Mengeram adalah ibarat dari melakukan home meeting dan home sharing di rumah anggota baru untuk mengajari yang bersangkutan bagaimana caranya membuat dream book, daftar nama, mengundang, presentasi, follow-up, mengenal produk, mengguanakan alat berupa buku, kaset, dan pertemuan.

4. Mengais mencari makanan bersama anak-anaknya : Memberikan contoh kepada mitra muda (down-line) bagaimana caranya sponsoring dan membina, agar terjadi duplikasi.

5. Melindungi anak-anaknya dari musuh dengan memasukkan mereka dalam dekapannya atau langsung menyerang musuh. Melindungi mitramuda baru dari virus negatif dengan memberikan jawaban yang tepat, bahkan dengan mempersiapkan imunisasi sebelum virus negatif menyerang. Melindungi mereka dari serbuan MLM lain yang akan merontokkan jaringan.

Dalam hal ini saya termasuk orang yang tidak menyetujui polygami MLM. Menjalankan dua MLM bagaikan seseorang yang mendaki dua gunung dalam satu waktu yang bersamaan.

Peribahasa jangan simpan telur dalam satu keranjang berlaku bagi orang yang menekuni MLM tanpa meninggalkan pekerjaannya sebagai pegawai bukan sebagai pelaku MLM lain. Banyak bukti yang menjalankan dua MLM sekaligus jaringannya menjadi rontok, akhirnya terjadi ingin untung jadi buntung.
Ingin dapat semua, malah hilang semua.


Memilih Bisnis MLM yang Tepat

Apa yang Anda lakukan ketika diajak ikut menjalankan bisnis multilevel marketing (MLM)? Males, bete, atau antusias? Bila Anda termasuk jajaran orang yang bete dan males, Anda mungkin perlu buka mata dan pikiran.

Karena bisnis ini memberikan peluang bagi Anda untuk menjadi seorang pengusaha tanpa harus repot-repot merogoh kantong untuk modal usaha. Tidak perlu sampai urus kredit di bank. Bahkan bila Anda serius menjalankannya, pendapatan Anda tak kalah gedenya dengan pengusaha besar.

Untuk Anda yang tertarik mencoba bisnis MLM Financial Planner, Mike Rini Sutikno dari kantor ‘Mike Rini & Associates’ (Financial Counselling & Education) memberikan penjelasan seputar MLM lengkap dengan trik dan tipsnya memilih MLM khusus untuk Anda, pembaca RM Blitz!:

Keuntungan MLM

Menurut Mike ada berbagai keuntungan yang bisa Anda dapatkan bila berbisnis MLM. Pertama sistem bisnisnya sudah terbukti berhasil dan memiliki standar operasional yang sudah dijalankan dengan baik. ”Jadi mereka yang bergabung tinggal mengikuti kaidah yang telah ditetapkan,” katanya.

Ini sangat berbeda bila Anda mencoba bisnis sendiri. “Sebab memerlukan dana yang tidak sedikit dan Anda juga perlu membuat sistem sendiri,” jelas wanita yang juga menjabat sebagai Partner & Business Developmet di Hijrah Institute.

Selain itu MLM memiliki merek atau nama dagang yang sudah terkenal di masyarakat. “Jadi untuk mereka yang ingin membuka usaha, MLM sangat terjangkau karena selain merek sudah dikenal, modalnya sangat ekonomis, Anda juga dilatih untuk menjadi pemasar andal,” tambah Mike.

Motivasi

“Inti dari kesuksesan bisnis MLM adalah harus menjadi pemasar yang ulung, tidak hanya dalam menjual tapi juga dalam recruitment dan ini sangat tergantung pada individunya,” tekan konsultan muda ini.

Maka dari itu, Mike menyarankan untuk memantapkan motivasi dan tujuan terlebih dahulu sebelum memutusan untuk berbisnis MLM. Bukan hanya sekadar ikut-ikutan atau nggak enak hati karena diajak kakak, temen atau yang lain.

“Tujuan orang berbisnis atau berinvestasi adalah bagaimana ia bisa mengembangkan kekayaannya, mengakumulasi kekayaannya serta mendapatkan income,” kata wanita kelahiran Jakarta, 12 Maret 1974 ini.

Bagaimana agar tujuan itu tercapai? Konsultan cantik ini mengatakan, Anda harus memilih MLM yang tepat.

Support System

Dalam memilih MLM pertama-tama Anda harus melihat support system-nya. Apakah di MLM itu ada support system untuk seluruh anggotanya sehingga dengan sedemikian rupa orang bisa dilatih dan menjadi pemasar yang ulung. Yang tadinya tidak bisa jualan jadi bisa, yang tidak bisa networking jadi jago, dan yang tidak bisa berpromosi bisa menjadi promosi ulung. “Sangat penting untuk melihat pelatihan dan pendidikan yang diberikan kepada orang yang bergabung,” aku Mike.

Bagaimana melihatnya? “Lihat orang yang mengajak Anda, dia ngurusin Anda apa tidak? Selalu memotivasi Anda tidak? Bagaimana dia memperlakukan Anda, bila dia oke maka kebelakangnya pasti bagus sebab dia adalah gerbang pertamanya,” ucap jebolan AKP-LPI 1996 ini.

“Keberhasilan MLM sangat ditentukan oleh aspek individu dan keberhasilan individu sangat ditunjang oleh support system yang bagus seperti pelatihan dan pendidikan,” tekan Mike.

SDM Yang Mendukung

Ini bisa Anda lihat dari orang yang mengajak Anda, para pelatih dan pengajarnya. Seberapa panjang birokrasi yang perlu Anda lewati untuk bertemu atasan Anda. MLM yang bagus adalah yang pimpinannya bisa dihubungi kapan saja bahkan mau bertemu dan mengunjungi Anda.

Produk

Kepercayaan pada suatu produk berpengaruh besar saat Anda akan menawarkannya nanti. Makanya pilihlah produk yang tidak hanya Anda sukai tapi Anda juga memakai dan mempercayainya.

“Misalnya, Anda suka kosmetik tapi Anda memilih produk elektronik. Nggak akan nyambung, ini hanya membuat beban bagi Anda. Jadi pilihlah yang memang Anda sukai dan nyaman saat Anda menjualnya,” jelas Mike.

Komisi (Compensation Plan)

Pembagian komisi sangat penting, komisi sendiri terbagi-bagi ada dari hasil penjualan, omset group, komisi recruitment. Jadi harus jelas, apakah dibagi dalam bentuk uang, bentuk barang seperti motor, atau wisata?

“Pilihlah yang perhitungan komisinya jelas, transparan dan mudah dimengerti sehingga Anda tidak memerlukan waktu lama untuk memahaminya dan yang Anda sukai,” saran Mike.

Hati-Hati Money Game

Sistem perhitungan komisi yang berjenjang dalam MLM sering digunakan oleh praktik money game yang memirip-miripkan padahal tidak mirip. Ciri-ciri money game adalah, biaya recruitment-nya lebih tinggi dari MLM biasa, misalnya MLM hanya Rp 100-200 ribu, money game bisa dikenakan biaya 1 juta.

MLM pasti ada barang sedangkan money game bisa ada barang dan bisa tidak dan harga barangnya pun di luar batas normal. “Misalkan untuk sebuah pasta gigi harganya bisa mencapai Rp 300 ribu atau lebih dengan kualitas yang tak jauh berbeda dari produk sejenis,” terang Mike.

Selain itu Anda mendapatkan keuntungan dari uang recruitment, MLM tidak pernah membagi uang recruitment. Anda harus hati-hati agar tidak terjebak dalam praktik money game karena di Indonesia tidak ada hukum untuk melindungi mereka yang dirugikan.

Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI)

Lihat apakah perusahaan MLM itu masuk dalam anggota Asosiasi Penjualan langsung Indonesia (APLI). Bila masuk maka Anda aman tergabung dengannya karena yang masuk APLI sudah memiliki standar baku yang harus dimiliki setiap perusahaan MLM. Kenapa ini diletakkan di belakang?

“Agar Anda berpikir lebih sistematis sebab memilih bisnis MLM itu ibaratnya memilih apel dan apel semuanya sama tapi mana yang cocok dan bisa membuat tujuan Anda tercapai. Untuk mendapatkan itu bisa dilihat dari tips-tips sebelumnya,” tungkas Mike. (Jo/Mega)

MLM, dan salah satu kunci kekayaan spektakuler


Dari berbagai sumber yang saya baca, dari berbagai kunci kekayaan spektakuler, ada dua kunci kekayaan spektakuler :

  1. Nilai tambah yang luar biasa
  2. Faktor kali yang jumlahnya banyak luar biasa

untuk poin nomer pertama, adalah syarat mutlak bahwa nilai tambah yang diberikan harus luar biasa dahsyat, baru anda bisa kaya spektakuler dari poin nomer satu ini.

Contoh nyata nya adalah trio Steve Chen, Chad Hurley, dan Jawed Karim yang membangun Youtube. dari sebuah ide main main, hingga akhirnya menggurita dan menjadi situs video terlaris di bumi, hingga akhirnya pada Oktober 2006 , Google yang menyadari potensi YouTube membeli situs ini dengan nilai US$ 1,65 Miliar. Sekitar IDR 16,500,000,000,000.- . 16 triliun rupiah.

Berapa item yang dijual Trio Steve Chen, Chad Hurley, dan Jawed Karim? hanya satu item. YouTube . namun karena nilai tambahnya yang luar biasa, nilainya jadi US$ 1,65 Milliar.

Untuk poin kedua, syarat mutlaknya bukan nilai tambah yang luar biasa. Tapi hal yang biasa, namun dipakai oleh jumlah orang yang luar biasa banyak.

contoh nyatanya adalah Indomie. Indomie hanyalah sebuah mie instant. Harganya pun tidak mahal – mahal amat. hanya berkisar di angka seribu rupiah saja. Tapi bayangkan jumlah penduduk indonesia yang mengkonsumsi indomie? dari informasi yang saya dapat di id.wikipedia, konsumsi mi instant perkapita Indonesia adalah 55 bungkus pertahun. kalikan dengan harga indomie asumsi Rp 1000.-/bungkus, kalikan dengan jumlah penduduk indonesia pertahun. kalikan dengan asumsi indomie mendapat bagian pasar 50% saja dari pasar mi instant di indonesia, maka asumsi omset Indomie pertahun adalah =

55 X Rp 1,000 X 200,000,000 X 50% = Rp 5,500,000,000,000.-/tahun, atau

Rp 5,5 Triliun per tahun

asumsikan bahwa pemegang saham indomie mendapat 1 % dari omset indomie, pemegang saham indomie mendapatkan 5,5 Miliar / tahun dari Indomie saja. Meski saya yakin bahwa hitungannya lebih dari ini.

Kita bisa pelajari dari dua kunci ini, bahwa ada dua plihan jika ingin kaya :

  1. Jual sesuatu yang luar biasa ,
  2. atau jual sesuatu yang biasa dalam jumlah yang luar biasa

Maka pantaslah Indomie berjaya. Indomie tidak menjual mi instant yang luar biasa. Mereka menjual mi instant biasa, namun dalam jumlah yang luar biasa.

