loading...
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Bertindaklah Sekarang!

Anda telah di beri 2 anugerah luar biasa : Pikiran & Waktu Anda. Terserah pada anda untuk melakukan apa yang anda senangi dengan keduanya. Dengan setiap Rupiah yang masuk ketangan anda, anda dan hanya anda sendiri yang mempunyai kekuatan untuk memutuskan nasib anda. Habiskanlah dengan bodoh, maka anda memilih untuk menjadi miskin. Habiskanlah untuk liabilitas, maka anda akan bergabung dengan kelas menengah. Investasikanlah dalam pikiran anda dan belajarlah bagaimana mendapatkan. ASET dan anda akan memilih kekayaan sebagai tujuan dan masa depan anda. Setiap hari dengan setiap rupiah, anda memutuskan untuk menjadi kaya, miskin atau kelas menengah.

BERTINDAKLAH SEKARANG .. !!Karena masa depan anda akan di tentukan oleh pilihan yang anda buat sekarang, bukan besok.

Bertindaklah Sekarang


Anda telah di beri 2 anugerah luar biasa : Pikiran & Waktu Anda. Terserah pada anda untuk melakukan apa yang anda senangi dengan keduanya. Dengan setiap Rupiah yang masuk ketangan anda, anda dan hanya anda sendiri yang mempunyai kekuatan untuk memutuskan nasib anda. Habiskanlah dengan bodoh, maka anda memilih untuk menjadi miskin. Habiskanlah untuk liabilitas, maka anda akan bergabung dengan kelas menengah. Investasikanlah dalam pikiran anda dan belajarlah bagaimana mendapatkan ASET dan anda akan memilih kekayaan sebagai tujuan dan masa depan anda. Setiap hari dengan setiap rupiah, anda memutuskan untuk menjadi kaya, miskin atau kelas menengah. BERTINDAKLAH SEKARANG .. !! Karena masa depan anda akan di tentukan oleh pilihan yang anda buat sekarang, bukan besok.



Pemenang vs Pecundang

Mengapa saya memberi judul artikel ini pemenang vs pecundang? Karena inilah yang sehari-hari saya dan anda saksikan dalam kehidupan sehari-hari, entah itu di kantor, organisasi, lingkungan sosial, bahkan keluarga. Setiap harinya anda dan saya menyaksikan apa yang dilakukan para pemenang dan pecundang dan sering kali mempengaruhi cara anda dan saya berpikir. Apa sih yang saya maksud dengan pemenang dan pecundang?

Pecundang adalah orang-orang yang memiliki pola tindakan blame, excuse & justify. Apa maksudnya?

Blame: Pecundang selalu menyalahkan orang lain terhadap segala sesuatu yang terjadi. Mereka selalu saja menyalahkan keadaan, latar belakang keluarga, latar belakang pendidikan, pemerintah, bahkan menyalahkan Tuhan atas kejadian yang menimpa mereka.

Excuse: Pecundang selalu mencari-cari alasan terhadap apa yang terjadi pada diri mereka. Pernahkah anda mendengar kata-kata seperti ini? "Ah, saya ini mana bisa jualan? Saya kan tidak pintar ngomong." atau "Mana bisa saya naik pangkat di kantor? Atasan saya tidak suka pada saya." atau "Aduh, yang beginian susah lah, mana mungkin sih bisa begitu?" Pecundang selalu berfokus pada hal-hal yang negatif yang sebetulnya belum tentu sesuai dengan yang mereka pikirkan.

Justify: Pencundang selalu membenarkan bahwa orang lain lebih sukses dari dirinya dan tidak mau berusaha untuk lebih baik lagi karena pola pikir mereka yang membenarkan bahwa setiap orang lebih sukses dari diri mereka. Pecundang selalu merasa inferior dibadingkan dengan orang di sekitarnya.

Lalu apa yang disebut pemenang?

Pemenang merupakan orang-orang yang bertanggung jawab pada setiap hal yang mereka lakukan. Pemenang jarang sekali atau tidak pernah mencari-cari alasan, menyalahkan orang lain, bahkan menyalahkan diri sendiri terhadap segala sesuatu yang mereka alami. Pemenang selalu berorientasi pada solusi. Pemenang selalu memberi arti yang baik pada segala sesuatu yang mereka alami. Bahkan hal burukpun diberikan arti positif. Dalam setiap hal buruk dan kegagalan yang dialami oleh pemenang, mereka selalu berkata "Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda, kalau saya berusaha lebih baik lagi, pasti saya akan sukses." atau "Kegagalan ini merupakan proses belajar saya, untuk selanjutnya saya tidak akan melakukan kegagalan yang sama dan meraih kesuksesan."

Alangkah baiknya apabila setiap orang yang anda dan saya temui adalah pemenang. Cobalah untuk selalu berteman dengan orang-orang yang dikategorikan sebagai pemenang. Pola pikir itu biasanya menular. Apabila anda berteman dengan para pecundang, maka anda lambat laun akan menjadi pecundang pula. Sebaliknya, apabila anda berteman dengan para pemenang, maka mindset anda akan menjadi mindset pemenang.

Semoga bermanfaat!
Salam, Albert

Sepuluh Kesaktian MLM

Banyak kisah, umat manusia gagal mencapai tingkat kebutuhannya karena didera oleh kemiskinan. Ada berbagai cara dilakukan manusia untuk keluar dari kemiskinan, salah satunya menjalankan bisnis MLM.

MLM sebagai metode pemasaran modern memiliki banyak kelebihan. Minimal ada sepuluh kesaktian bisnis MLM, yakni :

Satu:

MLM menyediakan penghasilan tanpa batas. Adalah suatu fakta, di masyarakat ada orang yang mengalami “kemiskinan finansial”. Mereka miskin uang. Bisnis MLM serius dan tulus mengajak para distributor mencapai kemerdekaan finansial, karena bisnis ini memberikan penghasilan tidak terbatas. Perusahaan MLM tidak menghendaki distributor mengalami kerugian atau menjadi pecundang, sebab kerugian distributor adalah juga kerugian perusahaan.

MLM berbeda dengan bisnis konvensional atau profesi lain. Bekerja di instansi mana pun, gaji sudah ditetapkan setiap bulan. Ini pun tidak semua orang mendapatkan penghasilan lumayan. Begitu pula di bisnis konvensional. Di bisnis ini, para pengecer memamg meraih keuntungan besar. Tetapi kenyataan menunjukkan, pengecer tidak pernah kaya dari keuntungannyanya. Pasalnya, seluruh omzetnya sedikit, karena kapasitas menjual eceran memiliki keterbatasan tenaga dan waktu. Justru, prinsip MLM adalah memberikan hasil besar kepada siapa saja yang lebih banyak menjual, lebih banyak mengajak, dan membangun organisasi jaringan lebih baik.

Dua:

MLM mengatasi keterbatasan pendidikan. Adalah suatu fakta, di masyarakat ada orang yang mengalami “kemiskinan pendidikan”. Miskin sekolah. MLM justru memberikan ‘kemerdekaan pendidikan’, karena bisnis ini tidak membatasi tingkat pendidikan dan pengalaman seseorang.

Terjun ke bisnis MLM tidak membutuhkan latar belakang pendidikan dan pengalaman. Apa pun latar belakang seseorang, bila hari ini bergabung menjadi distributor, pada hari itu pula ia dapat memulai usahanya. Tidak ada istilah harus melewati proses percobaan dulu, tetapi langsung jalan. MLM menghargai prestasi, bukan ijasah.

Tiga:

MLM menyediakan jenjang karir, adalah suatu fakta, di masyarakat ada orang yang mengalami “kemiskinan karir”. Miskin profesi. Justru MLM adalah sebuah gelombang masa depan untuk meninggalkan kesuraman di masa lalu. MLM adalah sebuah pilihan atau alternatif yang menyediakan ‘kemerdekaan karir’. Karena di bisnis MLM ada jenjang karir. Setiap orang merdeka memilih jenjang karir yang diinginkannya.

Banyak unsur sosial dalam bisnis MLM. Bisnis ini tidak mengenal istilah ‘di sini tidak ada lowongan’. Justru bisnis ini mengundang banyak orang untuk bergabung. Pasalnya, prestasi seseorang tidak ditentukan oleh omzet pribadi yang tinggi, melainkan omzet kelompik yang besar. Bisnis ini menampung banyak orang yang membutuhkan tempat beraktifitas dan berkarier.

Tidak dapat dipungkiri, bisnis MLM senantiasa membuka pintu selebar-lebarnya terhadap siapa pun yang gagal masuk ke sebuah instansi atau perusahaan konvensional. Terbuka kesempatan bagi mereka yang ‘kalah’ duluan lantaran tidak memiliki keahlian atau pendidikan memadai.

Di bisnis MLM, siapa saja memiliki peluang yang sama mencapai jenjang karir tertentu. Tidak ada alasan bahwa yang memiliki ijasah sarjana akan menempati jenjang karir lebih tinggi dibanding lulusan SMA, SMP, SD, atau orang yang tidak pernah mengenyam pendidikan formal.

Bisnis MLM tidak butuh banyak teori. Hampir tidak ada bedanya antara mereferensikan sebuah film yang bagus dan MLM kepada teman. Apakah dibutuhkan suatu skill tersendiri untuk merekomendasikan sebuah film kepada teman?

Empat:

MLM memberikan nilai-nilai spiritual. Adalah suatu fakta, di masyarakat ada yang mengalami ‘kemiskinan rohani’. Miskin rohani. Padahal, adalah sebuah kenyataan bahwa setiap manusia butuh sehat bukan saja isi kantongnya, tetapi yang lebih penting segi rohaninya. Bila bisnis MLM dikerjakan dengan amal ibadah, seseorang akan mengalami kemerdekaan rohani.

Budaya bisnis MLM tidak membelokkan banyak orang dari nilai-nilai pribadinya atau membelokkan aspirasi seeorang untuk mengekspresikan bakatnya. Justru MLM memperkuat nilai-nilai pribadi dan mengembangkan aspirasi seseorang mengekspresikan bakatnya. MLM justru mendorong seseorang mengandalkan kekuatan fokus untuk mencapai impiannya.

Lima:

MLM membangun mentalitas. Adalah suatu fakta, di masyarakat ada yang mengalami ‘kemiskinan mental’. Miskin kepribadian. Di bisnis MLM selalu ada pendidikan mentalitas. Misalnya bagaimana sikap mentalitas positif ditanamkan. Bagaimana memberikan motivasi dan presentasi dengan tulus, tidak peduli kata orang, dengan demikian seseorang mempunyai mentalitas yang kokoh dan kuat.

MLM memberikan kesempatan untuk mengembangkan kepribadian serta meningkatkan rasa percaya diri. Distributor yang terlatih menghadapi berbagai rintangan akan membuat dirinya semakin tangguh. Rasa percaya dirinya semakin kuat.

Enam:

MLM memperkokoh tingkat emosional, adalah suatu fakta, di masyarakat ada yang mengalami ‘kemiskinan emosional’. Dari bisnis MLM seseorang bisa mengontrol emosi, karena bisnis ini membutuhkan kesabaran, keuletan, dan ketabahan sehingga emosi terkontrol.

Di MLM, orang dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi. Sebab, setiap saat distributor selalu bercerita, menjelaskan, dan memberikan presentasi tentang bisnis yang dijalankan. Seseorang yang tadinya pemalu dan tidak mempunyai kemampuan berbicara di depan umum, akan semakin mahir berbicara. Berbicara adalah pekerjaan sehari-hari distributor.

Tujuh:

MLM membangun kesehatan. Adalah suatu fakta, di masyarakat ada yang mengalami ‘kemiskinan kesehatan’. Miskin sehat. MLM mendorong para distributor mencapai ‘kemerdekaan kesehatan’, karena bisnis ini mengajak orang hidup sehat.

Delapan:

MLM meningkatkan persaudaraan. Adalah suatu fakta, di masyarakat ada yang mengalami ‘kemiskinan sosial’. Miskin relasi, teman, dan silaturahmi. MLM menjadi jembatan untuk mencapai ‘kemerdekaan sosial’, karena bisnis ini senantiasa menambah persaudaraan dan memiliki banyak teman.

Melalui bisnis ini MLM, seseorang dijamin tidak mengalami kemiskinan sosial. Bahkan, unsur tolong-menolong sangat kental di bisnis ini. Jangan heran bila sponsor dan orang yang disponsori menjadi saudara.

Sembilan:

MLM memberikan kebebasan waktu. Adalah suatu fakta, di masyarakat ada yang mengalami ‘kemiskinan waktu’. Ia terikat atau dibatasi waktu. MLM memberikan ‘kemerdekaan waktu’, karena bisnis ini memberikan kebebasan menggunakam waktu sesuka hati.

Bisnis MLM tidak memiliki deadline pada pukul berapa seseoranng harus mulai bekerja. Dalam dunia kerja konvensional, sebut saja entah itu pegawai negeri atau swasta, jam weker acap memberi peringatan : pukul sekian Anda harus mulai bekerja. Bisnis MLM berjalan tanpa jam weker!

Sepuluh:

MLM memberikan kesempatan pensiun. Adalah suatu fakta, di masyarakat ada yang mengalami ‘kemiskinan masa depan’. MLM memberikan kesempatan pensiun muda, kaya, dan sehat. Kesempatan pensiun muda dan kaya dimungkinkan melalui marketing plan dan support system. Sehat dimungkinkan melalui produk-produk berkualitas.

Kualitas produk MLM dijamin. Apabila tidak sesuai spesifikasi, uang dikembalikan. Ini menunjukkan bahwa MLM bukan perusahaan tipu-tipuan. Adanya produk yang dijual menunjukkan bahwa MLM merupakan sebuah bisnis murni.

MLM sebagai sebuah bisnis masa depan sulit dibantah. Kini banyak perusahaan-perusahaan raksasa yang melirik bahkan menganggap MLM sebagai alternatif yang sangat menguntungkan.

Menjadi distributor MLM bukan ilusi. Kalau sebuah ilusi, mengapa ada yang mencapai kebebasan finansial tanpa harus repot mendirikan perusahaan?

