Begitu pentingkah Membaca buku, apalagi buku-buku pengengembangan diri?, Inilah Asyiknya MLM, Rata-rata MLM menyarankan Membernya untuk membaca buku-buku pengembangan diri. Yang menurut saya Alasannya antara lain:
Keluarga, masyarakat dan pendidikan formal secara konsisten mengkondisikan kita untuk menjadi ‘orang rata-rata’ alias miskin. Jika kita hanya belajar hidup dari mereka dapat dipastikan kita menjadi orang miskin. Kita harus membangun pergaulan orang-orang sukses. Jika tidak bisa secara fisik minimal secara ide kita terus berkomunikasi melalui buku.
Pendidikan formal lebih berorientasi pengembangan skill/teknis dan sangat minim pengembangan sikap. Penelitian secara internasional sudah berkali-kali membuktikan dan tidak bisa dibantah lagi. Pendidikan akademik hanya menentukan 10 % kesuksesan. 90% nya ditentukan oleh ukuran impian dan kekuatan sikap. Jika Anda ingin mendapatkan 90% penentu sukses, Anda harus banyak belajar tambahan dari luar sekolah formal melalui kursus, seminar, mentoring atau buku pengembangan diri.
Mengikuti jalan pintas yang sudah dilalui orang sukses. Semua kesuksesan dimulai dari membersihkan semak-semak, memotong pohon penghalang dan menyingkirkan batu-batu. Setelah satu kesuksesan timbul segera orang lain dapat mengikuti sukses dengan cara yang cepat. Membaca buku = membaca peta sukses. Sudah ada petunjuk jalan, rambu-rambu dan Anda tahu perbekalan apa yang harus Anda siapkan.
Biaya termurah untuk sukses. Membaca buku mempermudah menjalankan bisnis apa saja yang hasilnya pasti lebih banyak dari harga buku. Jika tidak pernah membaca buku, berapa biaya kegagalan anda? Hitung sendiri – Berapa biaya pulsa Anda untuk janji temu yang hilang karena salah cara membuat janji temu? – berapa biaya transport anda untuk presentasi yang hilang karena lebih sering ditolak? – Berapa banyak waktu anda hilang karena ditolak? – Berapa biaya yang anda keluarkan untuk melampiaskan stress karena anda tidak terbiasa bersikap positif? – Berapa peluang bonus anda yang hilang karena anda tidak memiliki keyakinan sehingga prospek juga tidak yakin? Anggap saja buku-buku yang penting anda miliki semuanya seharga Rp 1 juta. Anda bandingkan sendiri mana yang lebih mahal, kegagalan atau harga buku?
Sukses permanen ditentukan oleh revolusi mental, bukan karena keadaan di luar diri kita. Semua orang tahu, membaca buku akan menambah pengetahuan, tetapi ada manfaat yang jarang kita sadari saat membaca buku adalah, kita mulai berpikir dengan cara yang mirip dengan penulis buku tersebut. Jika buku tersebut menceritakan profil sukses, kita juga belajar cara berpikir orang sukses yang dikisahkan dalam buku tersebut.
Suatu kali, Robert Kiyosaki ditanya,” Mengapa sangat banyak orang yang gagal menjalani bisnis Network Marketing?” Robert menjawab singkat,” Karena mereka mengharapkan uang secara instan”. Hal terpenting dalam network marketing adalah Pendidikan Yang Mengubah Hidup, yang membimbing kita secara utuh untuk meraih impian kita.
Antony Robbin menyebutkan salah satu ciri orang sukses adalah Constan and Neverending Improvement. Peningkatan yang konsisten dan terus menerus. Pembelajaran seumur hidup untuk meningkatkan kualitas kehidupan kita, terus bertumbuh dan berkembang. Lulus sekolah bukan akhir dari belajar tetapi tahap awal dari belajar.
Menduplikasi membaca buku, artinya anda tidak perlu menghabiskan banyak waktu dan tenaga untuk ngajarin jaringan. Apalagi jika menghadapi jaringan yang ekonomi dan pendidikan lebih tinggi daripada kita. Kita bisa sungkan tapi buku tidak. Jaringan bisa gengsi kita ajarin tapi tidak pernah gengsi jika ‘digurui’ oleh buku.
Mark Yarnell, “Bisnis Anda hanya akan tumbuh secepat dengan pertumbuhan pribadi Anda”
Semakin besar jaringan, semakin besar pula tanggungjawab Anda. Lebih banyak masalah-masalah yang penyelesaiannya di tangan Anda. Dengan mengembangkan diri, masalah-masalah itu akan jauh lebih mudah.
Buku ditulis berdasarkan pengalaman penulis selama belasan bahkan puluhan tahun. Sudah pasti untuk menempuh pengalaman itu membutuhkan uang ratusan juta. Anda bisa membeli pengalaman orang yang sudah disarikan hanya dengan uang 50 - 100 rb. Jika setiap buku sukses adalah hasil pengalaman penulis selama min 10 tahun, artinya jika anda hanya membaca 10 buku saja anda sudah memiliki pengalaman hidup 100 tahun. Jika anda membaca 100 judul buku sukses, artinya Anda memiliki pengalaman hidup 1000 tahun. Artinya, Anda hidup sampai mati .. hidup ..mati .. hidup lagi minimal 10X. DAHSYAT..!!
Jika anda memiliki pengalaman hidup 30 tahun dan sudah bisa mendapatkan penghasilan 1-2 juta per bulan. Bagaimana jika Anda memiliki pengalaman hidup 1000 tahun dan mengaplikasikannya dalam kehidupan Anda. Dapat dipastikan Anda bisa mendapatkan penghasilan minimal 33X lipatnya.