Bagaimana caranya menjual sesuatu yang biasa dalam jumlah yang luar biasa?

Jumlah cabang / saluran distribusi yang banyak.

Indomie dijual di hampir semua warung, hampir semua minimarket, dan hampir semua supermarket dan hypermarket di Indonesia. Dan semuanya terbentuk dalam pola struktur distribusi seperti ini :

bagan jalur distribusi


apakah MLM hanya menguntungkan yang diatas?


“buat apa join MLM, MLM kan hanya menguntungkan yang diatas.”

ungkapan ini merupakan salah satu keberatan paling umum yang di lontarkan prospek.

ini masalah pemahaman, dan saya rasa jika anda paham yang satu ini, anda tidak akan melihat hal ini sebagai sesuatu yang aneh.

Dalam kehidupan apapun, kita menjadi bagian dalam suatu sistem jaringan. Dan aktifitas manusia, selalu menguntungkan manusia yang lain. Masalahnya hanya dari sudut pandang apa, cakupan apa dan posisi apa.

Coba anda perhatikan, tanpa anda sadari, anda sudah menjadi bagian dari sistem yang menguntungkan orang lain.

Lihat PC atau komputer yang anda gunakan untuk membaca post ini. tanpa anda sadari, dengan membeli PC tersebut anda sudah memperkaya pemegang saham produsen PC tersebut. Anda sudah masuk ke dalam sistem mereka.

Lihat Handphone yang sehari – hari anda gunakan. Anda sudah memperkaya pemegang saham produsen handphone tersebut. Anda sudah menjadi bagian dari sistem mereka.

Lihat Sabun yang anda gunakan. Tanpa sadar anda sudah memperkaya pemegang saham perusahaan produsen tersebut. Anda sudah menguntungkan minimarket tempat anda membeli sabun tersebut. Anda sudah memberi makan para supir yang bertugas mendistribusikan produk tersebut.

Lihat anak anda yang anda beri uang untuk membayar kuliah. Tanpa anda sadari, anda sudah memberi dana pada universitas untuk menggaji rektor, dosen, tata usaha, sampai cleaning service dari universitas tersebut.

bagan jalur distribusi

sistem jaringan distribusi

Semuanya sistem jaringan. Semuanya mendistribusikan nilai manfaat dan dana.

masalahnya hanya posisi anda. anda berada dimana?

apakah sebagai konsumen yang menggunakan nilai manfaat yang diberikan oleh suatu sistem dan memberikan dana sebagai kompensasi?

atau anda menjadi bagian dari sistem, yang mendistribusikan nilai manfaat dan mendapat kompensasi dari konsumen dan peran anda disistem tersebut. Semakin besar strategis peran anda di sistem tersebut, semakin besar bagian kompensasi yang anda dapat.

Join MLM membawa anda menjadi bagian dari sistem. pertanyaannya adalah :

Apakah anda bekerja cukup cerdas dan keras untuk menjadikan diri anda memiliki peran startegis di sistem tersebut?
P.S. :

Saya teringat ucapan seorang yang sangat bijak. Jika kamu tidak ingin menguntungkan orang lain, hidup saja di hutan! jangan berinteraksi dengan manusia dan hasil intelejensia manusia karena hakikat kehidupan sosial manusia adalah saling memberi nilai manfaat.

Semoga bermanfaat!

Bagaimana bisnis MLM bekerja

Apa yang terbayang dalam pikiran anda saat mendengar kata “MLM” atau Multi Level Marketing?

Seringkali yang terbayang dalam pikiran orang kebanyakan adalah “rekrut orang sebanyak – banyaknya” atau “jualan produk sebanyak – banyaknya dan jadilah salesman” atau yang lebih parah “bisnis tipu – tipu” dan masih banyak lagi imej negative yang melekat pada “MLM”. Hal itu sebenarnya bisa sangat di maklumi, karena dari ratusan perusahaan MLM yang berdiri di Indonesia, yang legal dan tergabung kedalam Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia(APLI) hingga tulisan ini di tampilkan hanya sejumlah 55 perusahaan. Persentase perusahaan yang tidak resmi dan tentunya menwarkan peluang bisnis yang tidak baik lebih banyak, jadi saya rasa wajar saja jika imej MLM menjadi begitu negative.

Oke, saya tidak akan berlarut – larut membicarakan perusahaan yang baik dan tidak baik. Tapi yang ingin saya sharing-kan sepemahaman saya pada tulisan kali ini sebenarnya bukan “Apa yang terbayang dalam pikiran anda saat mendengar kata MLM atau Multi Level Marketing?”, akan tetapi “bagaimana sebenarnya konsep MLM bekerja?”

Alright then, happy reading. :)

Saat seseorang, -katakanlah bernama A- bergabung dengan sebuah perusahaan MLM, proses seperti apa yang terjadi? Statusnya sebagai apa dalam perusahaan MLM tersebut? Oke, inilah yang terjadi saat A bergabung kedalam sebuah perusahaan MLM :

status.jpg

Saat A join kedalam perusahaan MLM, status-nya adalah sebagai mitra perusahaan MLM. Bukan sebagai pegawai perusahaan MLM tersebut. Analogi yang tepat untuk mengilustrasikan hubungan ini adalah seperti sebuah konter pulsa. Konter pulsa bukanlah pegawai perusahaan penyedia jasa seluler, tetapi mitra perusahaan penyedia jasa seluler tersebut. Hubungan kemitraan ini jelas atas dasar prinsip win – win solution dan menciptakan suatu hubungan hak dan kewajiban antara perusahaan dan mitranya. Perusahaan bertanggung jawab menyediakan produk yang berkualitas untuk didistribusikan. Mitranya bertugas mendistribusikan produk perusahaan. Dari produk yang didistribusikan tersebut, mitra akan mendapatkan keuntungan dari selisih harga yang didapat dari pendistribusian produk tersebut. Penggambaran skemanya kurang lebih seperti ini :

hubungan.jpg
Dalam situasi ini, perusahaan mendapatkan profit dari produk yang terdistribusikan. A pun mendapatkan profit dari produk yang didistribusikan, yaitu selisih antara harga beli distributor dan harga jual ke konsumen. Kedua belah pihak sama – sama untung. Namun, A selaku individu past memiliki keterbatasan dalam jumlah produk yang terjual. Artinya, potensi penghasilan A terbatas.

Maka dari itulah, A membentuk grup atau jaringan distribusi dengan cara mensponsori orang lain.
sponsoring.jpg

Nah, skema ini lah yang biasanya memunculkan reaksi – reaksi anti MLM seperti “Wah, kalau begitu nanti ngga adil, B, C, dan D kerja keras sedangkan A tidak bekerja apa – apa” atau “wah, skema pyramid dong ini. Hanya menguntungkan yang diatas saja.” Dan berbagai reaksi – reaksi anti MLM lainnya.

Saya rasa hal yang mendasari hal ini adalah anggapan bahwa mensponsori adalah hal yang sangat mudah dan tidak membutuhkan keahlian dan pengetahuan apa – apa, sehingga akan sangat mudah oleh A mensponsori 3 orang dan lalu 3 orang ini masing – masing mensponsori 3 sehingga ada 9 orang di level 2 dan yang 9 orang ini masing – masing mensponsori 3, dan seterusnya.

Oke, mari kita analisis. Kita ambil sampel B. ketika B disponsori oleh A, apakah B sudah mengerti cara menjalankan bisnisnya? apakah B sudah mampu mensponsori orang? Apakah B Sudah mengerti hal – hal teknis mengenai produk yang didistribusikan? Sudah mengerti cara mendistribusikan produk? Sudah mengerti hal – hal teknis tentang mengembangkan jaringan? Dari sini kita pahami bahwa ketika B bergabung di jaringan A dan menjadi mitra perusahaan, B sama sekali belum paham apa – apa. Kewajiban A – lah membimbing B agar menguasai teknik – teknik mengembangkan jaringan sehingga B dapat menciptakan omset. Skema yang terjadi adalah :

skema-mlm-lengkap.jpg

Orang – orang yang A sponsori dan A bimbing masing – masing akan menciptakan omset jaringan. Omset jaringan adalah omset yang tercipta karena A berhasil membimbing orang – orang yang berada di jaringannya. Saya rasa merupakan sesuatu yang adil jika A mendapatkan hasil karena A “membimbing” atau dengan kata lain mempintarkan jaringannya. Dan perlu diingat bahwa membimbing manusia membutuhkan waktu dan keahlian. Membimbing manusia bukanlah suatu pekerjaan yang mudah dan tidak membutuhkan keahlian bukan? ;)

Omset jaringan yang tercipta ini akan masuk ke dalam marketing plan, sebuah sistem pembagian hasil – dihitung dengan seksama dan akan dibagikan kepada masing – masing distributor dalam jaringan yang memenuhi kualifikasi untuk mendapatkan bonus. Bonus akan dibagikan secara proporsional dan sesuai dengan hak masing masing distributor dan sesuai dengan prestasi kerjanya. Marketing Plan yang baik dapat mengenali distributor yang bekerja lebih keras dan lebih cerdas. Sehingga di perusahaan MLM yang baik, bukan hal yang tidak mungkin jika B dapat memiliki penghasilan lebih tinggi dari A. Sehingga di perusahaan yang baik, anggapan bahwa bisnis MLM hanya menguntungkan yang diatas tidak lah benar.

Sepemahaman saya dan yang sudah saya alami, skema inilah yang sebenarnya terjadi di perusahaan MLM yang resmi. Bagaimana pendapat Anda? :)

Apakah maksud sebenarnya Network Marketing ?

Banyak orang berpandangan negatif terlebih dulu tentang konsep MLM (network marketing) karena mereka belum mengetahui konsep MLM yang sebenarnya.

Di sini, saya akan mencoba menjelaskan konsep Network Marketing atau MLM yang sesungguhnya.

Konsep MLM (network marketing) adalah “direct selling” atau lebih dikenal sebagai penjualan langsung dengan mengandalkan jaringan pemakai atau penjual.

Berikut perbandingan antara konsep bisnis konvensional dan bisnis direct selling “network marketing”

Bisnis Konvensional

Kita sudah sama-sama mengerti jika keberhasilan semua bisnis, ditentukan oleh besarnya tingkat penjualan.

seorang dokter menjual dikatakan sukses karirnya jika ia berhasil menjual jasa profesionalnya dalam pengobatan, begitu pula pabrik elektronika bisa lebih maju jika penjualan barang produksi elektronik-nya makin tinggi, dll.

Berbicara tentang jaringan, hanya perusahaan yang betul-betul mempunyai visi besar untuk memperluas bisnisnya saja yang biasanya akan membuka jaringan distributor di berbagai lokasi untuk memperluas bidang usahanya.

Semakin banyak jaringan distributor di berbagai daerah, perusahaan akan semakin dekat dengan konsumen. Jadi secara otomatis perusahaan makin cepat berkembang, contohnya jaringan distributor Indofood, Astra Honda, Bank, dll.

konvensional

Semakin banyak jaringan distributor di berbagai daerah, konsumen akan semakin dipermudah.