Bisnis MLM memamg memberikan alternatif bisnis sendiri. Nyatanya, untuk bergabung menjadi distributor MLM, peserta cukup memiliki uang pendaftaran yang tidak terlalu mahal. Pengeluaran ini sekedar pengganti biaya formulir, pembuatan kartu anggota, serta penggantian ongkos cetak brosur dan leaflet. Sesudah itu, untuk menjalankan bisnisnya, ia membeli produk sebagai sampel berjualan atau dikonsumsi sendiri. Ia tidak perlu mengeluarkan modal sebesar menderikan sebuah perusahaan.

Menaklukkan Konsumen Skeptis

Merebut sepotong kapling di benak konsumen adalah pekerjaan rumit. Tapi di tangan seorang Hypnosis In Selling, perkara menjual bukan lagi masalah. Mereka tinggal membidik target pasar, lalu menggiring prospek untuk melakukan aksi pembelian tanpa paksaan.
Pakar marketing Philip Kotler pernah mengungkapkan sepuluh dosa pemasaran (2004). Dosa-dosa itu kini dapat dibasuh melalui kemampuan “Hypnosis In Selling”, sebuah solusi menaklukkan konsumen.
“Hypnosis In Selling”, karya Johanes Lim, bukan ilmu gaib, juga bukan tipuan, karena metodologinya dapat dipertanggungjawabkan tanpa merugikan atau menyakiti target prospek. Melalui kemampuan “Hypnosis In Selling” dengan dukungan personal power dan selling skill, seorang marketer dapat mengubah mindset calon konsumen, membuat perkara menjual menjadi persoalan gampang.
Sebelum melancarkan “Hypnosis In Selling”, ditegaskan, hak pertama dan utama untuk menjual secara persuasif adalah membangun kepercayaan diri, perusahaan, produk, dan pelanggan. Selebihnya, seorang penjual tinggal mentranfer kepercayaan itu kepada prospek melalui teknik Fast Track Selling Technique atau Hypnosis, baik secara terang-terangan maupun tersembunyi.
Hal kedua adalah mengembangkan “Positive Money Mindedness”. Tujuannya agar Sales Person mempunyai basic belief system yang mengacu kepada “Prosperty Consciousness” atau kesadaran akan kemakmuran. Bentuk kesadaran ini, antara lain, percayalah bahwa uang itu netral, tidak baik maupun jahat, tidak rohani maupun duniawi. Percayalah bahwa menjadi sukses dan kaya adalah baik, enak, dan membahagiakan, karena dengan mempunyai banyak uang akan bisa lebih bebas memanfaatkannya untuk pengembangan diri, keluarga, dan orang banyak. Percayalah bahwa hidup miskin dan marginal tidaklah berkaitan dengan tingkat kerohanian seseorang. Pecayalah bahwa tidaklah benar apa yang dikatakan orang bahwa “Tuhan mencintai orang miskin dan membenci orang kaya”, karena urusan Tuhan dan sorga bukanlah urusan kaya atau miskin, melainkan persoalan amalan ibadah dan iman.
Menghadapi Prospek Skeptis
Bagi sebagian orang, menjual itu memamg gampang. Selling skills mengajarkan, jika menghadapi prospek skeptis, orang perlu menyakinkannya dengan proof source. Bentuknya bisa berupa literatur, kesaksian pihak ketiga, demo produk, atau kalau perlu mencobanya sendiri. Tujuannya agar prospek percaya dan kemudian membeli. Tapi masalahnya, “Bagaimana jika tidak mempunyai proof source yang adekuat untuk menyakinkan prospek? Atau, lebih parah lagi, prospek tetap tidak percaya, sekalipun kita telah menunjukkan berbagai proof source relevan?”
Lim yang pernah mempelajari Hypno Therapy selama tiga tahun di New Zealand mengatakan, ketika selling skills biasa tidak lagi bisa menyakinkan prospek, diperlukan cara khusus, yakni teknik hipnosis untuk menundukkan prospek.
Lim menyakinkan, hipnosis tidak melulu berkonotasi negatif, sejarah mencatat, hipnosis juga efektif untuk mengatasi kebiasaan atau perilaku buruk, seperti makan berlebihan, merokok, atau kecanduan alkohol. Kekuatan hipnosis dapat pula digunakan untuk menyembuhkan penyakit dan gangguan kesehatan yang berasal dari pikiran, termasuk untuk meningkatkan citra diri, pemalu, gugupan, mudah putus asa, atau trauma psikologis. Bahkan untuk keadaan dan orang tertentu, teknik hipnosis bisa dipergunakan untuk mengubah mental miskin menjadi mental kaya, mental gagal menjadi mental sukses.
Lim telah mendemonstrasikan “Hypnosis In Selling” melalui seminar publik sedikitnya 37 angkatan, belum termasuk Inhouse Training di pelbagai perusahaan. Peserta seminar atau training telah merasakan kedahsyatan dan efektifitasnya.
Cara kerja “Hypnosis In Selling”, dimulai dengan asumsi bahwa manusia adalah makhluk emosional. Contohnya, jarang sekali kaum pria membeli semata-mata karena alasan teknis, termasuk ketika membeli mobil. Alasan spesifikasi teknik hanyalah bagian kecil dari motif dominan pria, seperti gengsi dan kebanggaan dalam mengendarai mobil, kenyamanan, keterjangkauan biaya pembelian, dan perawatan.
Karena manusia adalah makhluk emosional, jika ingin mempengaruhi orang agar bertindak sesuai keinginan, syaratnya adalah menyentuh kepentingan emosional orang tersebut. “Cara mempengaruhi pikiran prospek agar percaya dan menuruti keinginan pembeli ialah dengan cara berbicara untuk kepentingan pembeli.” Tulis Lim.
Asumsi berikut, kebanyakan orang memandang dunia sekitar berdasarkan tiga sudut pandang, yakni visual, auditoris, dan kinestetik. Orang tipe visual biasanya berbicara cepat, sering menggerak-gerakkan tangan, dan jika berpikir sering mengarahkan matanya ke atas. Perbendaharaan katanya sering terdengar : “Saya akan melihat buktinya terlebih dahulu…, wait and see…, kelihatannya…, terlihat…, lihatlah…”
“Untuk mempengaruhi pikiran orang tipe visual agar percaya dan menyukai Anda, maka Anda pun harus menempatkan diri seperti orang tipe visual, sekalipun mungkin Anda bukan orang tipe visual. Jika Anda mempunyai brosur atau contoh produk, perlihatkanlah kepadanya sambil berkata : ‘Lihatlah, betapa indah desainnya. Lihat juga betapa serasi kombinasi warnanya!’ Atur kecepatan suara Anda agar menyerupai kecepatan suara prospek. Juga gerak-gerakkan tangan Anda ketika berbicara seperti prospek,” papar Lim
Orang tipe auditoris biasanya berbicara dengan kecepatan sedang, agak berirama dengan nada melodik. Ia sering menggunakan gerak tubuh dan pendangan matanya ke arah kanan-kiri. Sering mengucapkan kata-kata : “Saya mendengarkan…, kedengarannya…, terdengar…, dengarlah…”
“Untuk mempengaruhi orang tipe auditoris agar percaya dan menyukai Anda, maka Anda pun harus menempatkan diri seperti orang tipe auditoris. Jika Anda sedang menjual mobil, hiduplah mesin mobil sambil berkata : ‘Dengarlah, betapa halus suara mesinnya, nyaris tidak terdengar!’ Atau jika menjual perangkat sound-system, pilihlah demo kaset atau CD yang indah, sambil berkata : ‘Dengarlah, betapa jernih suara agar menyerupai suara prospek,” tutur Lim.
Orang tipe kinestetik biasanya berbicara lambat, detail, dan cenderung mengarahkan kepalanya ke bawah ketika berbicara. Ia sering membicarakan apa yang dirasakannya : “Saya merasa…, rasanya…, terasa…, rasakan…”
“Untuk mempengaruhi pikiran orang tipe kinestetik agar percaya dan menyukai Anda, maka Anda pun harus menempatkan diri seperti tipe kinestetik. Jika mempunyai brosur atau contoh produk, berikanlah kepadanya agar disentuh atau dipegang sambil berkata : ‘rasakanlah sendiri, betapa lembutnya bahan kain ini!’ Atur kecepatan suara prospek, lambat dan detail,” imbuh Lim.
Cara lain untuk mempengaruhi pikiran dan perilaku prospek agar percaya dan mengikuti keinginan penjual adalah dengan cara menyerupakan atau meniru cara prospek berperilaku. Pertama, cara bernafas. Perhatikanlah cara prospek bernafas, dan ikutilah iramanya. Jika ia menarik nafas, Anda pun menarik nafas. Ketika ia menghembuskan nafas, Anda pun demikian. Tujuannya agar Anda mempunyai ritmik dan kadar emosi yang sama dengannya.
Kedua, cara berbicara. Perhatikan dan ikuti caranya berbicara. Jika ia berbicara lembut, Anda oun harus berbicara lembut, Anda pun harus berbicara lambat. Jika ia beraksen daerah tertentu, sebisanya ikutilah aksennya. Bahkan jika Anda menguasai dialeknya, pergunakanlah dialek tersebut. Jika tidak, sekurang-kurangnya pergunakanlah sepatah dua patah kata dari dialek tersebut. Jika ia sering menggunakan kosakata tertentu, misalnya, “Well, basicly…,” maka Anda pun perlu mengikutinya dengan sering mengucapkan, “Well, basicly..” Anda menyerupai dirinya.
Ketiga, bahasa tubuh. Karena bahasa tubuh mencerminkan emosi seseorang, dan merupakan refleksi dari pikiran bawah sadar, maka jika Anda bisa mengamati dan mengikutinya, maka pikiran bawah sadar prospek akan merasa bahwa Anda adalah juga cerminan dirinya, sehingga akan segera merasa akrab dan cocok. Jika prospek sering mengusap-usapkan tangannya ke dagu ketika berbicara, maka Anda pun sering berperilaku demikian. Atau jika ia selalu menyandarkan siku tangannya di meja ketika berbicara, sambil memiringkan arah tubuhnya; maka sebisanya Anda pun berperilaku demikian; atau jika prospek sering membersihkan kukunya sambil berbicara, Anda pun berperilaku demikian; sehingga sepertinya prospek sedang melihat pantulan dirinya dicermin.
Membawa Pulang Transaksi
Kesuksesan menjual pertama-tama ditentukan oleh ketepatan memilih Target Prospect, yakni calon pembeli potensial. Jika prospek tidak mampu membeli, maka bagaimanapun hebatnya manfaat produk atau ketrampilan si penjual, semua itu tidak ada gunanya. Salesman tidak akan membawa pulang transaksi!
Lantas, apa yang harus dilakukan? Jauh hari sebelum salesman mengunjungi seorang prospek, maka ia terlebih dahulu membuat Sales Visit Planning yang telah mengkalkulasi berbagai kemungkinan dan analisa potensi, minat beli, serta ketepatan waktu kunjungan terhadap setiap Target Prospect.
Seorang tenaga penjual, menurut hemat Lim, bisa mendapat delapan transaksi dari setiap sepuluh sales interview. Syaratya, sebagai seorang marketer, jangan berperilaku seperti Order Taker, atau Sales Informan, atau Customer Service! Tugas marketer adalah menjual! Menciptakan penjualan! Dan bukan hanya melaksanakan tugas penjualan!
Laksana mantra, “Hypnosis In Selling”, mengajak marketer agar mengubah daya dan kebiasaan menjual menjadi seragam. Pertama, berorientasi kepada persepsi dan kepentingan prospek/pelanggan. Kedua, berorientasi kepada manfaat produk/jasa dan bukan kepada spesifikasi. Ketiga, memulai dan menjalani sales interview dengan banyak bertanya, banyak mendengar, dan banyak memberi solusi, dan bukan banyak bicara! Keempat, pantang menyerah! Anda harus bertanya sampai menemukan “hidden needs” atau “hidden problem”, serta mengatasinya dan mengubahnya menjadi transaksi! Kelima, sekalipun prospek berkelit dan berdalih demi apa pun, Anda tidak boleh berhenti bertanya, sampai prospek memberikan jawaban final: membeli!
Di luar alasan tidak punya uang, seorang marketer harus mencari tahu mengapa prospek tidak mau membeli, dan bagaimana cara mengubahnya agar membeli. Jika prospek memamg tidak lagi prospektif, maka hapuslah ia atau mereka dari Prospects List. Jangan buang waktu! Jangan buang energi! Jangan buang uang!

Sumber : Yulius P Silalahi

Nggak FOKUS = GAGAL

Saya banyak sekali teman yang mempunyai bisnis berbasis MLM lebih dari satu, jika jumlahnya 2 masih cukup wajar, tapi jika sudah lebih dari dua atau bahkan hampir setiap bulan nambah bisnis baru maka cara yang dilakukan tersebut akan sangat beresiko. Berbisnis MLM atau network marketing diperlukan loyalitas dalam periode waktu tertentu, hal tersebut untuk menjaga hubungan antara upline dengan downline. Hubungan tersebut jika bisa dibangun terus dari waktu ke waktu maka lama kelamaan kinerja team akan sangat padu dan synergi, karena akan terbentuk visi dan misi yang sama

Untuk fokus diperlukan kekuatan untuk tetap bertahan, tetap mensupport jaringan. Coba anda bayangkan jika anda mempunyai upline ternyata sudah menjalankan bisnis lain? bagaimana perasaan anda? tentu kecewa.... dan ingin keluar dari posisi anda saat ini. Walau secara perjanjian tidak ada keharusan bahwa upline kita tidak boleh menjalankan bisnis lain.