Buku adalah kendaraan kehidupan Anda. Membuat seluruh kehidupan kita menjadi lebih mudah, bukan hanya bisnis ini. Buku pengembangan diri tidak hanya membantu kita untuk sukses di satu bidang. Sukses permanen bukan soal tempat kita berada, tetapi soal siapa diri kita? Itulah sebabnya orang-orang sukses biasanya sangat mudah untuk sukses di tempat-tempat lainnya. Jika Anda tidak ingin sukses di bisnis ini, Anda pasti ingin sukses dalam hal lainnya. Mungkin Anda ingin sukses di bisnis konvensional, pengabdian sosial, atau organisasi keagamaan. Dengan menjadi sahabat buku, semua akan jauh lebih mudah Anda dapatkan
Membaca buku atau tidak sebetulnya sama-sama punya dimensi kenikmatan dan kepedihan. Bedanya, jika kita berani habis-habisan membaca buku, kita menempuh kepedihan jangka pendek untuk kenikmatan jangka panjang. Sebaliknya jika kita ingin nyaman dengan tidak pernah membaca buku, saat yang sama kita sedang mengorbankan nikmatnya kehidupan jangka panjang. Pilihan di tangan Anda.
kenikmatan itu harus dihindarkan kalau konsekuensinya adalah kepedihan lebih besar, dan kepedihan itu harus diincar kalau pada akhirnya mendatangkan kenikmatan lebih besar.--Michel De Montaigne--
Mulailah menjadi PEMBURU BUKU mulai detik ini. Dan raihlah sukses dalam seluruh aspek kehidupan Anda. Bagikan ilmu Anda, dan raihlah puncak kebahagiaan berbagi. Menjadikan kehidupan Anda lebih bermakna.
Sudah berapa lama Anda bergabung sebagai distributor sebuah perusahaan network-marketing? Apakah Anda telah mencapai target yang Anda tentukan? Atau, hasil yang Anda peroleh di network-marketing masih belum sesuai dengan apa yang Anda harapkan. Apapun hasil yang telah Anda peroleh di network-marketing sampai saat ini, kemungkinan besar semuanya terkait dengan pendekatan Anda sendiri terhadap industri network-marketing. Intinya adalah : Apakah Anda memperlakukan network-marketing sebagai sebuah hobby? Atau, Anda memperlakukan network-marketing sebagai sebuah bisnis.
Banyak distributor network-marketing mengeluh bahwa mereka belum mencapai target yang mereka harapkan. Tapi, sebelum seorang distributor mengeluh tentang hasil yang belum sesuai dengan harapan, ada baiknya mereka merenungkan apakah mereka telah memperlakukan kegiatan network-marketing layaknya sebuah bisnis, ataukah sekedar sebagai hobby. Untuk mensukseskan network-marketing sebagai sebuah bisnis, banyak hal yang perlu dilakukan. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut :
Satu, Sebuah bisnis bisa sukses apabila ilmu yang terkait dengan bisnis tersebut telah dipelajari dan diterapkan dengan baik. Apakah Anda telah mempelajari dan mengimplementasikan cara-cara menjalankan bisnis network-marketing dengan benar dari leader / mentor Anda?
Dua, Sebuah bisnis bisa sukses bila didukung dengan modal yang cukup, baik modal keringat, maupun modal keuangan. Apakah Anda telah mengeluarkan modal keringat & modal keuangan yang cukup untuk bisnis network-marketing Anda? Apakah Anda mempergunakan produk (swakonsumsi) dan tutup point secara teratur setiap bulannya? Apakah Anda secara konsisten melakukan presentasi untuk merekrut distributor baru ke dalam jaringan network-marketing Anda?
Tiga, Sebuah bisnis bisa sukses bila didukung kegiatan marketing yang memadai. Apakah anda telah cukup melakukan kegiatan marketing untuk bisnis network-marketing Anda baik melalui iklan di koran, iklan di internet, selebaran dan sebagainya?
Empat, Sebuah bisnis bisa sukses apabila hal-hal diatas telah diimplementasikan secara disiplin dan konsisten selama kurun waktu tertentu. Untuk sukses di bisnis network-marketing, Anda perlu menerapkan hal-hal di atas secara disiplin dan konsisten setidak-tidaknya selama dua tahun. Apakah Anda telah menerapkan hal-hal di atas secara disiplin dan konsisten selama dua tahun?
Jika Anda belum mencapai target yang Anda harapkan dan belum memaksimalkan potensi penghasilan dari network-marketing, jangan-jangan, Anda hanya seorang hobbyist network-marketing, dan bukan seorang pebisnis network-marketing!!
Dalam hidup ini, kita jangan cuma jadi penonton saja. Mumpung anda masih muda dan banyak energi, bertindaklah sekarang juga, dan komitmen sebelum terlambat. Sebagaimana parasut yang dibawa oleh pilot pesawat tempur, hanya bermanfaat kalau bisa terbuka. Sama juga dengan pikiran/otak yang kita bawa kemana-mana, hanya bermanfaat kalau bisa terbuka menerima ide-ide baru, ilmu-ilmu baru, cara-cara baru mencari uang, dan pendapat-pendapat baru. Dan ironisnya banyak orang tanpa mereka sadari, telah membangun tembok mental dalam pikirannya, yang menghalangi langkahnya sendiri untuk bergerak maju. Terlihat dari pilihan kata-katanya : saya tidak mampu, saya tidak punya bakat, saya tidak punya modal, dll. Memang diakui, tidak semua orang mempunyai ketrampilan yang sama dalam menawarkan sebuah ide/produk tertentu. Tetapi ketrampilan apa sih di dunia ini yang tidak bisa kita dipelajari ? Padahal tidak dipungkiri, kalau anda melakukan hal yang sama berulang-ulang maka otomatis anda akan menjadi ahli di bidang tersebut. Maka demikian juga halnya dalam menjalankan bisnis ini, semakin anda sering dan terbiasa sharing/mengenalkan peluang bisnis ini, anda akan semakin terampil dan fasih. Pepatah mengatakan ”Bisa karena Terbiasa”. Nah, membuka pikiran/wawasan orang inilah tugas pokok kita dalam menjalankan bisnis Jaringan Tianshi
Sebenarnya dalam hidup kita ada berbagai macam sumber pendapatan yang bisa kita gali. Adalah bukan zamannya lagi anggapan yang menyatakan hanya ada satu cara untuk memperoleh income/penghasilan, yaitu melalui gaji/upah. Cara ini disebut barter tenaga/waktu dengan uang (cara yang paling kuno mencari uang). Bagaimana kalau kita tidak lagi mempunyai tenaga/waktu (misalkan karena sakit atau faktor usia). Akibatnya kita mengabaikan potensi mendapatkan income dari sumber lain. Untuk itu tinggalkan/singkirkan jauh-jauh anggapan tersebut dalam diri dan pikiran anda. Anda belum terlambat untuk merubah pola pikir ini.