Perlu anda ketahui, beaya distribusi konvensional ternyata sangat tinggi. menurut statistik biaya distribusi rata-rata perusahaan berskala besar bisa mencapai 60 – 80 %. Dan semua beban beaya ini dikenakan pada harga produk-produk tersebut di tingkat konsumen.

Jadi selama ini, saat anda beli barang-barang di pasar atau supermarket, anda secara tidak langsung telah menyetor uang yang anda belanjakan kepada distributor-distributor konvensional ini.

Jadi, kalau begitu, untung sekali menjadi distributor,ya?

Pertanyaanya, jika kita ingin menjadi seorang distributor di bisnis konvensional bisa nggak ya?

Bisa, tetapi siapkan diri anda dengan Berapa modal yang mesti anda persiapkan untuk menyediakan tempat, pekerja dan produknya?

Punyakah relasi orang penting di bisnis yang akan anda dirikan?

Kesimpulannya, tidak semua orang sanggup menjalaninya.

Bisnis Network Marketing “Direct Selling”

Jaman sudah berubah, konsep distributor konvensional yang cenderung hanya untuk orang-orang tertentu ternyata bisa kita lakukan dengan biaya yang sangat murah dan semua orang dengan berbagai latar belakang bisa menjalaninya sebagai distributor langsung.

Di bisnis “Direct Selling” terjadi pemangkasan biaya pada distributor-distributor konvensional.

Semua produk pabrik langsung disalurkan ke distributor langsung untuk konsumen, tanpa melewati jalur distributor seperti di tingkat konvensional sehingga dengan harga produk yang sama di tingkat konsumen, semua keuntungan pemotongan distribusi konvensional di ubah dalam bentuk bonus, reward-reward mewah.

Menurut prediksi para pakar ekonom dunia seperti Donald Trump, Robert T Kiyosaki, Paul Zane Pillzer, etc bisnis Network Marketing akan menjadi tren bisnis di tahun 2010, semua perusahaan akan melirik konsep bisnis ini untuk bisa tetap bertahan.

direct-sell

Pertanyaanya, bisakah kita menjadi distributor langsung?

Bisa, karena bisnis ini tidak melihat latar belakang anda.

Anda tidak perlu modal besar dan tidak perlu relasi orang-orang penting

Anda tidak perlu sewa tempat dan memikirkan pegawai.

Dengan konsep Personal Franchise, Distributor dengan konsep personal bisa anda jalankan dengan mudah.

Bahkan hasil yang anda dapatkan, bisa melampaui penghasilan distributor konvensional.

Jadi, semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk sukses.

Pertanyaan berikutnya, perusahaan Network Marketing seperti apa yang bisa menjamin kesuksesan financial anda?


Tidak semua perusahaan Network Marketing bisa menjamin kesuksesan anda, ada persyaratan-persyaratan tertentu yang mesti anda pertimbangkan masak-masak sebelum memutuskan untuk bergabung di bisnis ini.

Bagaimana Anda Bisnis Dengan Biaya Kecil, Tanpa Pegawai, Tanpa Stok Barang, Dan Pensiun Dalam 3 Tahun?

Jawabannya adalah bisnis jaringan. Atau Bisnis MLM.

Ini merupakan industri yang luar biasa untuk orang biasa memperoleh untung besar ...hanya bila Anda tahu caranya.

Kenyataannya penuh dengan kekecewaan.

Masyarakat sering dikejutkan oleh penipuan dan arisan berantai yang melanggar hukum. Oleh karena itu tidak heran banyak pemerintah yang mengawasi industri ini.

Orang-orang juga banyak yang bingung. Dan orang bingung menghindari bisnis ini.

Anda mungkin pernah mencobanya sekali, dan kemudian merasa ditinggalkan, tak berdaya, dan akhirnya keluar. Anda simpulkan bahwa Anda gagal. Selamat datang ke hutan belantara bernama bisnis jaringan. Anda tidak sendirian.

Baiklah kita jelaskan apa yang membuat industri ini hebat. Kemudian kita akan bicara tentang kesalahan-kesalahan yang telah menodai bisnis ini.

Bisnis Hebat

Bisnis jaringan atau Bisnis MLM adalah suatu cara lain memasarkan produk. Di bisnis konvensional, produk dikirimkan ke suatu rantai distribusi mulai dari distributor nasional, grosir, distributor lokal, sampai akhirnya ke pengecer. Sepanjang perjalanan, tiap rantai distribusi mengutip untung dari setiap harga barang.

Dalam bisnis jaringan produk sampai ke konsumen melalui distributor langsung. Kemudian distributor ini mendapat untung atau komisi. Dibandingkan dengan bisnis konvensional, bisnis jaringan mengurangi jalur distribusi.

Sebenarnya beberapa potong keuntungan juga diberikan kepada orang-orang yang membangun jaringan. Tetapi wiraswasta pembangun jaringan ini tidak membeli dan menjual produk agar memperoleh keuntungan. Tetapi wiraswasta ini membangun jaringan di bawahnya.

Perusahaan bisnis jaringan yang bagus akan memberikan komisi yang besar bagi distributor langsungnya (di atas 20%) dan membayar persentase yang lebih rendah kepada para wiraswasta jaringannya.

Akan tetapi, wiraswasta pembangun jaringan memperoleh total komisi yang lebih besar karena ia mendapat banyak sekali bagian komisi dari jaringannya.

Oleh karena itu wiraswasta jaringan yang baik selalu mencari orang yang ingin menjadi distributornya. Ia akan mensponsori distributor baru untuk menduplikasi cara kerjanya sehingga jaringan di bawahnya dapat tumbuh.

Keuntungan

Wiraswasta jaringan yang sukses sudah menikmati enaknya bisnis ini karena keuntungan berikut ini:

  • Biaya awal yang rendah. Anda bisa mendapat bisnis untuk memulai termasuk prospek untuk follow up dengan biaya sekitar Rp 2 juta. Banyak bisnis konvensional lainnya perlu puluhan juta rupiah untuk memulai.
  • Pelatihan yang murah. Banyak perusahaan bisnis jaringan bahkan memberikan training gratis.
  • Administrasi yang mudah. Perusahaan bisnis jaringan mengurus semua proses order, riset & pengembangan, pengiriman, pergudangan, dsb
  • Bisa dikerjakan paruh waktu. Awalnya Anda dapat tetap di pekerjaan Anda sekarang. Ini juga cara yang cocok untuk para ibu rumah tangga.
  • Alat bantu yang murah. Anda perlu telpon saja. Sebuah komputer tentu lebih banyak menolong. Keahlian Anda nomor 1 adalah berhubungan dengan orang.
  • Penghasilan pasif. Ini keutungan terbesar dari bisnis ini.

Baiklah kita bicarakan konsep penghasilan pasif ini. Andai Anda mensponsori Andi ke dalam bisnis ini. Ketika Andi membeli produk, Anda mendapat komisi. Setiap Andi membeli produk, Anda juga mendapat komisi terus.

Sekarang Andi mempromosikan Sarah ke dalam bisnis. Tentu Andi akan mendapat komisi untuk setiap pembelian yang dilakukan Sarah. Dan bagusnya Anda juga mendapat komisi. Padahal Anda tidak mempromosikan Sarah.

Anda bisa saja sedang dalam bepergian dan Anda tetap akan mendapat komisi dari kerja yang dilakukan jaringan di bawah Anda. Ketika jaringan di bawah Anda tumbuh besar, Anda juga mendapat komisi yang lebih besar.

DAMPAK POSITIVE Multi Level Marketing ( MLM )

Merujuk pada salah satu postingan di salah satu web yang berjudul DAMPAK NEGATIVE MLM, membuat saya sedikit terperangah dan lumayan takjub atas semua analisanya namun saya tidak lupa berterima kasih atas kepedulian anak bangsa terhadap masyarakat indonesia.

Para pengunjung blog yang terhormat dan menyempatkan diri membaca postingan ini saya sebelumnya ucapkan terima kasih.
Baiklah mari kita mulai bahas dampak dampak yang ditimbulkan MLM, sebenarnya sebagian sudah tertuang dalam postingan saya yang berjudul FENOMENA MLM.
Saya sedikit heran dan kemungkinan besar para pembaca sering membaca, melihat bahkan menonton sebuah kalimat iklan yang berbunyi " BUKAN MLM". Sebegitu hinakah MLM? sebegitu negativenyakah MLM? sehingga banyak sekali anak bangsa yang begitu GIGIH dan begitu Peduli terhadap dampak negative yang ditimbulkan MLM.
Yang menjadi pertanyaan dan tanda tanya Besar " SEBERAPA JAUH PENGETAHUAN KITA TENTANG MLM? ".Terkadang dengan keterbatasan pengetahuan dan pengalaman membuat kita buta dan membuat argumen membabibuta tanpa Analisa yang mendalam, hanya melihat beberapa contoh saja kita sudah merasa hebat lalu membuat analisa pribadi.
INGATKAH kita hal dasar didunia ini? bahwa semua yang ada pasti BERPASANGAN
Positve vs Negative, Hitam vs Putih dan lain sebagainya. Bila kita sedikit berlapang dada tanpa beban emosi dan rasa dendam kita akan sadar bahwa bukan hanya MLM saja yang berdampak negative terhadap masyarakat tapi banyak sekali misalnya saja Hand phone, kita semua juga tahu HP ada dampak negativenya kok kita tidak pernah protes dan berkampanye lalu bilang " JANGAN PAKE HP " nanti anda bisa mendapat gangguan pendengaran, nanti istri/suami anda selingkuh, nanti anak anda nonton film bokep dll.
Anda tahu sendiri koq dampak-dampaknya tapi apakah kita lalu tidak menggunakan HP, penulis mengangkat contoh ini hanya sebagai perbandingan saja.
Oke baiklah sekarang saya akan mengungkapkan fakta dan data bukan dari hasil analisa pribadi semata DAMPAK POSITVE MLM al :
1. Banyak Jutawan baru yang muncul dari berbagai kalangan sebagai buktinya silahkan baca Majalah SUCCESS ,Majalah BISNIS dan beberapa Majalah yang khusus membahas masalah MLM.
2. Membantu pemerintah dalam rangka menanggulangi kekurangan lapangan kerja
3. Banyak member MLM yang berubah kepribadiannya karena adanya support system dari perusahaan yang membina mereka
Ini beberapa dampak positivenya yang langsung menyentuh para member MLM

KATAnya MLM hanya Menguntungkan DEDENGKOT atau Yang gabung Duluan?
FAKTAnya DEDENGKOT atau SPONSOR mereka bekerja keras untuk membantu jaringannya. INGAT SPONSOR atau UPLINE tidak bakalan SUKSES bila tidak membantu Jaringannya.

Bisnis yang akan meledak di masa depan?