Bisnis baru belum tentu bagus, jangan mudah tergiur dengan jargon-jargon yang sangat mudah, income berlimpah, jadi leader, jadi yang pertama, dll

Ingat, menjadi leader tidak harus yang pertama. Jika anda jadi yang pertama tapi terus menerus keluar masuk berbagai bisnis berarti anda bukan leader. Istilah leader yang tepat justru terletak pada jiwa dan komitmennya terhadap bisnis dan jaringannya bukan pada posisinya

Banyak sekali pebisnis online jatuh karena tidak fokus, mengerjakan setengah-setengah dan keluar, cari bisnis baru lagi, dan begitu seterusnya, yang pada akhirnya akan berputar-putar dalam posisi tersebut yakni posisi awal atau step pertama orang menjalankan bisnis. Pada posisi tersebut biasanya orang banyak menghabiskan waktu dan uang

Jika anda ingin sukses, persempit/perpendek step tersebut, segera cari bisnis yang pas buat anda, segera temukan dan jalankan dengan serius. Menjalankan bisnis dengan serius tidak harus dengan waktu yang lama, cukup dengan 1-2 jam saja minimal 2 hari sekali, dan terus kerjakan disela sela waktu luang anda. Langkah berikutnya adalah Bertahan, tapi bukan bertahan dengan duduk diam, melainkan bertahan dengan terus belajar, terus mencari terobosan, dan terus meningkatkan kemampuan sesuai dengan karakter bisnis yang anda jalani

Langkah berikutnya yakni Penuhi Target, dalam bisnis apapun tentu ada target pencapaian, misal 1 bulan rekrut 1 orang atau 1 bulan jual 1 barang, disesuaikan dengan kemampuan dan waktu anda

Langah terakhir yakni Melakukan Evaluasi, anda harus evaluasi setiap langkah yang telah anda lakukan, perbaiki dan terus perbaiki caranya bisa beraneka ragam, dari membaca buku, ebook, konsultasi dengan upline, aktif di mailist/forum, dll

Sekali lagi kunci sukses anda yang pertama adalah FOKUS, FOKUS, FOKUS, FOKUS, dan FOKUS

Selamat Mencoba

10 Kesalahpahaman tentang Sukses

Kesalahpahaman 1
Beberapa orang tidak bisa sukses karena latar belakang, pendidikan, dan lain-lain.
Padahal, setiap orang dapat meraih keberhasilan. Ini hanya bagaimana mereka menginginkannya, kemudian melakukan sesuatu untuk mencapainya.

Kesalahpahaman 2
Orang-orang yang sukses tidak melakukan kesalahan.
Padahal, orang-orang sukses itu justru melakukan kesalahan sebagaimana kita semua pernah lakukan Namun, mereka tidak melakukan kesalahan itu untuk kedua kalinya.

Kesalahpahaman 3
Agar sukses, kita harus bekerja lebih dari 60 jam (70, 80, 90...) seminggu.
Padahal, persoalannya bukan terletak pada lamanya anda bekerja.
Tetapi bagaimana anda dapat melakukan sesuatu yang benar.

Kesalahpahaman 4
Anda hanya bisa sukses bila bermain sesuatu dengan aturan.
Padahal, siapakah yang membuat aturan itu? Setiap situasi membutuhkan cara yang berbeda. Kadang-kadang kita memang harus mengikuti aturan, tetapi di saat lain andalah yang membuat aturan itu.

Kesalahpahaman 5
Jika anda selalu meminta bantuan, anda tidak sukses.
Padahal, sukses jarang sekali terjadi di saat-saat vakum.
Justru, dengan mengakui dan menghargai bantuan orang lain dapat membantu keberhasilan anda. Dan, sesungguhnya ada banyak sekali orang semacam itu.

Kesalahpahaman 6
Diperlukan banyak keberuntungan untuk sukses.
Padahal, hanya dibutuhkan sedikit keberuntungan.
Namun, diperlukan banyak kerja keras, kecerdasan, pengetahuan, dan penerapan.

Kesalahpahaman 7
Sukses adalah bila anda mendapatkan banyak uang.
Padahal, uang hanya satu saja dari begitu banyak keuntungan yang diberikan oleh kesuksesan. Uang pun bukan jaminan kesuksesan anda.

Kesalahpahaman 8
Sukses adalah bila semua orang mengakuinya.
Padahal, anda mungkin dapat meraih lebih banyak orang dan pengakuan dari orang lain atas apa yang anda lakukan. Tetapi, meskipun hanya anda sendiri yang mengetahuinya, anda tetaplah sukses.

Kesalahpahaman 9
Sukses adalah tujuan.
Padahal, sukses lebih dari sekedar anda bisa meraih tujuan dan goal anda.
Katakan bahwa anda menginginkan keberhasilan, maka ajukan pertanyaan“atas hal apa?"

Kesalahpahaman 10
Saya sukses bila kesulitan saya berakhir.
Padahal, anda mungkin sukses, tapi anda bukan Tuhan.
Anda tetap harus melalui jalan yang naik turun sebagaimana anda alami di masa-masa lalu. Nikmati saja apa yang telah anda raih dan hidup setiap hari sebagaimana adanya.

(diadaptasi dari“The Top 10 Misconceptions About Success", Jim M. Allen. CoachJim.com)

Tukang Becak Berpenghasilan 9 juta/bln

Sumber: Wirausaha&Keuangan, Edisi 54/2007

Coba kita lupakan segenap teori canggih dunia marketing maupun teori tentang punya bisnis sendiri. Sementara banyak orang yang masih harus bergelut dalam kesibukan marketing/kesibukan bisnis setiap hari setelah 10 tahun bekerja atau berbisnis, mari kita simak kisah ilustrasi seorang tukang becak tamatan SD yang sudah mencapai ”financial freedom setelah bekerja hanya + 5 Tahun saja, dengan ”pasif income” Rp9 juta/bulan. Ikuti jalan aliran bisnisnya.

Becak pertama. Seorang tukang becak motor berpenghasilan bersih Rp60 ribu/hari. Biaya hidupnya + Rp30 ribu. Lalu ia berjuang untuk konsisten menabung Rp30 ribu/hari. Dalam tempo 400 hari, ia mampu membeli becak kedua yang harganya Rp12 juta/unit. Becak kedua, ia sewakan dengan tarif Rp30 ribu/hari. Sekarang ia bisa menabung Rp60 ribu/hari. Dalam tempo 200 hari ia mampu membeli becak ketiga. Begitu seterusnya ia lakukan dalam mengelola bisnisnya, hingga ia mampu membeli becak ke sepuluh dan ia pensiun. Kini ia menikmati penghasilan Rp300 ribu/hari, atau Rp9 juta/bulan. Jika ditotal semua usahanya tsb hanya dicapai dalam tempo 3,2 tahun saja. Ini LOGIS dan bisa TERJADI.

Sekarang bandingkan dengan banyak profesional tamatan S1 ataupun S2, atau bandingkan dengan para pengusaha yang masih harus bergelut dengan kesibukan mencari nafkah setiap hari. KONTRAS SEKALI bukan.

Ternyata kunci suksesnya terletak pada bagaimana kita mampu menduplikasi bisnis. RAHASIANYA: jalankan bisnis yang mudah diduplikasikan, dan tidak perlu keterlibatan kita secara penuh dalam bisnis tersebut. Contoh: ikuti bisnis franchise yang berpotensi, beli asset lalu sewakan asset tsb, dsb.

Bayangkan seorang marketer jenius/pebisnis jenius sekalibur Schultz (ia baru dijuluki jenius setelah sukses, tetapi saat pertama kali menawarkan ide bisnis menjual secangkir kopi seharga puluhan ribu rupiah, ia diteriaki gila dan ditolak ratusan orang). Kini hasilnya luar biasa, kedai kopi pertama (Starbucks) yang dibangun Schultz tahun 1985, menjelma menjadi lebih dari 10.000 lebih toko di tahun 2007, dan tersebar di seluruh dunia. Dan terus berlipat ganda setiap tahun sampai sekarang. ANDA pun BISA.

JOIN NOW !!!

Harga Sebuah Keajaiban

Seorang gadis kecil masuk ke kamar tidurnya dan mengeluarkan sebuah toples dari tempat persembunyiannya. Dia menumpahkan uang receh dari toples itu ke lantai dan menghitungnya dengan teliti. Tiga kali dia hitung, jumlahnya harus benar. Tidak boleh ada kesalahan. Perlahan-lahan dimasukannya kembali uang itu kedalam toples dan menutup tutupnya, dia melangkah keluar dan berjalan ke sebuah toko ‘Rexall’’ yang memiliki gambar kepala suku Indian diatas pintunya. Dia menunggu dengan sabar untuk mendapat perhatian dari ahli farmasi disana, tetapi laki-laki itu sangat sibuk saat itu. Tess menjejak-jejakan kakinya untuk membuat suara gaduh, tidak ada reaksi. Dia mengeluarkan suara yang menjijikan dari tenggorokannya. Tidak ada hasil.

Akhirnya dia mengambil seperempat dari toplesnya dan membuangnya di kaca counter. Berhasil!!

“Apa yang kamu inginkan?” tanya sang ahli farmasi dengan suara yang kurang bersahabat. Saya sedang berbicara dengan saudara saya yang datang dari Chicago dan kami belum pernah bertemu selama bertahun-tahun, dia berbicara terus tanpa menunggu jawaban dari pertanyannnya sendiri.

”Hmmm.. Saya ingin berbicara dengan anda ttg kakak saya” Tess menjawab dengan suara yang kurang bersabahat juga. Dia benar-benar sedang sakit.. dan Saya ingin membeli sebuah keajaiban.

“Maaf, kamu bilang apa?” tanya sang ahli farmasi tsb.

Kakak saya bernama Andrew, ada sesuatu yang tumbuh di kepalanya, dan ayah saya bilang hanya keajaiban yang bisa menyelamatkannya. Jadi… berapa harga sebuah keajaiban?

Kami tidak menjual keajaiban disini, gadis kecil, Maaf, saya tidak bisa membantu, kata sang ahli farmasi dengan lembut.

Tolonglah dengarkan, saya punya uang untuk membelinya, jika ini tidak cukup saya akan kembali untuk mengambil kekurangannya. Beritahu pada saya berapa harganya.

Aahli farmasi tersebut seorang yang berpakaian rapi. Dia menatap gadis kecil itu dan bertanya, keajaiban apa yang kakak kamu butuhkan?

“Saya tidak tahu” Tess menjawab dengan air mata berlinangan. Saya hanya tahu bahwa dia benar-benar kesakitan dan Ibu bilang dia harus dioperasi. Tetapi ayah bilang dia tidak mampu membayar biaya operasi itu, makanya saya akan memakai uang saya.

”Berapa uang yang kamu punya?” Tanya lelaki tersebut

”Satu dollar 11 cents”, jawab Tess dengan gugup.
”Itu smua uang yang saya punya, tetapi saya bisa carikan jika memang dibutuhkan”

”Wah, kebetulan sekali,” lelaki tersebut tersenyum. “Satu dollar 11 cents, harga yang pas utnuk sebuah keajaiban untuk seorang kakak.

Dia mengambil uang dari gadis kecil tsb dan merangkul gadis itu ambil berkata, “antarkan saya ke rumah mu. Saya ingin melihat kakak kamu dan berjumpa orang tuamu”. Kita lihat, jika Saya punya keajaiban yang dibutuhkan kakak kamu.

Lelaki tersbut bernama Dr.Carlton Amstrong, seorang ahli bedah syaraf.

Operasi telah berhasil dilaksanakan tanpa biaya apapun dan Andrew bisa kembali ke rumah. Orang tua mereka bahagia sekali dan membicarakan kejadian itu.

“Ahli bedah itu, bisik sang Ibu, “dia adalah Keajaiban. Saya benar-benar tidak tahu berapa harganya?”

Tess tersenyum. Hanya dia yang tahu bahwa 1 Dollar dan 11 cents harganya.. ditambah keyakinan dari dirinya.”

MEMBERI PELAYANAN TERBAIK


Saat kita berada di rumah makan, kita akan bertemu dengan pramusaji. Saat kita berada di department store, kita akan bertemu dengan Sales Promotion Girls, Saat kita berada di hotel, kita akan bertemu dengan resepsionis, bell boy, house keeper sampai security. Saat kita berada di kantor, kita akan bertemu dengan office boy. Saat kita berada di suatu tempat, maka kita akan berada dalam sebuah zona …

Melayani dan Dilayani

Apa yang kita harapkan dari sebuah pelayanan? Tentu saja sebuah kesempurnaan pelayanan yang baik.Saat kita didatangi pramusaji yang dengan ramah menyambut kedatangan kita … lalu mencarikan tempat duduk yang nyaman sesuai dengan keinginan kita … menempatkan kita pada meja yang bersih dan tertata rapi … menyodorkan menu dan memberikan informasi tentang menu … mengulang catatan pesanan … mengantarkan kita ke toilet … menyediakan alat makan yang cukup, serbet yang bersih, kecepatan pemenuhan pesanan dan selalu siap bila ada permintaan kita yang mendadak berkaitan dengan menu … mengantarkan bill dengan sopan dan akhirnya mengantar kita keluar sambil menyapa ramah … apa yang terlintas dalam benak kita? Kita akan datang lagi ke rumah makan itu, bukan hanya karena kelezatan makanan atau kenyamanan restoran, tetapi juga karena keramahan pelayanan. Juga bila kita mendapatkan pelayanan terbaik di sebuah department store, hotel, bengkel, tempat cuci mobil, tempat wisata, kantor kecamatan dan lokasi area pelayanan publik yang lain. Sebuah ingatan terbaik atas hasil terbaik yang kita peroleh dan kita akan menjadi pelanggan seumur hidup untuk tempat-tempat itu. Memberikan sebuah pelayanan terbaik dilandasi dengan :

Ketulusan

Sebuah penerimaan pelayanan yang tulus, tidak dibuat-buat serta apa adanya akan memberikan aura positif bagi orang yang akan dilayani. Mereka akan memahami, apakah pelayanan itu diberikan dengan tulus atau dibuat-buat. Senyum tersungging dengan pancaran mata ceria dan gerak tubuh yang luwes serta hati yang tulus akan dengan mudah dirasakan oleh orang yang kita layani

Informatif

Orang yang kita layani akan mengharapkan sebuah informasi yang lengkap atas hal-hal yang akan diperolehnya. Pemberian informasi yang lugas, jelas dan apa adanya akan membuat orang yang kita layani dapat segera mengambil keputusan, terus berada di tempat itu karena akan mendapatkan hal yang diperoleh atau tetap berada di tempat itu karena informasi yang apa adanya, meski mereka tidak mendapat seluruh hal yang diinginkan tetapi mereka merasa dihargai dengan kemudahan dan kejujuran informasi yang mereka terima

Total

Memberikan pelayanan tidak boleh setengah-setengah, kita harus memberikan pelayanan secara integral, menyeluruh dan total. Keseluruhan pelayanan saat orang yang kita layani datang sampai mereka meninggalkan lokasi kita harus kita berikan secara maksimal. Mereka akan mengetahui apakah kita benar-benar melayani sebagai sebuah bentuk pelayanan diri atau karena tuntutan aktifitas. Menyatukan diri dengan aktifitas akan membuat kita memberikan pelayanan yang menyeluruh

Menerima dan Menindaklanjuti Komplain

Tidak semua totalitas pelayanan kita dapat diterima oleh pelanggan kita, ada kalanya mereka masih merasa tidak puas atas apa yang sudah mereka terima. Tanyakan keberatan-keberatan mereka dan bila kita adalah pengambil keputusan, segera beri suatu tindakan untuk menjawab keberatan itu. Bila kita bukan pengambil keputusan, catat keberatan mereka – nama dan alamat mereka, segera ajukan kepada atasan untuk menindaklanjuti

Tanyakan Namanya dan sebutkan

Saat pelanggan datang, segera cari tahu namanya. Sebutkan nama itu dengan tulus saat berhubungan dengan mereka, mereka akan mendapatkan kesan yang luar biasa. Ingat, seseorang akan bangga bila namanya disebut saat berkomunikasi dengan orang lain. Bila memungkinkan kita perlu juga mendapatkan informasi detail tentang mereka, misalnya pekerjaan, keluarga, alamat, tanggal lahir, agama/kepercayaan dan kesenangan mereka. Pada momen-momen tertentu yang berkenaan dengan informasi tersebut dan kita memberikan ucapan sederhana, mereka akan terkesan dan merasa mendapatkan penghargaan tertinggi. Memberikan pelayanan kepada orang lain memerlukan sebuah keyakinan, semangat, kegembiraan, kejujuran dan ketulusan untuk menghasilkan sesuatu yang positif.