Sungguh keputusan anda bergabung di Tianshi sudah tepat. Pilihan anda menjadikan Tianshi sebagai kendaraan untuk berbisnis, sudah benar. Namun jika anda tidak bertindak maka takdir anda juga tidak terjadi. Tindakan (action) yang menentukan hasil, bukan keputusan. Jika bisnis Jaringan anda asosiasikan dalam pikiran anda dengan income tambahan/penghasilan sampingan, maka alam bawah sadar anda yang akan menunjukkan jalan untuk mencapainya. Tetapi jika asosiasi neurologis (alam bawah sadar) anda mengaitkan bisnis Jaringan dengan kepayahan dan kesulitan, maka dijamin anda tidak akan sukses/berhasil.
Apalagi Tianshi termasuk jenis Personal Franchise (anda tidak perlu mempunyai badan hukum, bisa punya usaha). Anda bebas mengembangkan dengan potensi pendapatan tidak kalah dengan orang yang membeli corporate franchise. Dan kabar baiknya, tidak ada bisnis yang semudah menjalankan franchise, karena sudah terbukti. Bisnis franchise yang sukses umumnya memiliki 2 pra-syarat yaitu sistem yang sudah berjalan baik dan jaringan yang luas. Semua bisnis yang dijual secara franchise memiliki kedua hal tadi, yaitu sistem dan jaringan. Tapi karena harga corporate franchise sangat mahal (IndoMart, McDonald, Dunkin Donuts, KFC, dll), maka tidak semua orang sanggup menjalankannya.
Namun di bisnis ini, anda tidak memiliki modal besarpun anda bisa menghasilkan uang, asalkan anda komitmen dan ulet (pantang menyerah). Bisnis Tianshi tidak membutuhkan modal besar seperti membuka Mc Donald, KFC atau INDOMART, tetapi hasilnya bisa menyamai mereka karena anda tidak perlu membayar gaji pegawai, biaya listrik, sewa gedung seperti yang dilakukan oleh bisnis konvensional. Itulah kehebatan bisnis berbasis pemasaran jaringan, sangat efisien dengan hasil tidak kalah dengan bisnis konvensional.
Bisnis Jaringan Tianshi juga tidak mengenal batasan umur, ijasah, pangkat atau masa kerja yang biasanya menghambat potensi seseorang untuk meraih keberhasilan finansial di dunia kerja konvensional. Apapun latar belakang anda dan dari mana pun anda berasal, anda tetap bisa jalankan bisnis ini dan mempunyai peluang yang sama untuk sukses. Kalaupun ada batasan, maka batasan yang ada pada bisnis ini adalah diri anda sendiri. Yakni kurang kreativitas anda sendiri, tembok mental/emosional yang anda bangun di pikiran anda sendiri berupa kemalasan/tidak action, dan mental gampang menyerah yang anda beri kesempatan untuk menang.
Lebih dari itu, Bisnis Jaringan Tianshi memiliki sistem yang sudah berjalan baik, sehingga kita tinggal memikirkan strategi penjualannya saja. Anda tidak perlu pusing dengan masalah stock, gaji pegawai, uang sewa, bayar listrik, kebersihan, dll. Bisnis Jaringan Tianshijuga memiliki sistem komputer (infrastruktur), sistem reward, dan sistem pelayanan pelanggan yang baik.
Maka tidak berlebihan, jika dikatakan bahwa Bisnis Tianshiadalah bisnis yang luar biasa. Sebab dengan modal yang relatif kecil, dan resiko yang kecil, namun bisa menghasilkan income yang tidak terbatas. Semakin kreatif anda, semakin cepat anda berhasil/sukses di bisnis ini. Tidak ada bos yang mengatur dan mengawasi anda. Anda sendirilah pemilik bisnis anda sendiri, anda yang menjalankan dan mengatur waktunya sendiri, kapan saja dan di mana saja. Jika anda tekun menjalankannya, maka hasilnya akan mengalahkan income yang anda peroleh dari bekerja di kantor. Hebatnya, income dari bisnis ini tidak mengenal pensiun, karena anda tidak bekerja untuk orang lain. Anda akan merasakan sendiri bahwa bisnis ini bagus dan memberikan pertumbuhan income yang luar biasa, asal anda tekun dan masuk ke pasar secepatnya. Bisnis ini memiliki kecepatan pertumbuhan eksponensial (tumbuh dengan kecepatan yang sangat tinggi), jika anda tahu cara dan strateginya.
Bisnis Tianshijuga memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan usaha sejenis yang memakai teknik serupa (pemasaran berbasis jaringan). Di Bisnis Jaringan Tianshi, iuran menjadi anggota (joining/franchise fee) sekali seumur hidup, pada waktu bergabung dan nilainya juga tidak besar (hanya Rp 85.000). Investasi bisnis yang sangat murah.
Tentu saja jika hari ini anda menanam benih, anda tidak mungkin mengharapkan besok pagi, waktu anda bangun tidur, mendadak anda melihat pohon yang tinggi berdaun hijau. Yang anda lihat, barulah ”kecambah” yang belum ada akar maupun daunnya sehingga anda harus merawatnya dan memberi pupuk seperlunya setiap hari agar cepat tumbuh menjadi pohon tinggi berdaun hijau. Bisnis jaringan membutuhkan waktu untuk memberi kesempatan jaringan yang anda bangun tumbuh dan berkembang. Karena itu jangan ditinggalkan begitu saja. Anda harus secara teratur merawatnya, mencabut rumput liar yang menghambat pertumbuhan jaringan. Anda juga harus secara rutin memberi pupuk berupa dorongan/motivasi ke bawah. Begitulah prinsip sukses dalam bisnis jaringan. Berita baiknya, bisnis Tianshi tetap tidak serumit membuka restoran, salon, bengkel, atau toko eceran sendiri yang membutuhkan pengawasan/kehadiran anda setiap hari.