MLM dan Peluang Bisnis Kesehatan
Apa Bisnis yang akan meledak di masa depan?
Percaya atau tidak, jawabannya adalah industri kesehatan. Siapa yang menjalankan bisnis kesehatan, akan menguasai bisnis masa depan.
Industri kesehatan Sebagai Sebuah Bisnis Masa Depan
Dalam buku Best Sellernya, The Next Trillion Dollars Industry, Pengamat Ekonomi yang juga seorang futuris, PAUL ZANE PILLZER, mengungkap bahwa satu dekade mendatang perkembangan industri kesehatan mencapaititik yang sangat fantastis.

Prediksi ini berdasarkan adanya Generasi kelas menengah yang semakin mapan dan mulai memperhatikan hal lain diluar semua kebutuhan yang sudah mereka penuhi, mereka sudah mampu beli mobil, beli rumah, alat elektronik dan segala kebutuhan lainnya, dan mereka masih mempunyai uang untuk mereka gunakan.
Lalu kemana uang mereka alokasikan ?
Penelitian PAUL ZANE PILLZER menunjukkan bahwa sebagian besar uang akan digunakan untuk membeli kebutuhan kesehatan dan kecantikan. Ternyata setelah semua kebutuhan dasar terpenuhi, sebagian besar kaum menengah ingin awet muda, sehat dan tampil menarik. Dan semuanya kini sedang mengikuti trend kembali pada alam, bahkan Trend ini sudah merambah ke semua strata sosial.
Di Amerika Trend ini dipelopori oleh Kaum Baby Boomer yang merupakan generasi yang belakangan menjadi penggerak , trend setter gaya hidup yang mampu mejadi mesin penggerak ekonomi global. Merekalah yang membuat industri property meledak, Industri otomotif berkembang pesat. Mereka pula yang yang menggerakkan industri asuransi, komputer dan internet ( di indonesia diwakili oleh kelas menengah).
Saat ini, di Amerika saja, menurut Paul, generasi tersebut menghabiskan sekitar 200 milyar dolar AS per tahun untuk produk perawatan kesehatan. Jumlah ini diperkirakan setengah dari angka belanja kendaraan. Dan dperkirakan akan mencapai puncak tertinggi pada akhir tahun 2010, yaitu mencapai 1000 milyar dolar AS atau 1 trilyun dolar AS pertahun, atau sekitar 19 juta dolar ( 19 milyar rupiah ) per menit. Meningkat sekitar 500 persen.
Menurut Paul, ada empat pilihan jika mau mendapat bagian dari bisnis masa depan ini?
•Pertama
Menjadi tenaga ahli atau praktisi , seperti dokter, spesialis, dsb. Tentu saja untuk menjadi kelompok ini diperlukan bekal pendidikan yang tidak murah dan kecerdasan diatas rata-rata
•Kedua
Sebagai produsen, tetapi tentu saja harus didukung dengan invetasi milyaran, bahkan trilyunan untuk bangun pabrik, infrastruktur, biaya riset, hak paten, dsb.
•Ketiga
Sebagai Penjual Retail, Tetap saja harus mempersiapkan modal yang tidak sedikit juga
•Keempat
Sebagai Distributor
Dalam 30 tahun perkembangan bisnis dunia, distributor adalah bagian dari rantai bisnis yang paling besar mendapatkan keuntungan. Jadi keuntungan terbesar bukan pada produsen melainkan distributor. Contohnya : Sam Walton dengan “Wall Mart” nya, Fred Smith dengan “Fed-Ex”, Josh Bishop dengan “ Amazon.com”. Mereka adalah distributor.
Produk yang Tepat, Peluang yang tepat
Berdasarkan ramalan ini banyak perusahaan-perusahan besar dan yang baru mulai berlomba-lomba bergerak dalam bidang kesehatan lalu mereka tidak segan-segan merubah cara memasarkan produk dengan cara Rantai Distribusi Network Marketing (MLM), sebagagai contoh untuk perusahaan dalam negeri yakni PT. Sido muncul, dll.

Jadi APA hubungannya dengan MLM?
Karena dengan MLM semua bisa jadi Distributor dengan biaya yang murah dan tidak perlu punya keahlian khusus disebabkan masing-masing MLM sudah ada media pembelajaran bagi para Distributornya.

semoga bermanfaat

Bisnis MLM & Konglomerat

Jika Anda menjalankan bisnis network marketing, maka Anda dapat diibaratkan seperti seorang konglomerat properti yang mempunyai banyak asset-asset properti berupa gedung dan perkantoran bertingkat. Bagaimana mungkin?

Bisnis network marketing adalah sebuah bisnis jangka panjang yang akan memberikan hasil berupa residual income secara terus-menerus walaupun usaha awal untuk memperoleh income tersebut telah selesai dilakukan pada waktu yang lampau.

Seorang network marketer perlu menginvestasikan modal, meluangkan waktu untuk membangun organisai network-marketing secara perlahan-lahan, satu distributor demi satu distributor. Pada saat organisasinya telah berkembang, sukses dan produktif, residual income akan diperoleh secara terus menerus walaupun ia memutuskan untuk tidak lagi aktif menjalankan bisnis network marketingnya.

Seorang konglomerat properti juga membutuhkan waktu yang lama untuk merencanakan proyek properti, membangun pondasi, menyelesaikan konstruksi setingkat demi setingkat hingga akhirnya selesai membangun gedung bertingkat yang menghasilkan uang sewa secara terus-menerus di kemudian hari.

Jika Anda baru saja memulai bisnis network marketing Anda, kemungkinan besar Anda akan bertemu dengan orang yang mentertawai, menganggap remeh atau bahkan mencemooh usaha Anda dalam mengembangkan bisnis network marketing Anda.

Pada saat Anda berada dalam posisi sulit tersebut, Anda dapat memberikan jawaban sebagai berikut:
“Teman, mari saya ceritakan proyek apa yang sedang saya kerjakan. Saat ini, saya sedang menjalankan proyek jangka panjang untuk mencapai kebebasan finansial (financial freedom). Proyek yang saya kerjakan sekarang kurang lebih mirip sebuah proyek properti. Bisa diibaratkan saya sedang membangun apartemen 50 kamar untuk dikontrakkan kepada orang lain.”

“Anda sendiri tahu bahwa perlu waktu untuk membangun apartemen 50 kamar bukan? Nanti kalau sudah selesai dibangun, saya akan menikmati income dari hasil mengontrakkan 50 apartemen tersebut kepada orang lain.”
“Saat ini, saya sedang dalam proses konstruksi gedung apartemen-nya. Wajar saja kalau sewaktu saya membangun gedung tersebut, saya perlu melakukan investasi. Dan tentu saja selama periode konstruksi gedung apartemen tersebut, saya masih belum akan menikmati uang sewanya, bukan?”

Berhentilah berbicara sejenak. Lawan bicara Anda pasti sadar bahwa tidak mungkin memperoleh uang sewa apabila gedung apartemen 50 kamar tersebut belum selesai dibangun.

Kemudian lanjutkan pembicaraan Anda:
“Begitulah keadaannya. Saat ini saya sedang berada dalam tahap membangun.
Nanti kalau sudah selesai, akan saya kabarkan dan bersama-sama akan kita lihat hasilnya.”
“Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda melakukan proyek jangka panjang untuk masa depan Anda?”
Cukup demikian tanggapan Anda. Tergantung kepada lawan bicara Anda untuk memahami dan mempelajari bisnis network marketing yang sedang Anda jalankan.

Jangan pernah merasa malu mengakui bahwa Anda melakukan bisnis network marketing!
Anda memang benar-benar menjalankan proyek jangka panjang, sama seperti halnya seorang konglomerat properti.
Apakah seorang konglomerat properti merasa malu jika gedung bertingkat yang dibangunnya sedang dalam tahap perencanaan dan konstruksi? Tentu saja tidak!

Oleh karena itu, Anda juga tidak perlu merasa malu mengakui keterlibatan Anda di bisnis network marketing.
Berapa banyak income yang Anda harapkan dari bisnis network marketing Anda? Semuanya terserah Anda.
Yang perlu Anda ingat adalah, Anda sedang membangun asset yang akan menghasilkan income di kemudian hari. Mungkin perlu waktu beberapa tahun untuk dapat menikmati hasil dari investasi Anda. Konglemerat properti juga membutuhkan waktu beberapa tahun sebelum dapat menikmati income dari menyewakan gedung bertingkat yang dia bangun.
Jadi, berapa banyak income yang Anda harapkan dari bisnis network marketing Anda?

Hasilnya anda yang menentukan sendiri.

Menikmati Manisnya Bisnis MLM

Bagi sebagian orang, mendengar kata bisnis multi level marketing (MLM) biasanya langsung ditanggapi dengan senyum kecut, dan langsung mengkaitkannya dengan bisnis tipu-tipu. Padahal, banyak individu yang meraup berkah dari bisnis MLM, dengan bonus yang nilainya cukup spektakuler bagi orang awam, karena angkanya mencapai ratusan juta rupiah.

Salah seorang yang merasakan manisnya madu dari bisnis MLM adalah Elvina M Rambe, ibu rumah tangga yang berhasil meraih peringkat Gold dalam jenjang karir MLM di PT Sun Hope (SH) Indonesia. Dalam kurun waktu lima tahun saja, bonus uang yang diterimanya mencapai Rp 250 juta. Itu belum termasuk hadiah mobil yang menemaninya untuk wara wiri membangun jaringan.

Elvina yang pada kesempatan itu ditemani sahabatnya yang juga peraih peringkat Gold, Etty Rahmawati, menuturkan, awalnya, ia termasuk orang yang tidak percaya dengan bisnis MLM. Keikutsertaannya pada bisnis itu karena ia ingin mendapatkan produk suplemen kesehatan untuk mengobati sakit yang diderita ibunya, By Nuryana Betty, dengan harga lebih murah.

"Ibu saya waktu itu menderita sejumlah penyakit yang membuatnya kesulitan berjalan. Sejumlah cara sudah dilakukan mulai dari berobat ke dokter hingga ke pengobatan alternatif. Sampai pada suatu hari, saya ditawari suplemen makanan keluaran Sun Hope. Demi mengejar harga yang lebih murah, kemudian saya ikut menjadi anggota," ujarnya.

Kesembuhan ibunya dari penyakit yang dideritanya selama bertahun-tahun itu bukan saja menjadi "iklan" tetapi juga pendorong yang kuat untu memperkenalkan produk SH ke tetangga, sahabat hingga handai taulan. Tak heran dalam waktu tak lama, bonus yang diperoleh selama membangun jaringan di Sun Hope telah membuat rekeningnya terus menggembung.

"Kucuran bonus yang datang hampir setiap minggu membuat saya sadar bahwa bisnis ini memang ada dan sangat menguntungkan," kata ibu dari 4 anak bernama Viman Julian Santoso, Imelia Martinovita Santoso dan Idealivin Meihar Santoso sambil tersenyum.

Investasi yang dibutuhkan pada awal memulai bisnis itu pun relatif kecil. Hanya memang dibutuhkan kerja keras untuk menyakinkan masyarakat terhadap produk yang akan dijual. Setelah itu me"rayu"nya agar mau menjadi member. Karena bonus yang diperoleh bisnis MLM diperoleh dari anggota baru dan jaringan yang dibangunnya.