Kiat Sukses Distributor MLM Miliki Impian dan Tujuan Jelas

Investor biasanya membutuhkan waktu lama agar menjadi cukup canggih untuk menyadari betapa sederhananya investasi (Peter di Teresa).
Segala sesuatu dimulai dari sebuah impian. Impian mendorong Anda bertindak mencapai tujuan. Itu sangat jelas dan Anda hanya tinggal mengejar.
Bagaimana pesawat terbang ditemukan? Mulai dengan sebuah impian. Bola lampu ditemukan karena sebuah impian. Kehidupan akan hampa tanpa sebuah tujuan berarti. Anda belajar mati-matian karena mengharapkan nilai bagus agar mendapatkan pekerjaan yang menjamin terwujudnya impian Anda.
Tidak ada perwujudan, tidak ada tindakan tanpa sebuah impian. Impian harus kuat karena di luar Anda, banyak pencuri impian yang siap menggerogoti, yaitu sahabat, keluarga, pacar dan siapapun yang tidak mempercayai tujuan Anda. Demikian disampaikan Van Nistains dalam bukunya berjudul Multi Level Marketing Plus. Dia juga mengatakan pencuri impian sesungguhnya adalah orang yang paling baik di dunia. Namun, mereka tidak ingin melihat Anda gagal. Mereka akan mengangkat topi ketika tujuan Anda tercapai. Lakukan dan kejar impian Anda. Dia menunggu untuk Anda dapatkan.
Rencana baik memudahkan Anda bertindak. Anda lebih leluasa memilih yang harus didahulukan. Ketika membuat sebuah daftar, Anda melakukannya dengan lebih terarah dan bisa membuat rencana mulai dari bulan pertama bergabung. Anda mengetahui apa yang harus dilakukan, apa yang ingin diperoleh, dan siapa yang ingin ditemui. Kemudian, apa rencana Anda 3 bulan, 6 bulan, 1 tahun, 2 tahun dan 3 tahun berikutnya? Maksimalkan rencana kecil Anda untuk sebuah rencana besar.
Coba Anda keluar rumah dan bertanya kepada seorang tukang sampah. “Pak, Anda ingin kaya?” Tukang sampah itu ingin kaya. Namun, dia hanya ingin kaya tetapi tidak bertindak. Orang-orang sukses selalu bertindak dan tidak membiarkan diri terkungkung kemalasan. Kita semua menginginkan kekayaan dan kebebasan. Namun apakah kita semua bertindak ke arah sana?
Van Nistains menemukan seorang pemasar MLM dengan antusias berucap, “Saya pasti sukses.” Kenyataannya, kata Nistains, dia tidak bertindak. Nol besar adalah hasil yang dia peroleh. Nistains pun menemukan distributor paling malas bertindak walaupun dia tahu kekuatan dan potensi usahanya. Sebagian besar dari kita adalah orang-orang yang senang menikmati zona kenyamanan.
Berani Gagal
Dokter kandungan menarik Anda dari kandungan ibu dan mengguncang dengan memegang dua kaki Anda. Anda menangis dengan girang karena telah terahir ke dunia. Sang ibu yang melahirkan Anda menangis bahagia, sedangkan ayah tersenyum sambil memeluk ibu dan bersyukur karena Anda telah lahir dengan selamat. Dokter kemudian menepuk pantat Anda dan perawat memandikan Anda dengan air hangat, mereka kemudian memberi Anda pakaian dan memakaikan popok.
Saat berusia sekitar enam bulan, Anda mulai belajar merangkak dan pada usia sepuluh bulan, Anda mulai belajar berjalan. Kali pertama belajar, Anda mencoba berdiri, tetapi jatuh. Anda mencoba lagi dan masih jatuh. Anda berusaha sekali lagi. Saat ini Anda mulai bisa melangkah, tetapi lagi-lagi terjatuh. Anda tidak berhenti dan terus mencoba karena tertantang.
Lalu mengapa ketika bayi, Anda berani jatuh dan bangkit kembali, sedangkan saat dewasa tidak? Mengapa waktu kecil Anda berani bermimpi dan setelah dewasa, impian hilang? Kita semua pernah menjadi anak kecil dan semua orang pernah gagal. Berani dan mampukah Anda menggali semangat bangkit dari kegagalan? Jawabannya : ya, Anda pasti mampu.
Banyak pemasar MLM mundur di tengah jalan dan menganggap diri mereka pecundang, bahkan beberapa di antaranya MLM (Masuk Langsung Mati). Mereka berfikir penolakan adalah neraka bagi jiwa sehat.
Dua orang politikus busuk dipenjara atas kejahatan korupsi bernilai miliaran rupiah. Keduanya berada di kamar yang sama di sebuah pulau kecil di Samudra Hindia. Pada malam hari yang terang. Kedua sahabat ,melihat ke luar jendela yang kebetulan dibatasi terali besi. Satu orang melihat cahaya terang bulan karena memamg demikian, sedangkan yang lainnya melihat jendela yang dibatasi terali besi. Antara kedua politikus busuk, mana yang menurut Anda berfikir positif?
Kehidupan terdiri atas dua unsur yaitu yin dan yang, positif dan negatif, kegagalan dan kesuksesan. Tergantung sudut pandang kita mau melihat dari sudut mana, positif atau negatif. Kegagalan selalu dekat dengan manusia. Masalahnya, apakah kita bersikap positif terhadap kegagalan?
Orang yang bersikap positif lebih menikmati kehidupan. Dalam masyarakat, kita banyak menemukan keluarga kecil sederhana yang rukun dan hampir tidak bermasalah. Kita menemukan pula orang kaya yang serba berkelimpahan, hidup dalam tekanan besar. Orang membutuhkan sikap positif untuk menerima kenyataan hidup.
Kesuksesan sesungguhnya adalah bisa berbagi dengan banyak orang serta mensyukuri rahmat dan karunia rahmat dan karunia yang dilimpahkan Tuhan. Semua agama mengajarkan kita untuk selalu bersyukur. Dunia bersifat sementara dan tidak ada yang kekal. Kita tidak tahu kapan akan dipanggil Sang Pencipta. Dengan bersyukur, kita bisa menjalani kehidupan lebih nikmat. Tuhan tidak menutup mata pada usaha dan kerja keras. Anda akan memperoleh banyak kelimpahan ketika karya Anda berkenan di hadapan-Nya.
Sumber : SUKSES, Edisi September - Oktober 2007

9 Kualitas di MLM

Ada sembilan kualitas yang mesti dikembangkan jika anda berprofesi sebagai pebisnis di Multi Level Marketing. Mudah-mudahan beberapa bagian atau bahkan semuanya telah anda miliki. Menurut Randy Gage, pakar Multi Level Marketing, menjadi seorang leader yang mahir menduplikasi, kesembilan kualitas ini seyogyanya sudah sering dilatih.
Untuk mengembangkan jaringan, kenali dan biasakan bekerjasama dengan seluruh rekan kerja yang sama-sama memiliki komitmen. Berikut sembilan kualitas yang digulirkan Randy Gage :
1. Gunakan Semua Produk
Maksudnya, jika perusahaan mempunyai suatu produk, Anda tak lagi cenderung ke produk sejenis yang dikeluarkan perusahaan lain. Pelaku MLM sejati tak pernah membeli produk lain selain dari perusahaan tempatnya berbisnis, entah karena alasan keuntungan penjualan, kepuasan rasa, dan sebagainya. Mengakui bahwa semua produk tersebut memang sesuai. Tak lupa, bisa menceritakan dengan baik dan penuh semangat kepada prospek.
2. Mengembangkan Sebuah Grup Konsumen
Keberhasilan bertransaksi menghadirkan kesetiaan, konsumen atau downline akan senantiasa membeli produk Anda selaku distributor tunggal. Meski sebagian besar mengambil benefit, selain membeli produk juga ikut bergabung, tapi ada pula yang tak tertarik bergabung. Yang disebut terakhir, merupakan grup konsumen yang mesti dijaga kelestariannya.
3. Membuat Presentasi Reguler
Layaknya bisnis lain, Multi Level Marketing memerlukan langkah tindakan yang konsisten. Salah satu yang terpenting yakni melakukan presentasi reguler. Mengadakan tiga atau lima kali, atau tujuh sampai sepuluh jam presentasi setiap minggu. Seiring membengkaknya jumlah jaringan, Anda semakin giat meningkatkan jumlah tersebut.
Jika Anda termasuk yang menekuninya fulltime, jumlah presentasi akan naik menjadi lima sampai delapan kali presentasi. Tentu saja, tak semua dari hasil presentasi akan memunculkan prospek baru yang kemudian Anda rekrut secara pribadi. Boleh jadi mayoritas dari mereka hanya ingin menyaksikan bagaimana Anda mempesentasikan bisnis di hadapan sekian jaringan downline.
Anda mesti konsisten dan kontiyu mengadakan presentasi jika ingin mengembangkan-biakkan jaringan. Terlebih, tidak terjebak seolah-olah Anda sedang mengerjakan “bisnis super sibuk” (membaca buku panduan, memaksakan diri menghadiri seminar-seminar hingga larut malam, mengisi berbagai formulir, dan sebagainya).
4. Menghadiri Sponsoring
Sponsoring bertindak layaknya lem yang menyatukan Anda dan downline. Menghadirinya bisa membantu mempercepat jumlah jaringan, memperbanyak pengalaman latihan, dan membantu agar selalu fokus.
5. Meluangkan Waktu Pengembangan Diri
Kenyataan fundamental: Bisnis berkembang secepat Anda berkembang. Tingkatkan setiap keahlian seiring tumbuhnya bisnis, seperti keahlian merekrut, melatih, bagaimana mengatur waktu dan jaringa. Setelah itu, hal lain yakni kecakapan memimpin dan berkomunikasi. Untuk mendidik orang lain, Anda harus mendidik diri sendiri terlebih dahulu.
Di sini perlunya merencanakan waktu setiap hari. Bagi sebagian besar orang, semua itu ada baiknya dikerjakan di pagi hari. Sedikit pencerahan, Anda dapat melakukan meditasi, olahraga, mendengarkan lagu-lagu yang bisa memunculkan inspirasi, atau membaca buku penenang pikiran, tubuh dan jiwa.
6. Mudah Dididik
Jika ingin membangun bisnis secepat mungkin,Anda harus mudah dididik dan bersedia dilatih. Multi level marketing berbeda dengan bisnis tradisional. Transaksi jual-beli di bisnis tradisional, belum tentu sama dan berhasil seperti di bisnis multi level marketing. Garis sponsor-ship Anda telah mengajarkan beragam metode, strategi dan teknik bisnis MLM. Upline, adalah gudang pendidikan di mana segalanya tentang MLM berada.
7. Bisa Dipercaya
Multi level marketing adalah bisnis menjaga hubungan, dan saling percaya satu sama lain. Untuk meraih dan memelihara kepercayaan, Anda harus bisa dipercaya, oleh distributor atau konsumen. Maksudnya , jika downline telah percaya kepada Anda, Anda menjaga hubungan baik itu. Jika diundang menghadiri suatu pertemuan, Anda datang tepat waktu. Jika konsumen memesan produk, Anda mengantarkannya tanpa bermasalah. Anda merupakan cermin perusahaan. Jika melakukan bisnis dengan baik, maka nama perusahaan pun akan terangkat naik.
8. Setia Pada Jaringan
Seorang distributor sejati memahami bahwa kesetian kepada jaringan adalah hal utama. Saat anda menceritakan kesuksesan dan presentasi kepada orang-orang terdekat, biasanya mereka tidak segera mempercayainya. Terkadang teman-teman terdekat dan keluarga belum siap menerima sebuah konsep bisnis yang sangat kuat, positif, yang telah Anda miliki.
Dengan terus menerus setia pada jaringan, memperkenalkan beberapa downline yang berhasil, akan menjadi pendukung kredibilitas bisnis yang Anda tawarkan. Termasuk juga dukungan yang datang dari upline, ketika Anda harus mempresentasikan bisnis kepada sejumlah prospek.
Yakinlah bahwa upline akan selalu bersedia membantu, memberikan kredibilitas saat dibutuhkan.
9. Ikuti Sistem
Seorang leader mengerti, kesuksesan jangka panjang di MLM lahir dari seberapa banyak jumlah downline di jaringan. Untuk meraih passive income, kebebasan finansial, Anda harus mengikuti sistem tahap demi tahap dan mahir menduplikasi.
Sumber: LEADER Edisi 6/20 Agustus-20 September 2007