Kalau anda merasa kesulitan meningkatkan penghasilan pokok yaitu gaji/upah yang anda terima dari kantor/tempat anda bekerja, maka Bisnis Jaringan Tianshi adalah solusi yang tepat untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Contoh income tambahan adalah rumah kost yang disewakan menghasilkan Rp 300.000/bln (kalau ditambahkan faktor x 20 menjadi Rp 6.000.000/bulan); Sepeda motor yang disewakan sebagai ojek menghasilkan Rp 25.000/hari (kalau ditambahkan faktor x 20 akan menjadi Rp 500.000/hari ). Itulah yang dimaksud dengan ”Kecerdasan Finansial”. Tahu di mana sumber uang mengalir dan kita pasang pipa yang besar-besar agar mengalir ke rekening kita.
Karena Tianshi menganut model pemasaran jaringan, maka para anggota yang setiap hari terus berkembang merupakan jaringan distribusi. Dengan memiliki sistem & jaringan yang kuat, maka bisnis Tianshi akan menjadi bisnis yang sangat menguntungkan di masa yang akan datang. Dengan sendirinya anggota yang mengembangkan jaringan dengan rajin, pasti akan menikmati hasilnya. Hukum tabur-tuai berlaku (siapa yang menabur, akan menuai hasilnya). Sehingga nantinya, pada waktu bisnis ini sudah booming (beredar luas di seluruh pelosok tanah air), anda tinggal menikmati hasil pekerjaan anda. Gaji/jabatan yang anda dapatkan di kantor/di tempat anda bekerja selama ini tidak bisa diwariskan. Penghasilan di Bisnis Tianshibisa anda wariskan kepada anak cucu. Kalau anda tidak percaya, silahkan buktikan sendiri sekarang juga. Sekali lagi, yang membedakan orang sukses dan gagal adalah tindakannya, bukan hanya keputusannya.
Berikut ini adalah gambaran dari sebuah lingkaran kesuksesan Ikuti Satu Jalan Hingga anda Sukses. Jangan berubah pikiran di tengah jalan apabila ada orang yang membujuk/mempengaruhi anda untuk pindah ke bisnis lain atau ada orang negatif yang men-sabotase langkah anda. Anda harus selalu waspada, karena anda dikelilingi oleh 80% orang-orang negatif. Jika anda memiliki sasaran yang jelas, spesifik dan tertulis, maka anda akan fokus. Jika anda fokus pada sasaran, tembakan/bidikan anda akan tepat (memberikan hasil nyata). Hasil (result) yang anda dapatkan, memberikan umpan balik positif (feedback) kepada sistem keyakinan yang ada dalam pikiran anda, sehingga akan lebih meningkatkan rasa percaya diri anda. Jika keyakinan anda meningkat, maka komitmen anda dengan sendirinya akan lebih tinggi lagi. Semakin tinggi komitmen, semakin fokus lagi anda membidik sasaran. Jika fokus anda lebih tajam lagi, maka seperti seberkas sinar laser yang sangat fokus, baja setebal apapun bisa ditembus. Begitu pula pikiran & energi yang anda miliki, semakin anda fokuskan, semakin tinggi hasilnya, semakin tinggi sistem keyakinan anda, semakin komit anda melakukannya, dan seterusnya. Inilah yang disebut lingkaran keberhasilan. Semakin lama, lingkaran keberhasilan anda semakin bertambah besar dan besar seperti badai Tornado yang dahsyat. Ikutilah lingkaran keberhasilan tadi, hidup anda akan sukses secara finansial.
Pada awal anda bergabung, income anda didominasi dari bonus rekrutmen (bonus sponsor). Semakin anda fokus-kan energi untuk mengembangkan jaringan, semakin bertambah besar hasilnya. Hasil yang besar akan memberi sinyal positif kepada sistem keyakinan di pikiran anda untuk lebih meningkatkan komitmen anda menekuni bisnis ini. Jika komitmen anda semakin tinggi maka anda akan semakin fokus lagi, sehingga semakin hari jumlah downline anda semakin bertambah banyak dan hasil (income) yang anda terima semakin besar. Komponennya mulai bergeser dari bonus rekrutmen menjadi bonus transaksi atau bonus bulanan (passive income). Lingkaran keberhasilan anda akan semakin membesar dan membesar setiap hari sehingga tanpa anda sadari, setelah berjalan 2 s/d 3 tahun anda sudah bebas dari kesulitan finansial seumur hidup. Apakah ini masuk di akal ? Silahkan dibuktikan.
Bisakah waktu 2 s/d 3 tahun untuk sukses dikompress menjadi hanya 6 bulan? Menurut para pakar, sangat bisa. Caranya, anda kopi/contek formula sukses yang sudah dipraktekan oleh orang sukses (disebut model), anda akan memperoleh hasil serupa dengan waktu yang jauh lebih singkat. Menurutnya, belajarlah dari orang sukses (model), pelajari cara berpikirnya, perasaannya, emosinya, strateginya, dan tindakannya, anda akan menghemat banyak waktu karena tidak perlu melakukan ”trial & error”. Dengan cara tersebut, seorang Anthony Robbins yang tidak pernah kuliah dan menjadi petugas cleaning service pada usia 18 tahun di gedung perkantoran, namun membaca semua buku kisah sukses orang dari seluruh penjuru dunia dan mempraktekkannya, bisa membuktikan menjadi jutawan pada usia 25 tahun. PesanAnthony Robbins sangat sederhana, jika anda ingin sukses, pelajari dan tirulah cara yang dilakukan orang sukses (model), maka hasilnya kurang lebih akan sama.
dalam menjalankan usaha network marketing apapun, kita sering bertemu dengan orang2 yang skeptis, ataupun orang2 yang merasa sok tahu dan mengerti menjalankan network marketing tetapi hanyalah orang2 yang salah paham mengenai sistem dan cara kerja bisnis network marketing. Nah ... pada kesempatan kali ini saya mau ngasih tau 6 MITOS NETWORK MARKETING yang sering menimbulkan kesalahpahaman ... begini nih mitosnya :
Mitos pertama : Cara terbaik untuk sukses di bisnis network marketing adalah dengan bergabung dengan perusahaan network-marketing baru.