"Selain menguntungkan, bisnis MLM produk Sun Hope ini juga membuat badan sehat. Sebab 9 jenis produk yang dipasarkan semuanya adalah makanan kesehatan," kata Elvina seraya menyebut 9 produk andalan SH, antara lain, Deep Sea, Susu Colustrum, Multivitamin Mega Formula, Herdtea, Enzim, Macca, dan Spirulina.

Sun Hope International pada awalnya berdiri tahun 1978 di Los Angeles, California, Amerika. Finansial yang kuat, reputasi yang terkenal, dapat dipercaya, kokoh, serta realistis merupakan konsep yang dianut Sun Hope dalam melayani masyarakat.

Prestasi gemilang yang dicapai Sun Hope di Amerika telah menjadi dorongan semangat bagi Sun Hope untuk melakukan ekspansi usaha ke Asia. Untuk itu, pada tahun 1986 di Taipei, didirikan kantor pusat yang mencakup seluruh Taiwan. Pada Agustus 1993 diperluas dengan mendirikan Sun Hope di China, dengan kantor pusat di Tianjin dan merupakan salah satu dari perusahaan MLM yang mendapatkan ijin dari pemerintah China. Saat ini, tidak lebih dari 20 perusahaan MLM.

Berkat dukungan yang besar dari para distributor, akhirnya pada September 1997 berdiri Sun Hope di Indonesia. Sun Hope di Indonesia dijalankan dengan bendera PT Sanindohop Jaya Pratama dipimpin oleh Peter Chen dan Dewi Aryanie Hermanus.

Dengan manajemen yang piawai serta didukung oleh staf yang profesional, Sun Hope di Indonesia berkembang dengan sangat pesat. Jaringan distributornya telah berkembang ke hampir seluruh kota besar di seluruh penjuru Indonesia, dari Banda Aceh di ujung pulau Sumatera, sampai kota Jayapura di pulau Irian. Dalam waktu singkat, telah lebih dari 200.000 orang terdaftar sebagai distributor Sun Hope.

Walau tergolong baru di Indonesia, Sun Hope telah mampu menyejajarkan diri dengan perusahan-perusahaan multilevel marketing lainnya. Saat ini Sun Hope telah memiliki gedung sendiri yang sekaligus sebagai kantor pusat Sun Hope di Indonesia.

Pegawai Kantoran

Bicara soal karir, Elvina sebelumnya adalah seorang pegawai negeri sipil (PNS) di sebuah departemen. Pada tahun 1991, ia mengundurkan diri untuk memilih menjadi ibu rumah tangga dengan mengurusi keempat buah hatinya.

"Maju dan ber-kembang adalah keinginan setiap manusia. Pada tahun 1991 saya mengundurkan diri sebagai pegawai negeri di salah satu Departemen. Sebelas tahun lamanya saya mengabdi dengan cara kerja P9MN (Pergi Pagi Pulang Petang Penghasilan Pas-Pasan Potong Pinjaman). Karena untuk menutupi kebutuhan dan pengeluaran sehari-hari tidaklah cukup hanya dari gaji yang sangat minim.

Setelah tidak lagi bekerja di kantoran, Elvina melakukan sejumlah usaha dengan berjualan apa saja yang dititipikan teman, dari sepatu, kosmetik sampai makanan kecil hingga menjadi instruktur senam.

"Dari semua yang saya lakukan itu ternyata belum memadai untuk membantu dapur keluarga. Sayapun akhirnya ikut menjalankan usaha yang kita kenal dengan bisnis MLM ini," kata istri dari Ir Imam Budi Santoso, karyawan PLN itu.

Ia kembali menegaskan, bisnis multi level markerting (MLM) bukan sekedar jualan mimpi. Kuncinya asal mau bekerja keras dan pantang menyerah, ia akan berhasil. Maka bonus demi bonus dengan nilai yang spektakuler bukan lagi menjadi angan-angan.

"Sistem pemasaran yang mudah sehingga bisa dijalankan berbagai lapisan masyarakat dan sudah terbukti distributor dari kalangan sederhana berhasil mencapai posisi tertinggi dalam waktu tidak begitu lama. Kelebihan-kelebihan inilah yang membuat saya bergabung dengan memulai tujuh unit, karenadengan demikian berarti hasil yang paling maksimal akan saya dapatkan," kata Elvina mengungkapkan rahasia suksesnya.

Ditanya target ke depan, Elvina mengatakan, ia akan tetap menggeluti bisnis MLM yang telah mengantar keluarganya menuju kehidupan yang sejahtera. "Saya tetap tertarik dengan bisnis ini, meski tidak lagi kerja keras seperti dulu. Karena bisnis ini bisa diwariskan, maka satu orang anak saya sudah siap meneruskan jaringan yang sudah saya bangun ini," kata Elvina sambil tersenyum kecil.

Disela-sela wawancara, Elvina tampak terus menerus memencet-mencet handphonenya mengirim SMS ke sejumlah orang yang downline (kaki-kaki) bisnisnya. "Maafnya sambil SMS-an, soalnya ada banyak pertanyaan dari para downline yang bertanya soal produk dan poin yang telah diperolehnya," ujar Elvina.

Selain sibuk menggaet orang untuk menjadi member dan membantu downlinenya yang kesulitan, waktu senggangnya dihabiskan untuk bernyanyi dan berolahraga- dua hobinya yang telah digeluti sejak lama. "Karena anak-anak sudah besar, selain mengembangkan bisnis MLM saya suka juga bernyanyi dan senam. Malah, ketika muda dulu saya sempat menjadi instruktur bersama-sama dengan pakar senam Berty Tilarso," tuturnya.

Untuk urusan nyanyi, Elvina tidak hanya berkutat di kamar mandi. Ia kerap tampil menyanyi di setiap acara-acara yang digelar di kantor suaminya di PLN. "Nyanyi itu bisa menghilangkan stres, selain juga mengolah rasa kita," katanya.

Cerita tentang aktivitas Elvina M Rambe sebenarnya hanyalah sebuah potret kecil dari perkembangan bisnis MLM di tanah air. Memang ada bisnis MLM yang nakal dengan aksi tipu-tipunya, tetapi tidak sedikit yang benar menjual produk bagus. Bisnis ini pun ternyata sanggup bertahan di tengah krisis ekonomi yang hingga kini masih membalut Indonesia. (Tri Wahyuni)

http://www.suarakarya-online.com

MLM, di sayang atau di benci?

MLM menurut wikipedia: Multi level marketing adalah sistem penjualan dengan memanfaatkan konsumen langsung sebagai tenaga penyalur. Harga barang yang ditawarkan di tingkat konsumsi adalah harga produksi ditambah komisi yang menjadi hak konsumen karena secara tidak langsung telah membantu kelancaran distribusi. Seringkali ditemukan kerancuan antara MLM dengan money game. MLM pada hakikatnya adalah sistem distribusi barang. Banyaknya bonus didapat dari omzet penjualan yang didistribusikan melalui jaringannya. Hal ini sangat berbeda dengan money game. Bonus seringkali didapat dari perekrutan, bukan omzet penjualan.

Anda juga bisa membaca tentang HUKUM SYAR�I BISNIS MULTI LEVEL MARKETING

Di indonesia mlm sudah begitu banyak, dari kesekian banyak mlm hanya sedikit yang mampu bertahan sampai sekarang. Banyak orang yang sukses melalui jalur mlm, tetapi juga tidak sedikit yang gagal dalam menjalankan mlm. yang akhirnya anti terhadap mlm. saya sendiri pernah mengikuti bisnis mlm, dan saya termasuk yang gagal :(. tetapi bukan berarti saya anti terhadap mlm.kadang ada orang yang menyamaratakan bahwa mlm adalah penipuan. tetapi apakan benar begitu? bagaimana kalau itu hanya diucapkan oleh orang-orang yang gagal? dan apakah yang sukses di mlm juga akan mengatakan begitu?

Kekuatan jaringan sangatlah luar biasa,disamping bisa menjalin silaturahmi, juga bisa menguatkan bisnis kita. Dan yang paling penting dalam bisnis jaringan adalah maju bersama. karena semakin banyak relasi kita, paling tidak bisa mengangkat bisnis kita sendiri, itu tergantung dari masing-masing orang bagaimana cara memanfaatkan peluang yang ada. sebenarnya maju tidaknya dalam bisnis mlm tergantung dari masing-masing orangnya. jika tidak pernah mengikuti pelatihan atau tidak pernah mencari anggota, dan yang diandalkan hanya penjualan tentu tidak akan sukses-sukses.

Kunci kesuksesan dalam mlm bukan besarnya angka penjualan, tetapi banyaknya anggota yang kita rekrut, dan tentunya aktif menjalankan bisnis mlmnya. memang tidak ada bisnis yang sempurna, masih banyak kekurangan-kekurangan. tetapi bagaimana seandainya dalam bisnis mlm ini untuk menjadi anggotanya digratiskan, dan tidak ada paksaan dalam melakukan penjualan atau istilahnya tutup poin, namun harus tetap diberi motifasi, dengan cara-cara lain yang lebih kekeluargaan, tentu kesan penipuan akan berkurang.

MLM tidak jauh beda dengan program affiliasi (affiliate program), kenapa program afiliasi tidak dianggap penipuan? dalam program afiliasi kita akan mendapatkan keuntungan apabila kita bisa mengajak orang untuk bergabung, atau menjual suatu produk, dengan sistem komisi. Jadi sebenarnya MLM harus di benci, disayang atau di lupakan?

http://bi.konblog.com

Tanya jawab Seputar MLM

Bagaimana cara memilih peluang MLM:?

Pertama, kita pelajari manajemen, visi dan misi perusahaan tersebut. Bagaimana reputasi dan prestasi tim manajemen? Pernahkah terlibat dalam tindakan melanggar hukum? Buka-tutup perusahaan MLM sebelumnya?



Apakah visi & misinya dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat di jangka panjang, realistis, jelas dan memiliki program kerja untuk mencapainya.



Apakah produk-produknya memiliki keunikan yang tidak dimiliki deh perusahaan lain, harga pantas dan diinginkan oleh masyarakat?



Apakah sistem bonusnya menguntungkan dan realistis? Bila Anda harus memiliki lebih dari 10 'kaki' yang solid ke samping, sistem tersebut umumnya cukup sulit untuk menghasilkan bonus yang memadai.



Apakah pihak perusahaan mengajarkan bagaimana memberikan presentasi yang efektif? Memiliki program motivasi dan duplikasi yang mudah dimengerti?

Terakhir, apakah tren perusahaan MLM tersebut sedang naik daun atau justru turun?


Apakah MLM cocok untuk Anda?