Tips Menuju Sukses : Berpikiran Positif

Percaya atau tidak, sikap kita adalah cermin masa lampau kita, pembicara kita di masa sekarang dan merupakan peramal bagi masa depan kita. Maksudnya apa ? Ya, bahwa kondisi masa lalu, sekarang dan masa depan kita dapat tercermin dari bagaimana sikap kita sehari-hari. Camkan satu hal, sikap kita merupakan sahabat yang paling setia, namun juga bisa menjadi musuh yang paling berbahaya.
Bagaimana sikap mental kita adalah sebuah pilihan; positif ataukah negatif.
W.W. Ziege pernah berkata.”Tak akan ada yang dapat menghentikan orang yang bermental positif untuk mencapai tujuannya. Sebaliknya, tak ada sesuatupun di dunia ini yang dapat membantu seorang yang sudah bermental negatif.
Jika kita seorang yang berpikiran positif, kita pasti mampu menghasilkan sesuatu. Kita akan lebih banyak berkreasi daripada bereaksi. Jelasnya, kita lebih berkonsentrasi untuk berjuang mencapai tujuan-tujuan yang positif daripada terus saja memikirkan hal-hal negatif yang mungkin saja terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari.
Kehidupan dan kebahagiaan seseorang tidaklah bisa diukur dengan ukuran gelar kesarjanaan, kedudukan maupun latar belakang keluarga. Yang dilihat adalah bagaimana cara berpikir orang itu. Memang kesuksesan kita lebih banyak dipengaruhi oleh cara kita berpikir.
Ingat perkataan Robert J. Hasting, “Tempat dan keadaan tidak menjamin kebahagiaan. Kita sendirilah yang harus memutuskan apakah kita ingin bahagia atau tidak. Dan begitu kita mengambil keputusan, maka kebahagiaan itu akan datang”.
Dengan bersikap positif bukan berarti telah menjamin tercapainya suatu keberhasilan. Namun, bila sikap kita positif, setidak-tidaknya kita sudah berada di jalan menuju keberhasilan. Berhasil atau tidaknya kita nantinya ditentukan oleh apa yang kita lakukan di sepanjang jalan yang kita lalui tersebut.
Dari beberapa buku yang saya baca beberapa tips berikut terbukti cukup membantu. Cobalah untuk menjalankan kegiatan-kegiatan berikut ini sebanyak mungkin dalam hidup kita. Sebagaimana untuk mencapai hal-hal lainnya, untuk menjadi seorang yang berpikiran positif, prosesnya harus dilakukan secara terus-menerus :
1. Pilihlah sebuah kutipan yang bernada positif setiap minggunya dan tulislah kutipan tadi pada selembar kartu berukuran 3 x 5. bawalah kartu tadi setiap hari selama seminggu. Baca dan camkanlah kutipan tadi secara berkala dalam sehari dan jadikan afirmasi, misalnya di meja kerja Anda, di dashboard mobil, atau di cermin kamar mandi. Jadikanlah setiap kutipan tersebut bagian pemikiran Anda selama seminggu itu.
Contoh :
“Seorang pemimpin yang baik adalah yang bisa membesarkan semangat dan harapan-harapan kepada anak buahnya.” (Napoleon Bonaparte). “Hari ini saya ingin menolong orang sebanyak mungkin” (Harry Bullis)
2. Pilihlah seseorang yang dalam hidup Anda yang Anda anggap berpikiran negatif. Cobalah cari hal-hal yang positif dalam diri orang itu dan ubahlah pikiran-pikiran negatif Anda mengenai orang tersebut dengan hal-hal positif tadi. Sebagai orang beragama, tolong doakan pula orang tersebut dengan hal-hal positif tadi dan mohonlah agar Tuhan menolongnya.
3. Pilih satu hari istimewa dalam seminggu dan jadikanlah hari itu sebagai “hari 10″. Bangunlah pada pagi hari dan yakinlah bahwa setiap orang yang akan Anda temui bernilai “10″, dan perlakukanlah mereka secara demikian. Anda pasti akan heran sendiri melihat tanggapan yang akan Anda peroleh dari orang-orang yang selama ini Anda anggap remeh.
4. Tandai suatu hari dalam seminggu sebagai “hari berpikiran positif.” Hapuslah kata-kata “tidak dapat,” “tidak pernah,” atau kata-kata lain yang senada, usahakan agar Anda menemukan cara untuk mengatakan apa yang bisa Anda lakukan.
5. Paling tidak sekali dalam seminggu, carilah suatu kesempatan untuk bisa memberi kepada orang lain dengan tulus. Lakukanlah suatu yang khusus pada suami/istri ataupun anak-anak Anda. Berbuatlah suatu kebaikan pada seseorang yang belum Anda kenal.
Siapa yang ingin sukses ?
Kuncinya jangan pernah sekali-kali berpikiran negatif !
Buang jauh-jauh hal-hal negatif; juga kalimat-kalimat negatif dari pikiran Anda !
Jangan pernah ada lagi kalimat-kalimat seperti :
“Pasti gagal;
Kami belum pernah melakukannya;
Kami tak sanggup melakukannya;
Saya belum siap melakukannya;
Itu bukan tanggung jawab kami; dan sebagainya”.
Selamat mencoba, dan ………………………………………….
SEMOGA sukses senantiasa bersama kita yang selalu berusaha maksimal
menggapainya.

MLM Masa Depan Finansial Baru

oleh : Benerly Nadler
 
Tak perlu dipungkiri, industri MLM saat ini banyak diminati. Sebab, walau industri ini telah berlangsung 30 tahun lalu, baru sekarang sebagian masyarakat menyadari kekuatan bisnis ini, terutama bagi para pegawai dan profesional. Mereka kini mulai melirik bisnis ini, mengingat sebagian besar dari bisnis yang mereka bangun, basis keuangannya tidak jauh beda dengan pebisnis MLM.
 
MLM mungkin menjadi ' batas akhir ' seorang entrepreneur dalam memberikan penghasilan dari bisnis mereka. Lebih - lebih bagi konsumen, merupakan ujian untuk mendapat income kedua di luar gaji, dengan resiko yang relatif kecil. Bukan rahasia lagi, masyarakat saat ini dibenturkan pada soal pemecatan, perusahaan gulung tikar, gaji yang minim, serta susahnya mencari penghasilan yang resikonya kecil.
 
MLM telah berubah dan berkembang tahap demi tahap. Dalam kurun waktu tertentu, MLM dikenali sebagai industri ' penjualan sabun' lalu berkembang hingga konsumen yang biasa membeli di toko - toko dapat membelinya melalui MLM, khususnya produk gizi dan perawatan kulit. Di tahun 80 an , bukan hanya produk yang ditawarkan MLM, juga merambah ke industri jasa yang terus dikembangkan.Sebagian perusahaan MLM juga punya kepedulian sosial yang tinggi. Misal, merawat para tuna wisma, memberi makan kaum miskin, mebersihkan lingkungan dan sebagainya.
 
Sponsor dan upline anda satu. Bila anda telah memilih bergabung dengan suatu perusahaan MLM, anda membutuhkan sponsor yang memberi bantuan secara aktif. Kadang - kadang sponsor langsung teramat baru bagi bisnis anda. Ini wajar - wajar saja, sepanjang upline senang bekerja dengan anda. Mendapatkan pelatihan dan materi marketing begitu vital diperlukan. Sebab, ada juga perusahaan MLM tidak memberi training. Jadi sponsor atau upline anda diwajibkan membantu dan melatih, khususnya jika anda seorang pendatang baru di MLM atau pernah menjalani kegagalan di MLM.
 
Sponsor atau upline harus mampu menjawab pertanyaan anda, bagaimana mewujudkan dan mempresentasikan produk atau jasa perusahaan, maupun peluang bisnisnya. Ia harus menolong anda merekrut distributor - distributor baru diantara klien hingga mampu mendirikan jaringan anda. Lagi-lagi, sebagai besar perusahaan tidak memiliki perlengkapan penjualan yang anda perlukan, maka mencari sponsor atau upline yang bisa membuat materi amatlah penting.
Beberapa ide tambahan terdapat ribuan perusahaan MLM yang bisa dipilih. Namun hanya sedikit yang cocok dengan anda. Sekali jadi distributor, anda sepenuhnya punya semua keuntungan dan resiko bisnis. Anda punya tanggung jawab besar ketika akan mendistribusikan produk atau terlibat secara part time di perusahaan. Tapi inipun masih bisnis anda sendiri. Mungkin anda mengetahui berdasarkan statistik, kegagalan - kegagalan bisnis MLM dan non MLM. Selama hidup anda dihadapkan resiko - resiko bila ingin meraih kemajuan. Sejak lahir ke dunia, baik menetap di rumah yang relatif aman , anda tetap dihadapkan dengan resiko.
 
Tak satupun prestasi diraih tanpa berhadapan dengan resiko. Jika anda bermimpi tentang kehidupan yang lebih baik - buat diri sendiri, keluarga atau mungkin semua manusia tidak ada jalan yang lebih baik kecuali berjanji untuk mengambil langkah maju. Dalam kata - kata Goethe [ yang sering terdengar belakangan ini ] : ' Apapun yang dapat anda lakukan atau bermimpi bisa melakukan, lakukan. Keberanian memiliki kepandaian, kekuatan dan keajaiban di dalamnya, lakukanlah sekarang ! Bagi para pendatang baru, program yang mewah dan mudah dapat membantu anda ' belajar sambil bekerja '. Inilah jalan prestasi untuk mengetahui mengapa jutaan orang berkepentingan dalam MLM. Nah, dengan perusahaan dan upline yang tepat, anda mungkin berhasil hingga menjadi milliarder !!
 
# Beverly Nadler adalah seorang konsultan MLM/Network Marketing terkenal, penulis, pelatih dan motivator. Ia juga dikenal di bidang kesehatan, specialis gizi dan pengembangan kepribadian. 12 kaset rekaman ' You can be successful in MLM ' adalah diantara materi terjelas dan praktis pada industri ini. " Taking Charge " , buku dan kasetnya, diketahui sebagai sumber motivasi para profesional.
 
[ Majalah Sukses - Maret 2004 ]

Network-Marketing Bukanlah Pertunjukan Sulap

Anda pernah menghadiri pesta ulang tahun anak-anak? Sering kali dalam sebuah pesta ulang tahun anak-anak, ada pertunjukan sulapnya. Saya sendiri selalu terkesima dengan pertunjukan sulap yang saya tonton pada pesta ulang tahun sewaktu saya masih kecil. Bahkan sampai saya menginjak usia remaja, saya selalu terkesima dengan pertunjukan sulap yang ditayangkan di televisi oleh jago-jago sulap seperti David Copperfield.
 
Sering dalam pertunjukan sulap, sesuatu yang sebelumnya tidak ada bisa tiba-tiba muncul begitu saja. Sebagai contoh, koin yang tiba-tiba dimunculkan oleh pesulap dari belakang kuping seorang pemirsa. Kadang-kadang, saya sendiri juga mencoba mempelajari atraksi sulap kecil-kecilan. Akan tetapi walaupun sudah belajar dari buku petunjuk sulap, atraksi sulap yang terlihat mudah tetap saja tidak berhasil saya lakukan.
 
Walaupun demikian, satu hal yang saya pelajari adalah bahwa semua atraksi sulap itu adalah tipuan semata. Artinya, kita tidak dapat membuat sesuatu yang tidak ada menjadi ada. Sebuah atraksi sulap merupakan hasil dari sebuah proses yang telah dipersiapkan dan diatur sedemikian rupa sehingga membuat para penonton menerima atraksi sulap sebagai sebuah hiburan yang menarik.
 
Saat ini, saya menjalankan bisnis network-marketing. Saya menyadari bahwa banyak usaha dan investasi yang harus saya lakukan terlebih dahulu sebelum saya dapat menikmati hasilnya. Walaupun demikian, saya cukup kaget melihat banyak sekali pelaku-pelaku bisnis network-marketing yang menjalankan bisnis ini bagaikan sebuah pertunjukan sulap.
 
Orang-orang ini berharap dapat menikmati hasil bisnis network-marketing tanpa melakukan investasi waktu, uang dan usaha untuk bisnis mereka. Singkat kata, orang-orang ini menganggap bisnis network-marketing itu adalah sebuah pertunjukan sulap dimana sesuatu yang sebelumnya tidak ada dapat tiba-tiba dimunculkan hanya dengan menjentikkan jari atau dengan mengayun-ayunkan tongkat ajaib.
 
Orang-orang yang menjalankan bisnis network-marketing bagaikan pertunjukan sulap berharap dapat segera menjadi kaya hanya dengan mengisi formulir pendaftaran, dan komisi dan bonus yang akan membuat mereka menjadi kaya akan datang dengan sendirinya.
 
Perlu Anda sadari bahwa network-marketing adalah sebuah bisnis, bukan undian berhadiah. Dalam undian berhadiah, Anda mengisi formulir dan berhadap dapat memenangkan hadiah. Supaya sebuah bisnis dapat berhasil, Anda harus melakukan investasi waktu, uang dan usaha.
 
Anda harus sadar bahwa keputusan Anda untuk menjalankan bisnis network-marketing harus diikuti dengan investasi waktu, uang dan usaha sebelum Anda akan melihat hasilnya. Jika Anda ingin mendapatkan hasil yang maksimal dari bisnis network-marketing Anda, mampukah Anda melakukan hal-hal yang harus dilakukan untuk berhasil di bisnis network-marketing? Maukah Anda belajar? Maukah Anda melakukan hal-hal yang telah dilakukan oleh leader-leader Anda yang telah sukses?
 
Tentukanlah sikap Anda sekarang juga, karena keberhasilan Anda di bisnis network-marketing sepenuhnya tergantung kepada sikap yang Anda ambil sekarang.