Mitos ini muncul karena adanya anggapan bahwa penghasilan terbesar yang diperoleh oleh pelaku bisnis network-marketing berasal dari awal berdirinya sebuah perusahaan network-marketing. Kenyataannya adalah, tahap awal mungkin merupakan masa terburuk untuk bergabung dengan sebuah perusahaan network-marketing. Mengapa? Sudah merupakan sebuah kenyataan di dunia bisnis (dan bukan hanya di bisnis network-marketing) bahwa 70% dari semua perusahaan baru akan gulung-tikar dalam lima tahun pertama. Kalau begitu, bagaimana Anda bisa yakin bahwa perusahaan network-marketing tempat Anda bergabung bukanlah satu satu dari 70% perusahaan yang gulung-tikar tersebut?
Pada tahap awal sebuah perusahaan network-marketing, semua orang menginginkan dan berharap bahwa perusahaan tersebut akan sukses. Akan tetapi, merosotnya kinerja sebuah perusahaan network-marketing terjadi secara perlahan-lahan dan kadang-kadang tanpa disadari oleh para anggota dan distributornya.
Untuk sukses dalam bisnis network marketing, dibutuhkan investasi waktu dan usaha yang tidak sedikit. Bagaimana jika perusahaan network-marketing tempat Anda bergabung bangkrut setelah Anda meng-investasikan beberapa tahun dalam bentuk waktu dan usaha? Semuanya menjadi sia-sia saja, bukan?
Dari penjelasan di atas, Anda dapat melihat bahwa waktu terbaik untuk bergabung dengan sebuah perusahaan network-marketing adalah sesudah perusahaan tersebut berhasil membuktikan kemampuan mereka untuk mengembangkan bisnis secara etis, serta memenuhi kewajiban-kewajiban berupa pembayaran bonus kepada distributor secara teratur dan tepat waktu.
Mitos kedua : Kesuksesan seorang network-marketer adalah karena berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat dan faktor keberuntungan (hoki) merupakan faktor utama kesuksesan seorang network-marketer. Mitos ini timbul karena potensi income tidak terbatas yang ditawarkan oleh industri network-marketing itu sendiri. Orang-orang yang menjalankan bisnis network marketing mengharapkan untuk mendapatkan income besar dalam waktu singkat tanpa kerja keras. Tentu saja sebagian besar orang gagal di network marketing dengan pandangan tersebut. Orang-orang yang gagal di network marketing karena kesalah-pahaman tersebut kemudian beranggapan bahwa untuk menjadi sukses dalam bisnis network-marketing dibutuhkan keberuntungan (hoki) yang besar. Perlu Anda sadari bahwa bisnis network-marketing adalah sebuah bisnis, bukan merupakan sebuah hobby, permainan, atau sesuatu yang dilakukan oleh orang-orang iseng, kurang kerjaan, maupun orang-orang yang ingin cepat kaya tanpa berusaha keras.
Orang-orang yang menganggap network marketing sebagai sebuah hobby ataupun sebagai sebuah permainan biasanya tidak akan sukses menjalankannya. Akan tetapi, orang-orang yang memperlakukan network-marketing layaknya sebuah bisnis, ataupun sebagai sebuah pilihan karir/professi memiliki kesempatan yang besar untuk sukses dalam menjalankan bisnis network-marketing.
Sama seperti halnya di bisnis maupun profesi lain, untuk menggapai sukses di bisnis network-marketing, Anda perlu juga membekali diri dengan ketrampilan dan keahlian. Anda juga perlu melakukan investasi di perkakas (tools) yang tepat untuk dapat menjalankan dan mengembangkan bisnis network-marketing Anda secara maksimal.
Mitos ketiga : Network marketing adalah bisnis untuk orang miskin yang bermimpi menjadi kaya raya. Walaupun banyak orang-orang yang sukses di bisnis network marketing memiliki latar belakang yang sederhana, pandangan ini merupakan pandangan yang salah. Sayangnya, mitos ini sendiri muncul akibat cerita yang sering digembar-gemborkan oleh banyak pelaku bisnis network-marketing itu sendiri.
Seperti di bisnis-bisnis lainnya, untuk menjadi sukses di bisnis network marketing, orang harus memiliki ketrampilan dan keahlian. Anda juga memerlukan sumber daya seperti modal, kenalan, disiplin dan juga visi dalam menjalankan bisnis Anda.
Sebagian orang tidak sukses secara finansial karena memiliki kekurangan-kekurangan seperti tidak percaya diri, tidak tahu cara menyampaikan pendapat, kurang bisa bersosialisasi dan lain sebagainya. Melalui network-marketing, seseorang dapat mengasah ketrampilan-ketrampilan tersebut.
Kenyataan sebenarnya adalah, orang-orang yang sukses di bisnis network-marketing sering kali adalah orang-orang yang juga telah sukses di bidang dan bisnis lain.
Oleh karena itu, pandangan bahwa orang miskin yang menjadi kaya-raya setelah menjalankan bisnis network-marketing adalah sebuah pandangan yang tidak benar.
Mitos keempat : Jika network-marketing dapat benar-benar dijalankan, maka semua orang akan menjalankannya sehingga pasar akan menjadi jenuh (saturasi). Walaupun masuk akal secara matematis, mitos ini tidak pernah terbukti. Sejarah telah membuktikan bahwa network-marketing merupakan bisnis yang nyata, dan kejenuhan (saturasi) bukan merupakan sebuah ancaman.
Amway, perusahaan network-marketing tertua dan terbesar di dunia telah beroperasi selama lebih dari 40 tahun. Distributor-distributor Amway telah “menggambar lingkaran” dan merekrut distributor baru selama lebih dari 40 tahun, dan sampai sekarang belum ada indikasi bahwa pasar telah jenuh dengan apa yang ditawarkan oleh para distributor Amway ini.
Memang, sistim bisnis network-marketing sangatlah dashyat, akan tetapi tidak begitu dashyat hingga sanggup menghilangkan keacuhan dan ketidakpedulian orang terhadap kedashyatan yang ditawarkan oleh bisnis network marketing ini.