Berikut beberapa alasan mengapa MLM cocok untuk Anda :

1. Kita menjadi BOSS untuk diri kita sendiri: mendapatkan imbalan finansial sesuai dengan usaha kita, BUKAN berdasarkan posisi/jenis pekerjaan kita

2. Modal kecil dan dapat kembali dalam waktu singkat.

3. Tidak perlu pengalaman atau pendidikan khusus. Sernua sistem dan training telah tersedia. Anda dapat mulai berwiraswasta, sambil belajar, sekaligus mendapatkan bonus

4. Meningkatkan keharmonisan rumah tangga, sebab kinii seluruh anggota keluarga dapat bekerja sebagai satu team untuk mencapai tujuan yang sama

5. Anda mendapat dukungan sepenuhnya dari para sponsor dan pihak perusahaan, karena mereka hanya dapat mencapai sukses dengan membantu para distributornya -- termasuk Anda mencapai sukses

6. Dengan perusahaan internasional, Anda bisa mendapatkan bonus dari luar negeri tanpa harus meninggalkan rumah Anda. Bukan saja mendapatkan finansial yang berlimpah, tapi juga waktu untuk menikmatinya.

7. Anda berkumpul dengan orang-orang yang umumnya berpikiran positif, sehingga mendorong perkembangan kepribadian Anda yang merupakan modal utama untuk sukses dalam semua aspek kehidupan.

8. Tidak memerlukan pegawai yang membuat Anda harus berurusan dengan pembukuan dan baya administrasi lainnya.


MLM -seperti dikemukakan oleh Peter J. Clothier, seorang Trading Standards Officer selama 15 tahun- merupakan bisnis yang sah, etis, sukses, dan senantiasa berkembang. MLM memungkinkan Anda untuk menciptakan tambahan pendapatan sebesar apa pun yang Anda kehendaki. Anda dapat menyesuaikannya dengan gaya hidup Anda. Anda dapat bekerja sambilan sampai pendapatan Anda dari MLM melampaui pendapatan Anda yang sekarang, sehingga memungkinkan Anda untuk melepaskan pekerjaan pokok Anda.


Semoga Hari Anda lebih menyenangkan bersama orang terkasih :)

Evolusi Industri MLM

Memasuki Industri MLM

Untuk memulai MLM, Anda tidak perlu melepaskan pekerjaan utama Anda. Bahkan Anda tidaK perlu mengambil risiko keuangan yang berarti, karena modal ideal yang dibutuhkan umumnya hanya sekitar Rp 85.000 hingga Rp 500.000,-

Bagaimana Anda memulai karir MLM Anda? Cara paling umum adalah Anda disponsori oleh seorang distributor yang sudah lebih dulu bergabung dengan perusahaan MLM tersebut. la adalah orang yang memperkenalkan Anda ke perusahaan MLM itu. Kadang-kadang Anda bisa disponsori langsung oleh pihak perusahaan. Tapi cara kedua ini kurang menguntungkan bagi Anda, karena dengan semakin banyaknya jajaran upline Anda, semakin banyak pula dukungan yang bisa Anda dapatkan

Bila Anda disponsori langsung oleh pihak perusahaan, maka dukungan satu-satunya adalah dari pihak perusahaan yang umumnya memililki keterbatasan waktu dan tenaga personel

Seperti layaknya apabila Anda memulai suatu bisnis, Anda sudah selayaknya melakukan investasi waktu, komitmen dan finansial untuk uang pendaftaran anggota, pembelian beberapa produk, literatur, brosur, mengikuti training, dll.

Kini Anda telah siap untuk memulai bsnis MLM Anda dengan menjalankan sistem yang telah tersedia. Di bisnis MLM, Anda adalah 'boss' bagi diri Anda sendiri.


Evolusi dari Perkembangan Industri MLM/Network Marketing Hingga Hari Ini dan Esok

Bilamana pada mulanya reputasi MLM/Network Marketing mendapat 'tantangan' dari berbagai kalangan, kini sudah jauh berbeda. Beberapa fakta yang membuktikan adanya evolusi persepsi tentang industri ini:

1. Bertambahnya jumlah perusahaan-perusahaan dunia yang memiliki divisi MLM tersendiri.

2. Semakin banyaknya masyarakat 'biasa,' mulai dari ibu rumah-tangga, pengangguran, mahasiswa, hingga pemulung telah terbukti mampu mendapatkan penghasil an bulanan hingga puluhan bahkan ratusan juta rupiah.

3. Sedemikian tinggi nilai dan berartinya industri MLM ini sehingga kedua calon Presiden Amerika -George W. Bush dan Al Gore- memperdebatkannya dalam kampanye mereka tahun lalu.

Bagaimana dengan masa depan MLM? Perkembangan e-commerce ikut membantu perkembangan MLM. Bahkan seakan-akan industri e-commerce memang tercipta untuk MLM

Kini masyarakat dapat mempelajari dan membandingkan berbagai perusahaan MLM, produk dan sistem bonus hanya dengan klik mouse computer. Hal ini mendorong perusahaan-perusahaan MLM tersebut untuk semakin meningkatkan mutu mereka dalam persaingan yang semakin 'instan.' Suatu keuntungan bagi masyarakat.

Para pakar marketing mulai memperhitungkan sinergi e-commerce dengan MLM. Bagaimana seandainya e-commerce sebagai industri dengan perkembangan tercepat di dunia digabungkan dengan MLM sebagai industri dengan konsumen paling 'loyal'? Jawabannya: 'e-MLM.


Sebuah contoh argumentasi bahwa MLM dapat menunjang perkembangan e-commerce adalah kasus www.amazon.com yang dulu merupakan salah satu situs yang paling menguntungkan. Namun belakangan ini keuntungan mereka menyusut dan ditinggalkan oleh para pelanggannya dalam waktu yang sangat singkat padahal mereka tidak pemah mengendorkan iklan dan promosi mereka. Sebagai info, dibulan Desember 2000 saja mereka mengeluarkan baya iklan, hingga $90.000.000


Para pakar mulai mempertarryakan: seandaanya www.amazon.com menggunakan sistem MLM, kemungkinan besar tidak akan dtinggalkan oleh para pelanggannya, karena para pelanggan tersebut merasa 'ikut memiliki' situs atau perusahaan tersebut.

Apakah MLM akan merajai perekonomian dan perdagangan dunia? Mungkin tidak dalam waktu dekat, tapi setidaknya MLM telah terbukti mampu memberikan pilihan kepada masyarakat dunia untuk mencapai taraf kehidupan yang lebih baik.

MLM Dalam Persfektif Islam

Terkait dengan label syariah pada MPPSyariah, pimpinan perusahaan telah melakukan presentasi semua produk dan aktivitas MPPSyariah di depan Dewan Syariah Nasional. Kita tunggu saja berita resmi dari MPP soal ini.

Selanjutnya untuk mengetahui lebih jauh berbagai aspek dari pemasaran berjenjang (MLM) dalam persfektif islam, berkut ini ada beberapa artikel, baik yang pro ataupun kontra. Yang kontra sebenarnya hanya mengingatkan saja bahwa MLM bila tidak dijalankan dengan baik dan disikapi dengan bijak akan menghadilkan banyak sekali kemadhorotan. Tentunya tidak hanya MLM, semua aspek bisnis juag akan berlaku demikian.

12 syarat agar MLM menjadi syari’ah :

  • Produk yang dipasarkan harus halal, thayyib (berkualitas) dan menjauhi syubhat (Syubhat adalah sesuatu yang masih meragukan).

  • Sistem akadnya harus memenuhi kaedah dan rukun jual beli sebagaimana yang terdapat dalam hukum Islam (fikih muamalah)
    Operasional, kebijakan, corporate culture, maupun sistem akuntansinya harus sesuai syari’ah.

  • Tidak ada excessive mark up harga barang (harga barang di mark up sampai dua kali lipat), sehingga anggota terzalimi dengan harga yang amat mahal, tidak sepadan dengan kualitas dan manfaat yang diperoleh.

  • Struktur manajemennya memiliki Dewan Pengawas Syari’ah (DPS) yang terdiri dari para ulama yang memahami masalah ekonomi.

  • Formula intensif harus adil, tidak menzalimi down line dan tidak menempatkan up line hanya menerima pasif income tanpa bekerja, up line tidak boleh menerima income dari hasil jerih payah down linenya.

  • Pembagian bonus harus mencerminkan usaha masing-masing anggota.

  • Tidak ada eksploitasi dalam aturan pembagian bonus antara orang yang awal menjadi anggota dengan yang akhir.

  • Bonus yang diberikan harus jelas angka nisbahnya sejak awal.
    Tidak menitik beratkan barang-barang tertier ketika ummat masih bergelut dengan pemenuhan kebutuhan primer.

  • Cara penghargaan kepada mereka yang berprestasi tidak boleh mencerminkan sikap hura-hura dan pesta pora, karena sikap itu tidak syari’ah. Praktik ini banyak terjadi pada sejumlah perusahaan MLM.

  • Perusahaan MLM harus berorientasi pada kemaslahatan ekonomi ummat.

The Islamic Food and Nutrition of America (IFANCA) telah mengeluarkan edaran tentang produk MLM halal dan dibenarkan oleh agama yang diteken langsung oleh M. Munir Chaudry, Ph.D, selaku Presiden IFANCA. Dalam edarannya, IFANCA mengingatkan umat Islam untuk meneliti dahulu kehalalan suatu bisnis MLM sebelum bergabung ataupun menggunakannya. Yaitu, dengan mengkaji aspek:

  • Marketing Plan-nya, apakah ada unsur skema piramida atau tidak. Kalau ada unsur piramida yaitu distributor yang lebih duluan masuk selalu diuntungkan dengan mengurangi hak distributor belakangan sehingga merugikan down line di bawahnya, maka hukumnya haram.

  • Apakah perusahaan MLM, memiliki track record positif dan baik. Ataukah tiba-tiba muncul dan misterius, apalagi yang banyak kontroversinya.

  • Apakah produknya mengandung zat-zat haram ataukah tidak, dan apakah produknya memiliki jaminan untuk dikembalikan atau tidak.

  • Apabila perusahaan lebih menekankan aspek targeting penghimpunan dana dan menganggap bahwa produk tidak penting atau hanya sebagai kedok, apalagi uang pendaftarannya cukup besar nilainya, maka patut dicurigai sebagai arisan berantai (money game) yang menyerupai judi.

  • Apakah perusahaan MLM menjanjikan kaya mendadak tanpa bekerja ataukah tidak demikian.

Selain kriteria penilaian di atas perlu diperhatikan pula hal-hal berikut:

  • Transparansi penjualan dan pembagian bonus serta komisi penjualan, disamping pembukuan yang menyangkut perpajakan dan perkembangan networking atau jaringan dan level, melalui laporan otomatis secara periodik.

  • Penegasan motif dan tujuan bisnis MLM sebagai sarana penjualan langsung produk barang ataupun jasa yang bermanfaat, dan bukan permainan uang.

  • Meyakinkan kehalalan produk yang menjadi objek transaksi riil (underlying transaction) dan tidak mendorong kepada kehidupan boros, hedonis, dan membahayakan eksistensi produk muslim maupun lokal.

  • Tidak adanya excesive mark up (ghubn fakhisy) atas harga produk yang dijualbelikan di atas covering biaya promosi dan marketing konvensional.