Cobaan dan Tantangan distributor MLM

Menjadi seorang distributor yang tangguh, handal dan sukses di MLM perlu beberapa kiat - kiat tertentu. Tips yang bisa menunjang diri anda terus berkembang dan bersemangat dalam menjalani bisnis, sehingga diharapkan dari tindakan ini, anda semua tetap maju pantang mundur dan tidak cepat patah semangat. Cobaan dan Tantangan sebagai seorang distributor MLM adalah sangat besar dan tidak mudah untuk di lalui, sehingga kesabaran, ketabahan dan keterbukaan diri untuk menerima semua tantangan yang ada adalah hal utama menuju keberhasilan. Berikut tindakan yang sangat berguna bagi kesuksesan anda dalam menekuni salah satu MLM yang anda pilih dan anda pikir cocok untuk anda dan masa depan. Tindakan yang positif dan perlu untuk anda lakukan adalah :
 
1. Pelaku sekaligus konsumen
Sebagai distributor MLM tidak hanya bisa menjual , tetapi harus dan wajib menggunakan Produk dari MLM yang anda jalani, sehingga manfaat dan kegunaan dari produk tersebut benar - benar anda rasakan sendiri, manfaat dari produk tersebut benar - benar berguna dan sangat dibutuhkan pada diri anda. Hal ini perlu karena anda bisa dengan nyaman menjalani bisnis MLM tersebut, dan yang paling penting adalah pada saat anda menawarkan kepada calon pembeli atau member baru, anda dengan mudah dan percaya diri bisa menjelaskan, mem presentasikan dengan baik kepada mereka. Coba bayangkan betapa malunya anda jika calon prospek anda bertanya " bagaimana dengan anda sendiri, apakah anda juga menggunakan produk yang anda tawarkan ini ? jawaban anda ' BELUM '. Pasti dan yakin sekali, mereka tidak akan tertarik dan menaruh rasa antusias kepada anda, karena anda tidak mem presentasikan diri anda dengan baik. Jadi, pergunakan produk MLM anda untuk diri anda sendiri, kemudian orang lain.
 
2. Selalu belajar dan terus belajar
Banyak leader - leader MLM yang sukses dan cepat meraih keberhasilan karena banyak belajar. Banyak cara untuk dilakukan, yang mudah dan menyenagkan andalah sering - seringlah membaca buku - buku yang bermanfaat buat pengembangan diri dan pengembangan bisnis MLM anda. Anda akan mudah menemukan buku - buku ini di Toko buku terkemuka, diantara buku yang sangat menunjang dan Perlu dibaca adalah semua buku karangan Robert T Kiyosaki ( Cashflow quadrant, Rich dad Poor dad, Business School, Retire Young Retire Rich dll ) Buku karangan Zig Ziglar, Anthony Robbins, Burke Hedges, Mac Gill, Bill Gates dan Aa Gym, serta masih banyak lagi. Selain belajar membaca , tentunya anda yang memiliki akses internet anda juga bisa surfing ke website - website motivasi dan website belajar online. Selain belajar sendiri, tentunya anda harus belajar dari Upline atau Leader MLM anda, lakukan sharing,tanya jawab dan solusi pemecahan masalah. Sering datang ke acara Presentasi, mendengarkan dan mencatat semua Tips dan kiat - kiat sukses dari para leader untuk memudahkan anda bergerak, serta mendengar cerita / kisah kisah yang lucu,haru dan tidak mengenakkan yang dialami Leader anda untuk menambah kekuatan dan semangat pantang menyerah. Bulatkan tekad untuk bersedia belajar sungguh - sungguh ' System Bisnis MLM ' yang mana system tersebut telah terbukti bisa mencetak orang sukses.
 
3. Pergunakan tehnik Adifikasi
Jika anda baru pertama kali atau belum lama menekuni sebuah Bisnis MLM, tehnik adifikasi adalah suatu langkah yang harus anda ambil dan lakukan. Tehnik adifikasi adalah tehnik menawarkan sebuah bisnis / memasarkan binis MLM anda dengan cara memberikan contoh kepada calon member anda , dengan jalan menemukan / memberitahukan siapa saja ( Leader Anda ) yang sudah sukses di Bisnis MLM tersebut, kemudian siap sedia membantu anda , memotivasi calon downline anda, memberikan penjelasan dan berbagi ilmu. Kebanyakan orang yang dipresentasi selalu bertanya siapa yang sudah sukses, berapa lama, bagaimana caranya dsb. Jika anda baru memulai, tentunya bukti belum begitu mendukung, maka jalan satu - satunya adalah memanggil upline anda. Mengundang prospek ke acara Presentasi adalah hal yang mudah untuk meng - adifikasi.
 
4. Jangan bekerja sendiri
Di bisnis Network Marketing, jarang sekali dan hampir tidak ada orang yang sukses dengan jalan sendiri tanpa bantuan orang lain. Ingat, Network Marketing terkait erat sekali dengan Relationship Business, berbisnis secara kekeluargaan, se paham dan se visi... jadi berusaha membentuk Teamwork yang solid, membentuk team kerja yang bagus dan jadwal yang terencana. Jalin komunikasi yang baik dengan Leader, Upline dan downline anda secara terus menerus, ini penting sekali karena bisnis anda bermain dengan waktu, bermain dengan informasi, bermain dengan kecepatan. Tanpa komunikasi, anda akan terlambat memonitor informasi terbaru, terlambat bergerak dan terlambat untuk melakukan percepatan bisnis. Apa yang terjadi jika anda menjalankan bisnis sendiri ? Pasti anda kembali ke selera asal , jiwa entrepreneurship anda kembali padam, dan anda kembali seperti semula. Jangan sia - siakan waktu anda hanya salah dalam ber - komunikasi.
 
5. Gunakan semua media penunjang
Dalam menjalankan bisnis MLM , anda juga harus kreatif dan penuh inovasi. Memanfaatkan media penunjang dari perusahaan berupa brosur produk, kesaksian, Brosur Marketing Plan dan VCD jika ada. Terus bagikan ke relasi / teman anda dengan cara meminjamkan untuk dipelajari. Jika jarak anda jauh dengan mereka, maka Internet lah yang bisa menjawab semua itu. Internet ibaratnya dunia dalam genggaman anda, jadi pergunakan website bisnis yang anda miliki sekarang. Andapun bisa melakukan inovasi dan kreasi sendiri, yang terpenting adalah bagaimana agar bisnis yang anda tawarkan menarik dan mempunyai prospek masa depan yang bagus. Lagi - lagi , media OFFLINE berupa acara Presentasi , Success Seminar adalah hal vital dalam bisnis MLM. Kalau Di tempat anda belum ada , maka bentuklah team dan ciptakan acara nya. Justru anda punya peluang besar jadi LEADER hebat di wilayah tersebut.
 
6. Dream Builder
Ingat dan selalu di ingat,.... Tidak ada kata gagal, yang ada hanya kesuksesan yang tertunda. Selalu melihat orang lain yang sukses di MLM, dan selalu camkan pertanyaan ini " kalau mereka bisa, kenapa saya tidak ? dengar dan tampung semua impian downline anda, pertemukan bersama dengan impian anda, satukan dalam langkah dan bergeraklah maju seperti Leader - leader anda. Jangan melihat ke belakang, jangan ingat masa sulit anda, terus maju dan selalu menyenangi segala langkah yang anda tempuh bersama jaringan anda. Bisnis anda akan berhasil jika anda selalu membawa kata ' Senang ' dalam menawarkan ke orang lain, maka semua kendala yang anda hadapi adalah sebuah proses dari keberhasilan yang akan anda raih. Sebenarnya mereka bukan menolak dengan apa yang anda tawarkan, tetapi mereka belum membuka diri untuk anda. Maka dari itu, buka impian mereka, coba samakan visi dan presepsi dulu, baru kemudian jelaskan bisnis MLM anda. Anda siap menjadi pembangun mimpi dan wirausaha yang tangguh.
 
7. Duplikasi
Di network marketing, langkah no.7 ini sangat penting sekali untuk percepatan bisnis anda. Tanpa ada duplikasi bisnis, bisnis MLM anda akan berjalan lambat dan gurah bergairah, jadi bagaimana agar bisnis MLM anda mengalami percepatan yang baik ? lakukan langkah demi langkah diatas dengan benar dan pahami akan karakter downline anda ( artinya anda harus pintar memadukan / meracik bisnis MLM anda se enak Bartender membuat Minuman , jika ada member anda senang dengan No.1 ( menjadi konsumen saja, maka perlakukan lah sebaik - baiknya ), jika downline anda bisa melakukan langkah no.1, No.2 dan no.3 saja, maka andapun juga harus paham dan bisa membantu untuk mencoba langkah no.4 dan seterusnya. Step by step istilah bahasa melayu nya, proses pembelajaran bisnis yang terencana. Ingin jaringan bisnis anda berkembang baik ? Duplikasikan dengan benar dan bertahap.
 
sumber: www.mlmindonesia.com

Anda Bisa Jika Anda Berpikir Bisa!

Seekor gajah yang diikat kakinya sejak kecil dengan seutas rantai sepanjang 4 meter, ketika dia dewasa dia tidak akan melangkah keluar dari area lingkaran 4 meter walaupun rantainya sudah diganti dengan seutas benang. Itu bukan cerita, itu kisah nyata.
 
Kita sebagai manusia yang berakal budi ternyata juga mengalami trauma yang sama. Teman saya sejak kecil tidak berani mengendarai sepeda, ketika kami remaja dan suka keliling kota dengan sepeda motor, dia selalu dibonceng teman lainnya, setelah kami dewasa beberapa teman mulai memakai mobil untuk aktivitasnya, tapi teman saya itu tetap tidak berani mengendarai apapun.
 
Anda jg pasti punya teman yg tidak pernah mau mencoba mengendarai sepeda/sepeda motor, apalagi mobil, selalu takut & merasa bahwa mengendarai motor atau mobil adalah sesuatu yg sangat sulit. Istri teman saya bisa mengendarai mobil, setiap hari dia menggunakan mobil untuk antar jemputnya ke dan dari sekolah, tapi dia hanya berani
menggunakannya di dalam kompleks ( Kelapa Gading Jakarta ), selama lebih dari 5 tahun tidak pernah sekalipun dia berani mengendarai mobil keluar dari Kelapa Gading.
 
Suatu hari anaknya sakit dan masuk rumah sakit di Sunter diluar Kelapa Gading, dan suaminya sedang tugas di luar kota. Terpaksa dia mengendari mobilnya pergi ke rumah sakit tersebut, dan sejak saat itu dia berani mengendarai mobilnya kemana saja, termasuk pulang pergi ke bandung.
 
Ada staff di bagian keuangan yang sudah bekerja 5 tahun, tidak pernah bisa meraih promosi jabatan karena disana adalah jabatan fungsional yang buntu dengan jenjang karir, ketika saya tawarkan jabatan di bagian marketing, dia tidak berani mengambilnya karena merasa tidak mampu menjadi orang marketing.
 
Ada seorang salesman yang sudah bekerja 10 tahun, prestasinya bagus, disegani teman temannya, bahkan jadi tempat bertanya atasannya. Ketika ditawari jabatan supervisor dia menolak karena dia takut dengan pekerjaan administrasi dan takut kalau nanti suatu hari naik lagi jadi distrik manager yang sarat dengan tugas tugas di atas meja, dia merasa tidak bisa mengerjakan pekerjaan adminitrasi.
 
Dear teman2 sekalian, coba anda lihat diri anda sendiri, adakah seutas benang yang memhambat diri anda saat ini? Putuskan benang itu, bergeraklah maju lebih dari lingkaran yang selama ini mengurung anda.
 
Anda pasti bisa kalau anda berpikir anda bisa, anda akan gagal kalau anda selalu berpikir anda akan gagal. Peluang demi peluang muncul setiap hari, dan karena selama ini anda menutup mata anda, telinga anda, pikiran anda, diri anda, hidup anda, maka peluang itu menjadi bukan peluang, lewat begitu saja.
 
Mulailah melangkah sedikit demi sedikit kalau anda masih gamang, lalu berlari cepat setelah anda lebih yakin lagi. Jangan sia siakan setiap peluang untuk maju, untuk berhasil, demi diri anda sendiri

Kekuatan Duplikasi

Kerinduan setiap pemain bisnis Multi-Level Marketing yang paling dalam adalah bila dirinya berhasil menjadi seorang duplikator yang baik. Semua orang tahu, hanya dengan cara duplikasi inilah segala bentuk bonus dalam bisnis MLM dapat dinikmati. Tapi, sekalipun banyak yang paham akan makna duplikasi ini, masih saja ada yang tidak berjalan dengan lancar.

Jika Anda melakukan kegiatan mengundang, presentasi, mensponsori lalu Anda juga berharap downline Anda akan melakukan hal yang sama dan Anda menganggap itulah duplikasi, maka yang Anda temukan hanyalah perasaan kecewa dan frustasi. Duplikasi bukan hanya sekedar contoh di depan untuk ditiru lalu selesai. Duplikasi tidak sesederhana itu.

Juga, bila Anda berganggapan bahwa bentuk fisik yang sama dalam cermin adalah duplikasi, inipun salah besar. Bukan hanya fisik dan tingkah laku Anda yang harus Anda duplikasikan, melainkan emosi, mental dan spiritual Anda semua harus Anda peragakan dan ditiru oleh downline. Sebab, dalam duplikasi, Anda harus masuk ke dalam dunia orang asing. Anda sedang membuka hati, pikiran dan semangat orang lain untuk melakukan pekerjaan yang sedang Anda kerjakan.

Ada dua hal yang harus Anda terima dalam menjalankan duplikasi, yakni pertama, Anda harus meningkatkan dan mengembangkan diri secara terus-menerus, dengan tujuan supaya Anda bertumbuh dengan sehat dan benar dalam menjalankan bisnis MLM yang Anda tekuni. Kedua, ulet, pantang menyerah dalam menjalankan bisnis Anda.

Bertumbuh dan Berkembang

Bisnis MLM tidak seperti bisnis konvensional yang selalu dilakukan secara monoton dari tahun ke tahun. Ada dua cara untuk berhasil dalam bisnis MLM, yaitu melakukan penjualan dan menjalankan kepemimpinan yang berhasil. Kedua hal ini merupakan kunci bisnis MLM, tidak ada cara lain. Dan bicara mengenai duplikasi, berarti kita bicara tentang bisnis MLM yang berorientasi kepada kepemimpinan, bukan penjualan.