Mitos kelima : Anda harus “memanfaatkan” teman dan keluarga untuk memperoleh income di bisnis network-marketing. Ini merupakan sebuah persepsi yang sangat salah mengenai bisnis network-marketing. Kenyataannya adalah : Anda tidak memanfaatkan orang lain dan tidak boleh memanfaatkan orang lain untuk mencapai sukses di bisnis network-marketing. Dalam menjalankan dan mengembangkan bisnis network-marketing, satu-satunya hal yang “dimanfaatkan” adalah produk dan jasa yang didistribusikan sebuah perusahaan network-marketing melalui para distributornya. Mesin penggerak bisnis network-marketing adalah produk dan jasa yang dipergunakan oleh para distributor.
Dalam bisnis network-marketing, Anda tidak memanfaatkan orang lain. Anda hanya menawarkan produk dan jasa yang Anda pergunakan sendiri kepada teman dan kenalan Anda. Jika teman Anda menyukainya, mereka juga akan menggunakannya. Jika teman, saudara dan anggota keluarga Anda yang lain tidak menyukai produk yang Anda tawarkan, Anda tidak perlu memaksa. Itu adalah hak mereka.
Mitos keenam : Kebanyakan orang gagal di bisnis network-marketing. Para “leader” mendapatkan duit dari “distributor kecil”. Seperti halnya di industri-industri lain, orang-orang yang sukses di bisnis network marketing adalah orang yang paling tekun dan yang berusaha paling keras dalam menjalankan bisnisnya. Di bisnis network-marketing, orang yang sukses adalah orang yang paling banyak melakukan penjualan produk/jasa dan paling banyak membimbing dan melatih distributor baru hingga bisa mandiri dan sukses.
Jika Anda menjual produk senilai Rp.500 ribu per bulan, dan telah mengembangkan jaringan distritor sebanyak 500 orang yang masing-masing menjual produk senilai Rp.500 ribu per bulan, tentu saja Anda akan memperoleh income 500 kali lebih banyak dari orang yang hanya menjual produk senilai Rp.500 ribu per bulan.
Jika Anda menjalankan bisnis network marketing, maka Anda dapat di-ibaratkan seperti seorang konglomerat properti yang mempunyai banyak asset-asset properti berupa gedung dan perkantoran bertingkat. Bagaimana mungkin???
Bisnis network marketing adalah sebuah bisnis jangka panjang yang akan memberikan hasil berupa residual income secara terus-menerus walaupun usaha awal untuk memperoleh income tersebut telah selesai dilakukan pada waktu yang lampau. Seorang network marketer perlu menginvestasikan modal, meluangkan waktu untuk membangun organisai network-marketing secara perlahan-lahan, satu distributor demi satu distributor. Pada saat organisasinya telah berkembang, sukses dan produktif, residual income akan diperoleh secara terus menerus walaupun ia memutuskan untuk tidak lagi aktif menjalankan bisnis network marketingnya.
Seorang konglomerat properti juga membutuhkan waktu yang lama untuk merencanakan proyek properti, membangun pondasi, menyelesaikan konstruksi setingkat demi setingkat hingga akhirnya selesai membangun gedung bertingkat yang menghasilkan uang sewa secara terus-menerus di kemudian hari.
Jika Anda baru saja memulai bisnis network marketing Anda, kemungkinan besar Anda akan bertemu dengan orang yang mentertawai, menganggap remeh atau bahkan mencemooh usaha Anda dalam mengembangkan bisnis network marketing Anda. Pada saat Anda berada dalam posisi sulit tersebut, Anda dapat memberikan jawaban sebagai berikut :
“Teman, mari saya ceritakan proyek apa yang sedang saya kerjakan. Saat ini, saya sedang menjalankan proyek jangka panjang untuk mencapai kebebasan finansial (financial freedom). Proyek yang saya kerjakan sekarang kurang lebih mirip sebuah proyek properti. Bisa diibaratkan saya sedang membangun apartemen 50 kamar untuk dikontrakkan kepada orang lain.”
“Anda sendiri tahu bahwa perlu waktu untuk membangun apartemen 50 kamar bukan?? Nanti kalau sudah selesai dibangun, saya akan menikmati income dari hasil mengontrakkan 50 apartemen tersebut kepada orang lain.”
“Saat ini, saya sedang dalam proses konstruksi gedung apartemen-nya. Wajar saja kalau sewaktu saya membangun gedung tersebut, saya perlu melakukan investasi. Dan tentu saja selama periode konstruksi gedung apartemen tersebut, saya masih belum akan menikmati uang sewanya, bukan??”
Berhentilah berbicara sejenak. Lawan bicara Anda pasti sadar bahwa tidak mungkin memperoleh uang sewa apabila gedung apartemen 50 kamar tersebut belum selesai dibangun.
Kemudian lanjutkan pembicaraan Anda :
“Begitulah keadaannya. Saat ini saya sedang berada dalam tahap membangun. Nanti kalau sudah selesai, akan saya kabarkan dan bersama-sama akan kita lihat hasilnya.”
“Bagaimana dengan Anda?? Apakah Anda melakukan proyek jangka panjang untuk masa depan Anda??”
Cukup demikian tanggapan Anda. Tergantung kepada lawan bicara Anda untuk memahami dan mempelajari bisnis network marketing yang sedang Anda jalankan.
Jangan pernah merasa malu mengakui bahwa Anda melakukan bisnis network marketing!!!
Anda memang benar-benar menjalankan proyek jangka panjang, sama seperti halnya seorang konglomerat properti. Apakah seorang konglomerat properti merasa malu jika gedung bertingkat yang dibangunnya sedang dalam tahap perencanaan dan konstruksi??? Tentu saja tidak!!! Oleh karena itu, Anda juga tidak perlu merasa malu mengakui keterlibatan Anda di bisnis network marketing. Berapa banyak income yang Anda harapkan dari bisnis network marketing Anda?? Semuanya terserah Anda. Yang perlu Anda ingat adalah, Anda sedang membangun asset yang akan menghasilkan income di kemudian hari. Mungkin perlu waktu beberapa tahun untuk dapat menikmati hasil dari investasi Anda. Konglemerat properti juga membutuhkan waktu beberapa tahun sebelum dapat menikmati income dari menyewakan gedung bertingkat yang dia bangun.
Jadi, berapa banyak income yang Anda harapkan dari bisnis network marketing Anda???