  • Harga barang dan bonus (komisi) penjualan diketahui secara jelas sejak awal dan dipastikan kebenarannya saat transaksi.

  • Tidak adanya eksploitasi pada jenjang manapun antar distributor ataupun antara produsen dan distributor, terutama dalam pembagian bonus yang merupakan cerminan hasil usaha masing-masing anggota.

Network Marketing Membuat Orang Kaya Mendadak ?

Kata siapa usaha network marketing bisa membuat orang cepat kaya mendadak dengan cara yang mudah? Tidak jarang mereka yang mau terjun ke usaha ini harus mendapat cibiran dari koleganya. Apalagi ketika ingin membujuk seseorang untuk menjadi downline.

Mungkin ada benarnya ungkapan dari Nobel Laureat Milton Friedman: There is no such thing as a free lunch alias tidak ada makan siang gratis.
Sebuah pepatah yang paling terkenal dari ajaran egoistik dalam ilmu ekonomi. Ungkapan yang bermakna setiap keuntungan dan kemudahan tidak dicapai dengan cuma-cuma. Ada pengorbanan yang harus dilakukan. Ada ongkos yang harus dibayarkan.

Nah, benarkah usaha network marketing bisa membuat orang cepat kaya mendadak dengan cara yang mudah?
Jika ditinjau dari segi modal dan risiko memang terbilang kecil. Mulai dari beberapa puluh hingga ratusan ribu rupiah saja.

Ini tentunya berbeda dengan bisnis-bisnis konvensional lain yang membutuhkan modal minimal jutaan rupiah. Karena kecilnya modal yang dibutuhkan di bisnis ini, otomatis risikonya hampir tidak ada.
Seseorang bisa melakukannya tanpa mengenal waktu dan tempat. Bisa dikerjakan dimana saja dan kapan pun seseorang menginginkannya. Dan yang paling enak adalah reward yang dituai saat seseorang merekrut banyak downline. Bisa dalam bentuk pesawat, mobil BMW, dan jalan-jalan ke luar negeri.

Butuh pengorbanan.

Namun dibalik itu, tidak jarang mereka yang mau terjun ke usaha ini harus mendapat cibiran dari koleganya. Apalagi ketika ingin membujuk seseorang untuk menjadi downline. Buktinya pengorbanan yang harus dilakukan Silvia Rast dalam menekuni usaha tersebut, Millionaire Network Marketing. Ketika ingin menekuni usaha ini, ia sudah mendapatkan tantangan dari suaminya.

Pasalnya di mata sang suami waktu itu, usaha network marketing bukan sesuatu yang menjanjikan. Apalagi masih banyak dari lingkungan sekitarnya yang memandang sebelah mata bisnis itu. Namun, ia tetap teguh dengan pendiriannya yang tidak mau menjadi orang kantoran seumur hidup. Tanpa bekerja pun, dapurnya masih bisa mengepul. Karena ia berasal dari keluarga yang berada. Tapi ia tetap berjuang untuk mendapatkan downline. Padahal tidak mudah untuk melakukan itu. Banyak penolakan yang ia terima ketika mengetuk pintu hati seseorang untuk mengikuti jejak yang sama dengannya.

Risza Bambang, managing director Shildt Consulting, mengungkapkan menambah atau mendapatkan penghasilan dari usaha network marketing sah-sah saja. Tapi, jangan terjebak dengan kembaran usaha ini, yaitu money game. Multi tipu marketing, sering terjadi perjudian, penggadaan uang, dan tipu menipu dengan membonceng sistem marketing bergaya Network Marketing.

Ketua Asosiasi Penjual Langsung Indonesia (APLI) Helmi Atamimi dalam suatu seminar mengungkapkan aturan penjualan langsung atau Network Marketing di Indonesia sesungguhnya masih sangat lemah. Kelemahan tersebut sering dimanfaatkan pihak lain dalam menjalankan praktik penggadaan uang atau money game berkedok Network Marketing.

Network Marketing no problem, tapi yang dikuatirkan justru dimanfaatkan untuk bisnis “multi tipu marketing” dengan penawaran yang mirip dengan Network Marketing. Perusahaan multi tipu marketing itu biasanya mengatakan bisnisnya adalah bisnis Network Marketing.

Hal itu dilakukan supaya orang bergabung dengan usaha mereka. Kalau mereka terang-terangan menyebut money game, orang akan malas bergabung. Karena itu mereka biasa menyebut dirinya Network Marketing. Meski nama mereka tidak tercantum dalam APLI (Asosiasi Penjual Langsung Indonesia). Sebuah asosiasi yang salah satu fungsinya menyaring nama perusahaan yang yang betul-betul berbisnis penjualan langsung.

Kalau nama mereka tercantum dalam APLI, berarti Network Marketing yang sejati. “Selain itu, money game biasanya tidak memiliki produk untuk dijual kepada konsumen,” tandas Risza. Sedangkan pada perusahaan Network Marketing harus ada produk yang dijual, entah itu berupa barang atau jasa. Dan yang penting adalah pada money game, seseorang diminta membayar sejumlah dana yang cukup besar untuk mendaftar saja. Kalau pada perusahaan Network Marketing biasanya hanya meminta biaya pendaftaran yang besarnya tidak sampai Rp150 ribuan. Itu pun sudah termasuk pembelian produk.

Jadi bisnis Network Marketing tidak sekedar “buah mimpi”, melainkan sistem terintegrasi yang bisa mensinergikan berbagai kekuatan. Hal itu bisa dilihat secara kasat mata pada pribadi-pribadi sukses di bisnis Network Marketing yang telah meraih posisi level diamond, atau posisi lainnya.

Sebelum memutuskan masuk pada suatu tawaran bisnis Network Marketing, jangan terbuai dengan tingkat keuntungan yang dijanjikan. There is no such thing as a free lunch alias tidak ada makan siang gratis. Semua ada pengorbanan dan risikonya. Jadi, selama orang masih tergiur ingin kaya mendadak dengan cara yang mudah, maka bisnis “multi tipu marketing” yang berkedok Network Marketing akan tetap berkembang subur.

MLM, di sayang atau di benci?



“Yang paling penting dalam bisnis jaringan adalah maju bersama”

MLM menurut wikipedia: Multi level marketing adalah sistem penjualan dengan memanfaatkan konsumen langsung sebagai tenaga penyalur. Harga barang yang ditawarkan di tingkat konsumsi adalah harga produksi ditambah komisi yang menjadi hak konsumen karena secara tidak langsung telah membantu kelancaran distribusi. Seringkali ditemukan kerancuan antara MLM dengan money game. MLM pada hakikatnya adalah sistem distribusi barang. Banyaknya bonus didapat dari omzet penjualan yang didistribusikan melalui jaringannya. Hal ini sangat berbeda dengan money game. Bonus seringkali didapat dari perekrutan, bukan omzet penjualan.


Di indonesia mlm sudah begitu banyak, dari kesekian banyak mlm hanya sedikit yang mampu bertahan sampai sekarang. Banyak orang yang sukses melalui jalur mlm, tetapi juga tidak sedikit yang gagal dalam menjalankan mlm. yang akhirnya anti terhadap mlm. saya sendiri pernah mengikuti bisnis mlm, dan saya termasuk yang gagal :(. tetapi bukan berarti saya anti terhadap mlm.kadang ada orang yang menyamaratakan bahwa mlm adalah penipuan. tetapi apakan benar begitu? bagaimana kalau itu hanya diucapkan oleh orang-orang yang gagal? dan apakah yang sukses di mlm juga akan mengatakan begitu?

Kekuatan jaringan sangatlah luar biasa,disamping bisa menjalin silaturahmi, juga bisa menguatkan bisnis kita. Dan yang paling penting dalam bisnis jaringan adalah maju bersama. karena semakin banyak relasi kita, paling tidak bisa mengangkat bisnis kita sendiri, itu tergantung dari masing-masing orang bagaimana cara memanfaatkan peluang yang ada. sebenarnya maju tidaknya dalam bisnis mlm tergantung dari masing-masing orangnya. jika tidak pernah mengikuti pelatihan atau tidak pernah mencari anggota, dan yang diandalkan hanya penjualan tentu tidak akan sukses-sukses.

Kunci kesuksesan dalam mlm bukan besarnya angka penjualan, tetapi banyaknya anggota yang kita rekrut, dan tentunya aktif menjalankan bisnis mlmnya. memang tidak ada bisnis yang sempurna, masih banyak kekurangan-kekurangan. tetapi bagaimana seandainya dalam bisnis mlm ini untuk menjadi anggotanya digratiskan, dan tidak ada paksaan dalam melakukan penjualan atau istilahnya tutup poin, namun harus tetap diberi motifasi, dengan cara-cara lain yang lebih kekeluargaan, tentu kesan penipuan akan berkurang.

MLM tidak jauh beda dengan program affiliasi (affiliate program), kenapa program afiliasi tidak dianggap penipuan? dalam program afiliasi kita akan mendapatkan keuntungan apabila kita bisa mengajak orang untuk bergabung, atau menjual suatu produk, dengan sistem komisi. Jadi sebenarnya MLM harus di benci, disayang atau di lupakan?

Komentar anda tentang MLM ?

Jenjang peringkat di MLM

Di setiap marketing plan perusahaan MLM memiliki jenjang peringkat yang berbeda-beda baik dari segi jumlah tahapan pencapaian peringkatnya maupun syarat pencapaian peringkat itu sendiri. Tahapan pencapaian peringkat demi peringkat memang dirancang untuk memberikan anda sebuah reward dan bonus oleh perusahaan karena upaya anda dalam mengembangkan sebuah jaringan bisnis MLM. Akan tetapi tahukah anda bahwa tahap demi tahap pencapaian sebuah peringkat terkadang menimbulkan sebuah perjuangan yang sangat berat, capek, dan bahkan jenuh? Itu memang sebuah konsekuensi yang harus anda ambil bukan?

Para pelaku MLM cenderung terjebak dengan yang namanya peringkat. Mereka terlalu mendewa-dewakan arti sebuah nama peringkat, layaknya memegang jabatan penting di sebuah perusahaan. Dan lagi cenderung keliru kalau peringkat tinggi bonus juga tinggi, dan itu belum tentu selamanya begitu. Seperti yang sudah saya jelaskan di atas mengenai rule of the game-nya, anda pasti tentunya akan paham maksud saya.

Syarat kenaikan peringkat yang terjadi di hampir semua marketing plan MLM adalah :

a. Membentuk omzet penjualan pribadi.
b. Minimal membangun jaringan sebanyak 1 - 2 kaki/ frontline dengan cara yang sama seperti yang anda lakukan.
c. Memiliki total omzet grup/TGS/GBV sesuai nominal tertentu yang telah disyaratkan.
d. Memiliki total omzet di kaki/grup yang lain selain 2 kaki/2 fronline utama yang disebut dengan side volume.
e. Melakukan kewajiban tutup point tiap bulannya sesuai dengan syarat dalam marketing plan.