Syarat menjadi seorang pemimpin yang berhasil dalam bisnis ini hanya ada satu cara, yaitu Anda harus bertumbuh dan berkembang. Ada lima hal yang harus Anda tumbuh kembangkan dalam diri Anda. Pertama, kembangkan komunikasi Anda.

Ini menggambarkan seberapa baik Anda dalam memotivasi downline. Kedua, kembangkan sikap Anda. Ini menggambarkan bagaimana Anda menghargai, peduli dan perhatian kepada downline. Ketiga, kembangkan hubungan Anda. Ini menggambarkan seberapa dekat hubungan Anda dengan downline. Keempat, tumbuhkan komitmen Anda. Ini menggambarkan seberapa besar waktu yang Anda berikan kepada downline. Kelima, tumbuhkan kepemimpinan Anda. Ini menggambarkan seberapa baik diri Anda menjadi teladan, panutan, memahami, mengerti, dan mempengaruhi downline.

Itulah alasan mengapa Anda harus bertumbuh dan berkembang sebelum mengadakan gerakan duplikasi. Sebab, dalam duplikasi, nantinya Anda akan lebih banyak menunjukkan kepedulian terhadap orang lain. Dan lagi, duplikasi menuntut suatu tindakan yang berkelanjutan dan semangat yang membara. Ini akan Anda peroleh bila memiliki emosi yang positif.
Perlu disadari, sebetulnya apa yang harus diduplikasikan? Ada dua hal yang perlu diduplikasikan kepada mitra kerja Anda, yaitu kemampuan dan kemauan Anda. Pengetahuan Anda tentang bisnis, sistem, dan produk, semuanya mencerminkan kemampuan yang Anda miliki, dan itulah yang harus Anda duplikasikan. Apa yang Anda pahami dan ketahui sangatlah membantu proses duplikasi, dengan mengajar dan membina downline agar pada akhirnya mereka siap meminta tanggung jawabnya sebagai duplikator.

Sementara itu, kemauan adalah bagian dari tekad, komitmen, loyalitas, konsistensi, sikap, mental, emosi dan rasa tanggung jawab terhadap masa depan Anda sendiri. Kemauan juga merupakan motivasi dari hidup Anda untuk terus berjuang dan bertahan di dalam menggapai dan merealisasikan tujuan Anda.

Kemauan yang Anda duplikasikan merupakan rangkaian api yang sambung menyambung yang tidak bakal padam. Pentingnya kemauan dalam unsur duplikasi merupakan komponen yang

sangat menentukan berjalan atau tidaknya duplikasi tersebut. Kemauan juga berarti menyelesaikan pekerjaan hingga selesai, tidak setengah-setengah, tidak ragu-ragu, tidak bimbang, tidak menyerah, tidak berhenti di tengah jalan.

Kemauan ini harus Anda transfer dengan demikian mulus, sehingga orang yang menerima transfer tidak merasa disuruh, melainkan dengan sadar bersedia melakukan duplikasi dengan suka cita.

Orang yang Harus Diperhatikan

Dalam duplikasi, tentang siapa yang harus diperhatikan juga penting. Tentu, orang yang paling dekat dan akrab dengan Anda, mereka itulah yang pantas dan harus Anda perhatikan dengan sepenuh hati. Orang-orang yang mempunyai ambisi dan potensi untuk maju, mereka yang penuh semangat, mereka yang hidupnya bergairah, mereka juga yang harus Anda perhatikan.
Sangat keliru bila Anda beranggapan bahwa semua orang bisa terlibat dalam masalah duplikasi. Padahal, selalu ada kelompok yang menjadi pemain dan penonton. Bila Anda menginvestasikan waktu untuk orang-orang tipe penonton, maka sudah dapat dipastikan bahwa pekerjaan ini merupakan pekerjaan tersulit yang pernah Anda kerjakan, dan hasil serta kesimpulan yang Anda peroleh pastilah rasa kecewa dan frustasi yang sangat menyakitkan.

Pilihlah para pemain yang sportif, mereka itulah aset termahal yang Anda miliki. Tipe-tipe macam itu biasanya menyukai pertumbuhan dan perkembangan pribadi, yang kesukaannya membaca dan belajar.
Untuk menemukan orang-orang semacam itu tidaklah sulit, mereka biasanya mempunyai ciri-ciri yang menonjol dibandingkan dengan tipe penonton. Mereka antusias jika ada sesuatu yang baru, mereka positif jika ada perubahan, mereka semangat jika mereka dilibatkan, mereka mau belajar dan mendengarkan orang lain, dan mereka merupakan pemain yang hebat dan sportif.

Apa yang harus Anda perhatikan?

Kekuatan, cacat karakter, dan gairah mereka itulah yang harus menjadi fokus utama Anda. Dengan menggali dan menggali terus kekuatan serta gairah mereka, akan menjadi bagian dari sekumpulan orang-orang sukses. Dalam memberikan perhatian jangan pernah Anda hitung menghitung dengan mereka, lakukan semuanya dengan tulus. Orang-orang tersebut biasanya tidak mau dimanipulasi dengan alasan apa pun, Jadi cara teraman adalah ketulusan.
Mengajar mereka untuk bertumbuh dan berkembang juga merupakan salah satu memberi perhatian pada mereka. Berikan gambaran mengenai visi untuk masa depan mereka, kembangkan selangkah demi selangkah dan yang terpenting adalah hadapkan mereka pada tanggung Jawab dan pengalaman duplikasi itu sendiri.

Pada akhirnya Anda harus menyadari bahwa duplikasi tidak lain dari pengembangan manusia ke arah yang lebih produktif dan positif. Jika Anda perhatikan bahwa dalam bisnis MLM, Anda mempunyai downline yang produktif dan aktif, sudah dipastikan bahwa group Anda akan kuat dan berkembang dengan sehat dan benar. Nah, jika demikian, Anda harus lebih memberikan waktu, tenaga, dan perhatian kepada group Anda. Bukan hanya sekadar memberikan instruksi dan contoh. Ke depan, ada dua tugas utama yang harus Anda kerjakan dalam menjalankan gerakan duplikasi. Pertama, memberi jalan keluar. Kedua, memberikan petunjuk arah yang positif dan produktif.

Dalam memberi jalan keluar, adalah sangat mulia jika Anda mulai menjalin hubungan yang harmonis dengan downline, bukan sekadar dan sebatas mitra bisnis. Di sini Anda diharapkan berperan sebagai konselor bagi group Anda. Sebagai seorang duplikator, Anda harus menyadari bahwa kemampuan setiap downline sangat bervariasi. Dengan mengenali kelemahan, kekuatan, dan karakter downline, akan memudahkan Anda untuk masuk dalam dunia mereka.
Berilah jalan keluar kepada mereka yang berhenti di tengah jalan, mereka yang frustasi, dan yang putus asa tatkala menjalankan bisnis menemukan kesulitan. Tidak ada tugas yang lebih baik dan bermanfaat bagi group Anda selain memberi jalan keluar dan memecahkan masalah yang sedang dihadapi downline.

Perlu dicatat, banyak di antara pemain bisnis MLM lebih senang melakukan pekerjaan sendiri-

sendiri dengan berbagai alasan tertentu. Seringkali mereka melupakan satu hal yang seharusnya menjadikan dasar dari bisnis MLM itu sendiri, yaitu melibatkan seluruh group di bawahnya.

Sebagai seorang duplikator yang baik, Anda harus sudah berani mempercayai downline Anda untuk bekerja bersama menyelesaikan berbagai masalah dan rintangan. Tongkat estafet harus Anda serahkan kepada orang yang tepat pada waktu yang tepat pula, tentu dengan pengarahan dari Anda dan bimbingan dari Anda sendiri dengan tujuan pencapaian bersama.
Pembinaan dan pengarahan yang efektif akan menghasilkan suatu generasi yang produktif bagi group Anda. Jangan pernah Anda hanya melihat potensi seseorang lalu Anda mengharapkan orang tersebut akan produktif, hal itu tidak akan pernah terjadi. Sebesar-besarnya potensi seseorang tetap orang tersebut masih memerlukan suatu arahan yang positif dari uplinenya secara berkesinambungan.

Ada dua macam ancaman serius yang terjadi pada para pemain bisnis MLM, yaitu seseorang tidak akan pernah termotivasi setiap saat dan secara terus menerus. Juga, ada pencuri-pencuri impian yang selalu siap siaga menerkamnya.
Jadi, jelas sudah. Dalam duplikasi, ada sesuatu yang harus berani Anda bayar, yakni: sikap Anda, kemauan Anda, tenaga Anda, loyalitas Anda, kesabaran Anda, kenyamanan dan kesenangan Anda serta emosi Anda.

Tidak ada cara lain untuk membayar harga sebuah duplikasi kecuali dengan hal-hal tersebut. Kesanggupan Anda untuk memberikan sernuanya itu adalah kunci sukses tidaknya bisnis Anda. Anda tidak perlu menyalahkan downline, group, dan perusahaan Anda. Tapi tanyakan pada diri sendiri, apakah yang sudah Anda bayar terhadap bisnis Anda, terhadap downline Anda?

PENCURI IMPIAN

Ada seorang gadis muda yang sangat suka menari. Kepandaiannya menari sangat menonjol dibanding dengan rekan-rekannya, sehingga dia seringkali menjadi juara di berbagai perlombaan yang diadakan. Dia berpikir, dengan apa yang dimilikinya saat ini, suatu saat apabila dewasa nanti dia ingin menjadi penari kelas dunia. Dia membayangkan dirinya menari di Rusia, Cina, Amerika, Jepang, serta ditonton oleh ribuan orang yang memberi tepukan kepadanya.

Suatu hari, dikotanya dikunjungi oleh seorang pakar tari yang berasal dari luar negeri. Pakar ini sangatlah hebat, dan dari tangan dinginnya telah banyak dilahirkan penari-penari kelas dunia. Gadis muda ini ingin sekali menari dan menunjukkan kebolehannya di depan sang pakar tersebut, bahkan jika mungkin memperoleh kesempatan menjadi muridnya. Akhirnya kesempatan itu datang juga. Si gadis muda berhasil menjumpai sang pakar di belakang panggung, seusai sebuah pagelaran tari. Si gadis muda bertanya: “Pak, saya ingin sekali menjadi penari kelas dunia. Apakah anda punya waktu sejenak, untuk menilai saya menari? Saya ingin tahu pendapat anda tentang tarian saya”. “Oke, menarilah di depan saya selama 10 menit”, jawab sang pakar.

Belum lagi 10 menit berlalu, sang pakar berdiri dari kursinya, lalu berlalu meninggalkan si gadis muda begitu saja, tanpa mengucapkan sepatah katapun.

Betapa hancur si gadis muda melihat sikap sang pakar. Si gadis langsung berlari keluar. Pulang ke rumah, dia langsung menangis tersedu-sedu. Dia menjadi benci terhadap dirinya sendiri. Ternyata tarian yang selama ini dia bangga-banggakan tidak ada apa-apanya di hadapan sang pakar. Kemudian dia ambil sepatu tarinya, dan dia lemparkan ke dalam gudang. Sejak saat itu, dia bersumpah tidak pernah akan menari lagi.

Puluhan tahun berlalu. Sang gadis muda kini telah menjadi ibu dengan tiga orang anak. Suaminya telah meninggal. Dan untuk menghidupi keluarganya, dia bekerja menjadi pelayan dari sebuah toko di sudut jalan.

Suatu hari, ada sebuah pagelaran tari yang diadakan di kota itu. Nampak sang pakar berada di antara para menari muda di belakang panggung. Sang pakar nampak tua, dengan rambutnya yang sudah putih. Si ibu muda dengan tiga anaknya juga datang ke pagelaran tari tersebut. Seusai acara, ibu ini membawa ketiga anaknya ke belakang panggung, mencari sang pakar, dan memperkenalkan ketiga anaknya kepada sang pakar.

Sang pakar masih mengenali ibu muda ini, dan kemudian mereka bercerita secara akrab. Si ibu bertanya, “Pak, ada satu pertanyaan yang mengganjal di hati saya. Ini tentang penampilan saya sewaktu menari di hadapan anda bertahun-tahun yang silam. Sebegitu jelekkah penampilan saya saat itu, sehingga anda langsung pergi meninggalkan saya begitu saja, tanpa mengatakan sepatah katapun?”

“Oh ya, saya ingat peristiwanya. Terus terang, saya belum pernah melihat tarian seindah yang kamu lakukan waktu itu. Saya rasa kamu akan menjadi penari kelas dunia. Saya tidak mengerti mengapa kamu tiba-tiba berhenti dari dunia tari”, jawab sang pakar.

Si ibu muda sangat terkejut mendengar jawaban sang pakar. “Ini tidak adil”, seru si ibu muda. “Sikap anda telah mencuri semua impian
saya. Kalau memang tarian saya bagus, mengapa anda meninggalkan saya begitu saja ketika saya baru menari beberapa menit. Anda seharusnya memuji saya, dan bukan mengacuhkan saya begitu saja. Mestinya saya bisa menjadi penari kelas dunia. Bukan hanya menjadi pelayan toko!”

Si pakar menjawab lagi dengan tenang “Tidak …. Tidak, saya rasa saya telah berbuat dengan benar. Anda tidak harus minum anggur satu barel untuk membuktidkan anggur itu enak. Demikian juga saya. Saya tidak harus menonton anda 10 menit untuk membuktikan tarian anda bagus. Malam itu saya juga sangat lelah setelah pertunjukkan. Maka sejenak saya tinggalkan anda, untuk mengambil kartu nama saya, dan berharap anda mau menghubungi saya lagi keesokan hari. Tapi anda sudah pergi ketika saya keluar. Dan satu hal yang perlu anda camkan, bahwa Anda mestinya fokus pada impina Anda, bukan pada ucapan atau tindakan saya.“

“Lalu pujian? Kamu mengharapkan pujian? Ah, waktu itu kamu sedang bertumbuh. Pujian itu seperti pedang bermata dua. Ada kalanya memotivasumu, bisa pula melemahkanmu. Dan faktanya saya melihat bahwa sebagian besar pujian yang diberikan pada saat seseorang sedang bertumbuh, hanya akan membuat dirinya puas dan pertumbuhannya berhenti. Saya justru lebih suka mengacuhkanmu, agar hal itu bisa melecutmu bertumbuh lebih cepat lagi. Lagipula, pujian itu sepantasnya datang dari keinginan saya sendiri. Tidak pantas Anda meminta pujian dari orang lain.”