Pygmalion adalah seorang pemuda yang berbakat seni memahat. Ia sungguh piawai dalam memahat patung. Karya ukiran tangannya sungguh bagus.Tetapi bukan kecakapannya itu menjadikan ia dikenal dan disenangi teman dan tetangganya. Pygmalion dikenal sebagai orang yang suka berpikiran positif. Ia memandang segala sesuatu dari sudut yang baik.
Apabila lapangan di tengah kota becek, orang-orang mengomel.Tetapi Pygmalion berkata, "Untunglah, lapangan yang lain tidak sebecek ini."
Ketika ada seorang pembeli patung ngotot menawar-nawar harga, kawan-kawan Pygmalion berbisik, "Kikir betul orang itu." Tetapi Pygmalion berkata, "Mungkin orang itu perlu mengeluarkan uang untuk urusan lain yang lebih perlu".
Ketika anak-anak mencuri apel dikebunnya, Pygmalion tidak mengumpat. Ia malah merasa iba, "Kasihan,anak-anak itu kurang mendapat pendidikan dan makanan yang cukup di rumahnya."
Itulah pola pandang Pygmalion. Ia tidak melihat suatu keadaan dari segi buruk, melainkan justru dari segi baik. Ia tidak pernah berpikir buruk tentang orang lain; sebaliknya, ia mencoba membayangkan hal-hal baik dibalik perbuatan buruk orang lain.
Pada suatu hari Pygmalion mengukir sebuah patung wanita dari kayu yang sangat halus. Patung itu berukuran manusia sungguhan. Ketika sudah rampung, patung itu tampak seperti manusia betul. Wajah patung itu tersenyum manis menawan, tubuhnya elok menarik. Kawan-kawan Pygmalion berkata, "Ah,sebagus-bagusnya patung, itu cuma patung, bukan isterimu." Tetapi Pygmalion memperlakukan patung itu sebagai manusia betul. Berkali-kali patung itu ditatapnya dan dielusnya. Para dewa yang ada di Gunung Olympus memperhatikan dan menghargai sikap Pygmalion, lalu mereka memutuskan untuk memberi anugerah kepada Pygmalion,yaitu mengubah patung itu menjadi manusia betul. Begitulah, Pygmalion hidup berbahagia dengan isterinya itu yang konon adalah wanita tercantik di seluruh negeri Yunani.
Nama Pygmalion dikenang hingga kini untuk mengambarkan dampak pola berpikir yang positif. Kalau kita berpikir positif tentang suatu keadaan atau seseorang, seringkali hasilnya betul-betul menjadi positif.
Misalnya, * Jika kita bersikap ramah terhadap seseorang, maka orang itupun akan menjadi ramah terhadap kita. * Jika kita memperlakukan anak kita sebagai anak yang cerdas, akhirnya dia betul-betul menjadi cerdas. * Jika kita yakin bahwa upaya kita akan berhasil, besar sekali kemungkinan upaya dapat merupakan separuh keberhasilan.
Dampak pola berpikir positif itu disebut dampak Pygmalion. Pikiran kita memang seringkali mempunyai dampak fulfilling prophecy atau ramalan tergenapi, baik positif maupun negatif. Kalau kita menganggap tetangga kita judes sehingga kita tidak mau bergaul dengan dia, maka akhirnya dia betul-betul menjadi judes.
Kalau kita mencurigai dan menganggap anak kita tidak jujur,akhirnya ia betul-betul menjadi tidak jujur.
Kalau kita sudah putus asa dan merasa tidak sanggup pada awal suatu usaha, besar sekali kemungkinannya kita betul-betul akan gagal.
Pola pikir Pygmalion adalah berpikir, menduga dan berharap hanya yang baik tentang suatu keadaan atau seseorang. Bayangkan, bagaimana besar dampaknya bila kita berpola pikir positif seperti itu. Kita tidak akan berprasangka buruk tentang orang lain. Kita tidak menggunjingkan desas-desus yang jelek tentang orang lain.
Kita tidak menduga-duga yang jahat tentang orang lain.
Kalau kita berpikir buruk tentang orang lain, selalu ada saja bahan untuk menduga hal-hal yang buruk. Jika ada seorang kawan memberi hadiah kepada kita, jelas itu adalah perbuatan baik. Tetapi jika kita berpikir buruk,kita akan menjadi curiga, "Barangkali ia sedang mencoba membujuk," atau kita mengomel, "Ah, hadiahnya cuma barang murah." Yang rugi dari pola pikir seperti itu adalah diri kita sendiri.Kita menjadi mudah curiga. Kita menjadi tidak bahagia. Sebaliknya, kalau kita berpikir positif,kita akan menikmati hadiah itu dengan rasa gembira dan syukur, "Ia begitu murah hati. Walaupun ia sibuk, ia ingat untuk memberi kepada kita."
Warna hidup memang tergantung dari warna kaca mata yang kita pakai
Kalau kita memakai kaca mata kelabu, segala sesuatu akan tampak kelabu. Hidup menjadi kelabu dan suram. Tetapi kalau kita memakai kaca mata yang terang, segala sesuatu akan tampak cerah. Kaca mata yang berprasangka atau benci akan menjadikan hidup kita penuh rasa curiga dan dendam.Tetapi kaca mata yang damai akan menjadikan hidup kita damai.
Hidup akan menjadi baik kalau kita memandangnya dari segi yang baik. Berpikir baik tentang diri sendiri. Berpikir baik tentang orang lain. Berpikir baik tentang keadaan. Berpikir baik tentang Tuhan.
Dampak berpikir baik seperti itu akan kita rasakan. Keluarga menjadi hangat. Kawan menjadi bisa dipercaya. Tetangga menjadi akrab. Pekerjaan menjadi menyenangkan. Dunia menjadi ramah. Hidup menjadi indah. Seperti Pygmalion, begitulah.
Orang mengenal saya sebagai seorang sarjana pertambangan, yang pada umumnya bekerja diperusahaan tambang yang lumayan bonafid dengan bayaran yang cukup tinggi. Saya juga menguasai beberapa bahasa asing, yang tentunya menambah "nilai jual" saya. Tetapi mengapa saya malah menekuni bisnis MLM secara fulltime?