Jika salah satu syarat di atas tidak dipenuhi maka jangan harap anda bisa naik peringkat. Yang lebih menakutkan para upline biasanya adalah terjadi break away/break bonus yaitu peringkat downline sama dengan peringkat upline/sponsor. Hal ini akan mengakibatkan :

a. Bonus yang diperoleh upline/sponsor menjadi nol (bonus menjadi turun drastis).
b. Downline yang dibantu perkembangan jaringannya hingga peringkatnya sama dengan upline/sponsor menjadi suatu ancaman bagi besar kecilnya bonus yang diterima
c. Jaringan besar = Biaya operasional besar.

Ada beberapa hal yang sering dilakukan para upline/sponsor jika mengalami break bonus/break away :

a. Tidak mau atau biasanya setengah hati dan malas membantu perkembangan jaringan dari downline yang cepat perkembangannya.
b. Membeli omzet grup yang perkembangannya lambat dengan harapan akan lolos dari syarat untuk meningkatkan peringkat maupun untuk menerima bonus.
c. Mensponsori kaki baru (frontline) alias melakukan pola jaringan melebar.

Kenaikan peringkat inilah yang akan menjadi tujuan utama dari para pelaku MLM dalam hal mencapai bonus yang besar, memperoleh reward-reward, dan terakhir adalah passive income yang artinya tidak bekerja lagi tetap dapat income (pensiun), tapi benarkan passive income demikian adanya? Bukannya saya berpikir atau berpandangan negatif tetang hal ini, yang membuat saya heran adalah, bagaimana bisa kita passive income kalau kita masih saja harus memenuhi syarat-syarat dalam rule of the game-nya? Percaya tidak percaya pelajarilah lagi marketing plan MLM yang anda jalani saat ini hingga peringkat puncak dengan rule of the game yang saya jelaskan tadi. Tetapi sekali lagi ada beberapa perusahaan MLM di dalam marketing plan mereka yang membebaskan berbagai persyaratan / kewajiban apapun juga begitu peringkat anda sudah pada posisi puncak.

Kalau boleh saya lebih ekstrem bertanya kepada anda sekalian yang menjalankan bisnis MLM, anda cenderung lebih memilih mana : Jumlah jenjang peringkat yang pendek/sedikit atau jumlah jenjang peringkat yang panjang/banyak? Sebab menurut saya, ada beberapa hal menarik dari para pelaku MLM dalam mengejar peringkat namun yang didapat adalah kecewaan.

Jenjang peringkat yang panjang dan diiringi dengan iming-iming reward yang sungguh mengerikan seperti mobil mewah, pesawat terbang, rumah mewah, vila mewah, dsb bisa menjebak anda. Diharapkan dengan peringkat tinggi income juga tinggi, namun kenyataannya sering berbeda, peringkat tinggi tetapi income rendah ibarat “Pangkat Jendral tetapi Gaji Kopral”. Ternyata sebenarnya tujuan utama seseorang mengikuti bisnis MLM adalah BESARNYA BONUS dan BUKAN TINGGINYA PERINGKAT.

Yuk kita coba lihat berapa jumlah jenjang karier/peringkat yang ada di perusahaan MLM, seperti :

a. Tianshi. Memiliki jumlah 18 jenjang peringkat yang harus ditempuh.
b. DXN. Memiliki jumlah 14 jenjang peringkat yang harus ditempuh.
c. Elken. Memiliki jumlah 14 jenjang peringkat yang harus ditempuh.
d. High Dessert. Memiliki jumlah 12 jenjang peringkat yang harus ditempuh.
e. Revell. Memiliki jumlah 12 jenjang peringkat yang harus ditempuh.
f. Nutrend. Memiliki jumlah 12 jenjang peringkat yang harus ditempuh.
g. Tasly. Memiliki jumlah 11 jenjang peringkat yang harus ditempuh.
h. K-Link. Memiliki jumlah 11 jenjang peringkat yang harus ditempuh.
i. KK Indonesia. Memiliki jumlah 11 jenjang peringkat yang harus ditempuh.

a. Viva Life Science. Memiliki jumlah 11 jenjang peringkat yang harus ditempuh.
b. Tahitian Noni International. Memiliki jumlah 10 jenjang peringkat yang harus ditempuh.
c. Sinergi Plasindo Dinamika. Memiliki jumlah 10 jenjang peringkat yang harus ditempuh.
d. Wootekh. Memiliki jumlah 10 jenjang peringkat yang harus ditempuh.
e. OXY. Memiliki jumlah 9 jenjang peringkat yang harus ditempuh.
f. Immunotec Profarmasia. Memiliki jumlah 9 jenjang peringkat yang harus ditempuh.
g. Triple S. Memiliki jumalh 9 jenjang peringkat yang harus ditempuh.

h. CNI. Memiliki jumlah 8 jenjang peringkat yang harus ditempuh.
i. Merro International. Memiliki jumlah 7 jenjang peringkat yang harus ditempuh.
j. Smart Naco Indonesia. Memiliki jumlah 6 jenjang peringkat yang harus ditempuh.
k. Sophie Martin. Memiliki jumlah 6 jenjang peringkat yang harus ditempuh.

Nah saya mau tanya kepada anda, kalau anda sekarang ini lagi menjalankan bisnis MLM, apapun itu perusahaannya, pertanyaan pertama, coba anda hitung berapa jumlah jenjang karier/peringkat dari peringkat awal hingga posisi puncak? Sudah dihitung? Pertanyaan kedua, butuh berapa kaki atau frontline untuk mencapai peringkat puncak? Sudah dihitung? Pertanyaan ketiga, sudah berapa kaki atau fronline yang anda sponsori langsung?

Sering kali ketiga pertanyaan yang saya ajukan tadi saya lontarkan baik kepada teman-teman saya yang lagi fokus dan komitmen menjalankan bisnis MLM maupun kepada orang yang dulu pernah memprospek saya. Maksud dari pertanyaan saya begini : Terkadang kita sebagai pelaku MLM sering kali melakukan rekruting/sponsoring sebanyak mungkin dan kalau perlu sebanyak minimal 10 orang yang harus kita rekrut sebagai fronline kita. Karena para leader memberikan sebuah asumsi hukum pareto 80 : 20, maksudnya dari 10 orang yang anda rekrut sebanyak 80 % tidak aktif menjalankan bisnisnya (yaitu 8 orang frontline anda) sedangkan 20 % aktif menjalankan bisnisnya (yaitu sekitar 2 orang frontline anda). Coba anda bayangkan jika untuk mencapai posisi puncak peringkat hanya membutuhkan misalnya 4 kaki/frontline saja, berarti jumlah orang yang harus anda rekrut sebanyak (sesuai hukum pareto) 20 orang, dan bisa anda bayangkan betapa susahnya untuk mendapat 20 orang tersebut.

Mungkin bagi anda merekrut sebanyak 20 orang sebagai frontline sangat mudah, tetapi pernahkah anda memikirkan barapa waktu yang anda perlukan untuk membina frontline anda sebanyak 20 orang tersebut? Berapa jumlah biaya yang harus anda keluarkan sebagai akibat dari pembinaan tersebut? Pernahkah terpikirkan sebelumnya? Ingat semakin banyak jumlah frontline yang anda ciptakan/buat semakin besar ongkos pengeluaran yang harus anda keluarkan. Kalaupun anda jawab ok-ok saja ya silahkan saja.

Konsep membangun jaringan yang dilakukan kebanyakan leader/pelaku MLM adalah membangun jaringan secara melebar (memperbanyak jumlah fronline) ketimbang kedalaman (membantu downline anda yang sudah anda rekrut). Dan aneh bin ajaib, baru-baru ini saya perhatikan beberapa pelaku MLM sudah merubah konsepnya mengarah pada kedalaman dan bukan mengejar kelebaran kaki/frontline. Hal ini membuat saya berpikir ulang, kenapa tidak dari dulu mereka (pelaku MLM) melakukannya.

Ada hal yang menyebabkan kenapa para pelaku MLM lebih cenderung melakukan konsep melebar selain karena hukum pareto tadi yaitu dengan merekrut member baru bergabung saja sudah dapat bonus yaitu bonus sponsor/rekrut yang nominalnya lumayan juga. Setiap marketing plan yang saya perhatikan dan pelajari ada beberapa perusahaan MLM yang memberlakukan kalau kita merekrut sudah dapat bonus dan bahkan besar nominal dari bonus sponsor/rekrut bisa sampai diatas Rp.700.000 per orang yang disponsor/rekrut, dan ini sudah menyalahi aturan konsep MLM sebenarnya di mana bonus diperoleh karena ada penjualan baik dalam bentuk PV maupun BV di grupnya. Konsep ini masih saya temui di beberapa perusahaan MLM yang bernaung sebagai anggota di APLI.

Sangat disayangkan kalau hanya sekedar melakukan aktivitas rekrut saja sudah dapat bonus, bagaimana pelaku MLM bisa melakukan membentuk aktifitas penjualan di grupnya. Dan ini bisa dikatakan sebagai iming-iming bonus pada tahap awal. Belum lagi iming-iming berikutnya yang mengatakan kalau sudah sampai peringkat tertentu akan medapatkan bonus/penghasilan yang rutin diterima antara sekian rupiah hingga sekian rupiah tiap bulannya. Suatu bentuk perilaku yang buruk bukan?

Perusahaan MLM yang benar adalah sistem didalam marketing plan mereka tidak ada sistem yang kalau kita merekrut member baru bergabung langsung dapat bonus, melainkan bonus diterima dari aktifitas pembelian dan penjualan di dalam suatu grup. Ini konsep yang benar. Namun yang terjadi di beberapa perushaan MLM yang lain menerapkan secara berbeda yaitu secara sadar atau tidak seorang distributor dipaksa untuk belanja produk langsung senilai entah itu Rp.500,000 atau Rp 2,000,000, terus apa gunanya ada biaya keanggotaan yang murah sebagai langkah awal bergabung yang senilai antara Rp.50.000 – Rp. 150,000?

Kalau dengan sistem pemaksaan secara langsung maupun tidak langsung di dalam marketing plan mereka, berarti marketing plan tersebut sudah mengarah kepada program fast track yang sangat dilarang oleh APLI maupun WFDSA.

Apakah peringkat yang terlalu tinggi atau terlalu panjang untuk mencapainyan sangat nyaman bagi anda selaku distributor? Kira-kira butuh waktu berapa lama anda untuk mencapainya? Dan tahukah anda bahwa dalam dunia bisnis manapun juga (termasuk juga di bisnis MLM) semakin banyaknya jumlah produk yang ada di pasaran secara tidak langsung menciptakan susasana persaingan atau kompetisi (baik itu sesama distributor perusahaan MLM maupun antar sesama kompetitor perusahaan MLM lain). Dengan adanya kompetisi produk MLM dalam siklus bisnis, siapkah anda berkompetisi dengan distributor perusahaan MLM lain, baik yang perusahaan MLM yang baru maupun yang lama? Dan bagaimana target anda dalam mengejar peringkat puncak yang sering didengung-dengungkan sebagai peringkat passive income sedangkan di sisi yang lain suatu siklus bisnis harus berjalan sebagai mana adanya?