“Anda lihat, ini sebenarnya hanyalah masalah sepele. Seandainya anda pada waktu itu tidak menghiraukan apa yang terjadi dan tetap menari, mungkin hari ini anda sudah menjadi penari kelas dunia.”

Mungkin Anda sakit hati pada waktu itu, tapi sakit hati Anda akan cepat hilang begitu Anda berlatih kembali. Tapi sakit hati karena penyesalan Anda hari ini tidak pernah bisa hilang selama-lamanya.”

Sukses Dimulai dari Impian Besar

Apakah saat ini kita memiliki impian yang sangat tinggi yang ingin diraih, yaitu sebuah impian yang mungkin mustahil untuk kita capai dengan keadaan kita sekarang ini?
Apakah mungkin sekarang kita sedang direndahkan dan ditertawakan oleh teman, saudara, atau bahkan orang tua ketika kita menceritakan impian kita kepada mereka?


Jika kita menjawab ya, janganlah kita merasa kecil hati dan putus asa.
Sebaliknya, kita harus bangga dan berbahagia karena kita baru saja memasuki langkah awal kesuksesan.
Mengapa demikan?
Karena pondasi kesuksesan adalah impian yang kita miliki.
Setiap orang yang telah sukses pasti diawali dengan impian.

Membangun impian dapat diibaratkan seseorang yang sedang membangun sebuah rumah.
Awalnya kita harus membangun pondasi yang kokoh agar bila terjadi bencana alam seperti banjir, gempa bumi, atau lainnya yang mengakibatkan rumah yang kita bangun retak dan rusak, kita dapat membangunnya kembali.
Begitu pula halnya bila kita sedang berusaha mewujudkan impian yang kita miliki.
Jika impian yang kita tanamkan sudah melekat sedemikian kuatnya dalam diri kita, kita akan siap untuk bangkit kembali jika seandainya kita mengalami bencana alam (baca: kegagalan).

Banyak orang berhasil yang mengawali langkah keberhasilan dalam hidupnya dengan bermimpi.
Salah satunya adalah Soichiro Honda yang sekarang ini terkenal dengan produk ciptaannya berupa sepeda motor dan mobil bermerek Honda.
Pada waktu Honda masih duduk di bangku sekolah, ia bukanlah seorang siswa yang pandai.
Pada saat gurunya sedang menerangkan pelajaran, Honda sering melamun dan berkhayal berbagai macam penemuan yang cemerlang, terutama yang banyak berhubungan dengan permesinan karena ia sangat suka dengan mesin.
Karena kebiasaan bermimpinya di kelas tersebut ia sempat dikeluarkan dari sekolah.
Namun hal tersebut tidak menghentikan semangatnya untuk mewujudkan semua im-piannya.
Hingga saat ini Honda dapat memperlihatkan diri kepada dunia bahwa ia adalah salah satu contoh orang yang sangat berhasil dalam mengubah semua impiannya menjadi kenyataan.
Dan sampai saat ini Honda terus-menerus melakukan inovasi-inovasi baru melalui mimpi-mimpi barunya dengan melakukan kampanye The Power of Dreams melalui media massa belum lama ini.

Kisah Honda ini terdapat memberi pelajaran yang cukup menarik yang dapat kita petik, yaitu bahwa setinggi apa pun mimpi kita, jika kita benar-benar yakin bahwa mimpi kita akan berhasil dan kita mau berusaha keras untuk mewujudkannya, maka pastilah suatu saat mimpi kita tersebut akan menjadi kenyataan. Percayalah!

Dalam realitas kehidupan yang kita jalani saat ini, kita harus memiliki cita-cita dan impian agar hidup kita dapat terarah dan memiliki tujuan yang jelas.
Kita bebas merancang impian kita sesuai dengan yang kita inginkan dan kita juga bebas untuk mengubah impian kita setiap saat jika memang suara hati kita menghendaki untuk mengubahnya.
Keberhasilan dan kesuksesan dalam hidup selalu berawal dari impian.
Namun tidak semua orang berhasil mewujudkan impiannya.
Hal ini bergantung pada bagaimana kita bisa mengarahkan impian kita kepada kenyataan yang kita harapkan.

Orang yang berhasil mewujudkan impiannya adalah orang yang dapat menyelaraskan antara impian dengan tindakan.
Suatu impian akan dapat dicapai jika kita tidak terlena dengan impian-impian kita dan selalu hidup dalam dunia impian, namun kita diharapkan untuk mau mengubah sikap dan tindakan kita menuju ke arah impian yang kita cita-citakan.
Jika saat ini kondisi dan keadaan kita sangat jauh dari impian yang kita miliki, kita harus mengubah perilaku dan tindakan kita untuk mencapainya.
Dengan kata lain, kita harus keluar dari zona kenyamanan (comfort zone) kita.
Misalnya, jika kita memiliki impian untuk bisa lulus sekolah/kuliah dengan nilai baik, ubahlah sikap kita yang mungkin biasa bermalas-malasan untuk menjadi lebih giat lagi dan berusahalah dengan sebaik mungkin untuk mewujudkannya.


Mimpi Pasif dan Mimpi Aktif
Saya rasa hampir setiap orang pernah bermimpi. Mimpi adalah suatu rangkaian kejadian atau peristiwa yang terjadi dalam pikiran sadar maupun pikiran bawah sadar kita. Mimpi yang biasa kita alami adalah mimpi pada saat kita sedang tidur. Mimpi pada saat kita sedang tidur biasanya terjadi apabila kita sedang menghadapi suatu permasalahan dalam diri dan batin kita. Masalah-masalah tersebut masih menumpuk dalam pikiran kita sehingga pada saat kita tidur alam pikiran bawah sadar kita membawa kita kepada masalah-masalah tersebut tanpa dapat kita kendalikan, namun kita merasa seolah-olah mengalami kejadian yang sebenarnya.
Mimpi seperti ini saya sebut dengan istilah mimpi pasif. Saya menyebut demikian karena mimpi tersebut adalah mimpi yang terjadi di luar kehendak kita. Kita tidak dapat mengontrol mimpi kita itu dan mimpi tersebut cenderung tidak nyata. Mimpi seperti ini akan berakhir apabila kita terjaga dari tidur.


Di samping mimpi pasif yang berlangsung pada saat kita tidur, ada juga seseorang yang pada dasarnya sering berkhayal atau mengimajinasikan hal-hal indah secara terus- menerus namun tidak pernah berusaha untuk mewujudkannya.
Berkhayal (mimpi) semacam ini saya kategorikan ke dalam mimpi pasif juga karena ia hanya berangan-angan dan membayangkan kejadian-kejadian indah namun tanpa diikuti perubahan tindakan yang menuju kepada tercapainya impiannya tersebut.
Hal ini sama saja halnya dengan hidup dalam dunia mimpi yang telah saya sebutkan sebelumnya karena semua angan- angan tersebut akan berakhir pada saat ia selesai berimajinasi (baca: bangun dari tidurnya).
Sedangkan mimpi aktif adalah suatu imajinasi atau khayalan yang dilakukan secara terus-menerus namun disertai dengan perubahan perilaku yang mengacu kepada tercapainya mimpi tersebut sehingga kita tidak selalu hidup dalam dunia mimpi atau dunia tidur dan berusaha mewujudkannya.
Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa dalam dunia tidur pada saat kita bermimpi, kita tidak dapat mengendalikan mimpi kita tersebut, dan setelah kita terbangun semua hal yang terjadi dalam mimpi tersebut hilang tanpa bekas. Begitu pula jika kita hanya memiliki impian tapi tidak melakukan sesuatu untuk mewujudkan impian tersebut adalah sama dengan ber-mimpi pasif karena tidak ada tindakan nyata untuk mewujudkannya.
Oleh karena itu, kita hendaknya menjadi pemimpi-pemimpi aktif di mana kita tidak hanya berimajinasi saja tapi juga melakukan tindakan yang mendukung ke arah tercapainya impian kita. Lakukan perubahan dalam diri kita, keluar dari zona kenyamanan, dan raihlah impian kita tersebut.

Tips Mewujudkan Mimpi
Jika sampai saat ini yang sering kita lakukan hanyalah bermimpi pasif, mungkin kini saatnya kita mencoba untuk mengubah mimpi pasif kita menjadi mimpi aktif dan mewujudkannya dalam realitas kehidupan kita sehingga kita tidak hanya hidup dalam dunia mimpi.
Berikut saya akan coba memaparkan beberapa tips untuk mengubah mimpi pasif menjadi mimpi aktif dan mewujudkan impian yang kita miliki ke dalam realitas hidup.

Tips #1
Setiap orang pasti memiliki segudang impian yang sangat indah dan berjuta-juta keinginan dalam pikirannya. Dan pada saat inilah orang tersebut sedang berada pada state 1 yaitu ia sedang bermimpi pasif. Namun, tentu saja kita tidak dapat memperoleh semua impian kita secara sekaligus dalam tempo yang sangat singkat tanpa melakukan apa-apa.
Kita harus dapat menyaring dan membuat prioritas impian mana yang akan kita wujudkan terlebih dahulu. Kita harus beralih dari state 1 (mimpi pasif) di mana yang kita lakukan hanya bermimpi setinggi-tingginya ke state 2 (mimpi aktif) dengan melalui suatu jembatan yang saya beri nama filter trans imajiner.
Filter ini merupakan suatu titik di mana kita sedang berada pada proses transisi/pemindahan mimpi-mimpi kita yang hanya ada dalam khayalan kita untuk menjadi kenyataan.
Filter ini bermanfaat untuk menyaring semua mimpi kita yang mungkin jumlahnya sangat banyak hingga menjadi beberapa yang ingin kita capai dalam waktu dekat.
Pada state ini kita dituntut untuk tidak hanya membayangkan terwujudnya impian kita saja, namun kita juga harus memikirkan proses pencapaiannya tahap demi tahap dan mimpikan pula proses tersebut tahap demi tahap sampai kita berhasil meraih apa yang kita mimpikan dan menjadi realitas.

Tips #2
Setelah kita menyaring mimpi-mimpi yang kita miliki, kita harus melewati satu rintangan terbesar dalam proses meraih impian berikutnya, yaitu kita harus berusaha untuk keluar dari zona kenyamanan kita (comfort zone).
Zona ini merupakan saat di mana kita merasa sangat nyaman dengan mimpi-mimpi di alam mimpi kita. Pada saat ini mungkin kita tidak tahu apa yang harus kita lakukan untuk keluar dari zona ini karena mimpi yang kita miliki sangat jauh dari keadaan kita sekarang ini sehingga kita merasa bahwa kita sudah pasti tidak dapat mewujudkan impian tersebut.
Kita harus berhasil melewati zona ini dengan melakukan tindakan nyata dalam proses meraih impian yang kita inginkan. Kita harus selalu optimis bahwa impian kita akan dapat menjadi kenyataan suatu saat nanti.

Tips #3
Tahapan ini merupakan tahapan yang paling menentukan apakah impian-impian kita akan menjadi kenyataan atau tidak. Pada tahapan ini kita harus siap menghadapi masalah yang dapat berupa penghalang atau hambatan maupun kesulitan yang harus kita hadapi dalam proses meraih impian kita.
Salah satu penghalang atau hambatan yang harus kita hadapi dapat berupa jatuh miskin, kehilangan orang yang dicintai, dihina orang banyak, dikucilkan, tidak dipercaya, dikeluarkan dari sekolah dan hal-hal lain yang menyebabkan kita kehilangan semangat untuk terus berusaha mewujudkan impian kita.
Hambatan yang banyak dialami setiap orang adalah kegagalan. Dan kegagalan ini sering membuat orang patah semangat dan berputus asa serta tidak berani mencoba lagi. Tidak jarang impian seseorang berakhir pada state ini.
Kegagalan ini banyak disebabkan oleh karena proses mewujudkan impian tidak seindah dan semudah apa yang kita bayangkan sebelumnya. Seharusnya, jika kita mengalami kegagalan, kita harus berani mencoba kembali, memimpikan kembali secara aktif, memvisualisasikan dalam pikiran kita mulai dari proses sampai tercapainya impian kita sehingga kita selalu memiliki semangat juang yang tinggi setelah kita mengalami kegagalan dan bukan hanya merenungi nasib yang telah terjadi atau bahkan kita mengubah impian kita.
Memang tidak ada salahnya bagi kita untuk mengubah impian kita semula dan berusaha mencapai impian yang lain jika kita memang sudah merasa bahwa impian kita sudah tidak sejalan dengan tujuan hidup kita. Namun satu hal yang harus kita yakini adalah bahwa dengan selalu belajar dari pengalaman kegagalan dan kemudian mencoba lagi suatu saat mimpi kita pasti akan dapat menjadi kenyataan.
Orang yang tabah, sabar, dan berhasil melewati semua permasalahan tersebut barulah akan menjadi orang yang berhasil meraih impiannya. Sanggupkah kita menghadapi semua rintangan-rintangan tersebut? Ingat cerita Honda Soichiro! Dan ikuti panduan tips-tips yang telah diutarakan sebelumnya.
Jangan lupa untuk selalu membawa serta impian kita ke mana pun kita pergi, di mana pun kita berada, dalam berbagai kondisi dan situasi yang bagaimana pun yang sedang menimpa kita. Kita harus selalu percaya dan yakin bahwa impian yang kita miliki akan tercapai melalui usaha-usaha kita yang tekun dan tidak kenal menyerah serta tidak lupa untuk meminta pertolongan Tuhan. Dengan demikian keberhasilan akan dapat kita peroleh. Bermimpilah dan percayalah!

Sumber : www.sinarharapan.co.id