Saya tidak mau bekerja untuk uang. Daripada saya bekerja memperkaya bos, mengapa saya tidak menjadi bos yang tentunya bisa memperkaya diri saya sendiri? Memiliki bisnis sendiri pasti lebih baik daripada jadi pegawai.
Saya tidak suka disuruh-suruh, walaupun dibayar. Harga diri saya terlalu mahal untuk dijual, dan saya tidak mau jual diri demi uang.
Saya belajar banyak tentang hubungan manusia di bisnis MLM, dan ini tidak pernah diajarkan di sekolah.
Saya belajar benar-benar berbisnis dan menghasilkan uang, bukan teori demi teori saja.
Saya bisa belajar memimpin, dan orang-orang yang saya pimpin meliputi orang kalangan bawah sampai orang kalangan atas. Di mana lagi bisa didapatkan kenikmatan ini??? Kapan lagi bisa bicara di depan 1,500 orang seperti yang pernah saya alami???
Saya menjadi penerjemah membantu chairman perusahaan MLM saya tanpa dibayar, dan saya senang sekali karenanya. Saya bisa memperlakukan dia sebagai rekan sederajat, bukan sebagai atasan. Saya tidak perlu takut bercanda ria atau menggodanya, karena saya bukan pegawainya. Saya pun tidak takut dimarahi kalau salah, karena dia toh tidak menggaji saya. Alasan yang sama juga saya pakai ketika saya membantu tim support system MLM saya tanpa dibayar.
Kalau mau menikah dalam 3 tahun (sejak pertama kali berbisnis MLM), dimulai dari nol (tanpa memiliki apa-apa), harus beli mobil, rumah, pesta, honeymoon, mana bisa kalau jadi pegawai???
Saya bisa berpacaran dengan rekan kerja (downline) saya, dan bekerja sama saling menyemangati selama menjalankan bisnis. Kalau di perusahaan konvensional, pacaran dengan rekan sekerja sudah tidak disarankan, apalagi menikah (salah satu harus keluar). Di MLM, saya bisa menikah dengan downline saya, dan bisnis saya tetap tumbuh makin besar, hubungan pun makin lengket (karena kumpul lebih dari 8 jam setiap hari, dibandingkan dengan orang lain yang hanya kumpul waktu weekend atau hanya beberapa jam setiap hari).
Saya bisa mengalahkan orang yang mengajak saya (upline saya), baik dari segi pendapatan, peringkat maupun omzet. Di tempat lain, bawahan pasti selalu kalah dengan atasan (skema piramid).
Saya bisa kaya dengan membantu upline saya lebih kaya, karena upline saya juga membantu saya agar bisa kaya. Di perusahaan biasa, pegawai hanya memperkaya bos tanpa punya kesempatan dirinya sendiri bisa kaya. Sejarah menunjukkan: pegawai tidak pernah kaya. Orang terkaya selalu bukan pegawai (selalu kaya dari saham). Pegawai termahal tidak seorang pun yang masuk daftar orang terkaya, berapa pun gajinya, dan semua tunjangan hilang ketika pensiun (kalau pun ada, minimal jumlahnya).
Pernah memiliki ide dan menyampaikannya kepada orang lain, lalu anda malah ditertawakan dan dicap gila?
“Ya ampun… ide seperti itu mana mungkin berhasil?”
Atau lebih parah lagi, anda menjalankan sebuah project yang anda paham memiliki prospek yang bagus setelah anda analisa. Namun ketika lingkungan anda melihat apa yang anda kerjakan dan anda mencoba menjelaskan apa yang anda jalankan, mereka malah berkata
“Udahlah, ngapain sih ngebuat yang aneh – aneh? Mana mungkin yang kaya gitu berhasi? *disertai tawa menghina* Sekarang mah yang pasti – pasti aja, beresin tuh sekolah cepet terus cari kerjaan!”
Atau mungkin, lingkungan anda mencap anda sebagai geek atau nerd atau bahkan freak karena anda selalu terlihat tekun mengerjakan sesuatu yang lingkungan anda belum dapat pahami dengan sepenuh hati anda?
Bersyukurlah.
Semua orang besar yang tercatat namanya dalam sejarah, pasti akan mengalami fase ini sebelum sukses : fase di cap gila dan fase diremehkan.
Analisa baik – baik fase kehidupan tokoh favorit anda. Pasti anda akan menemukan fase dimana tokoh besar favorit anda dicap sebagai gila dan diremehkan sebelum mereka mencatatkan namanya dalam sejarah.
Copernicus dicap gila ketika mempublikasikan hukum heliosentris. di hukum mati malah.
Steve Jobs juga dicap gila dan diremehkan ketika hendak merilis iPod. Siapa yang percaya kotak persegi kecil tersebut akan mengalahkan supremasi sony walkman dalam pangsa pasar music gadget?
Bahkan Rasulullah Muhammad SAW pun pernah dicap gila dan diremehkan di masa – masa awal kenabiannya.
Jadi, sekali lagi Semua orang besar yang tercatat namanya dalam sejarah, pasti akan mengalami fase di cap gila dan fase diremehkan sebelum sukses. Karena mereka melakukan lebih dahulu sesuatu yang orang lain belum dapat pahami ketika mereka mengerjakan hal tersebut.
Sekarang, sudahkah anda dicap gila dan diremehkan?
Saya terkadang suka geli juga kalau melihat beberapa teman saya yang terkadang suka memandang sebelah mata sales atau siapapun yang jualan. Mengapa? Karena pada dasarnya, hidup itu kan jualan. Terlebih lagi, dari salah satu buku karangan Robert Kiyosaki yang saya baca, salah satu kemampuan yang menentukan apakah anda bisa kaya atau tidak adalah jualan.
Coba anda pikirkan hal tersebut.
Katakanlah anda memiliki bisnis yang sudah jalan dan ingin melakukan inovasi untuk memperbesar bisnis anda. Masalahnya adalah, tidak ada modal. Apa yang dilakukan kemudian? Anda mencari investor dan menjual ide inovasi bisnis anda agar mereka mau menanamkan modalnya.
Got the idea? Mari kita lihat contoh-contoh lain:
Pedagang: Jelas harus bisa menjual untuk mendapatkan keuntungan
Guru / Dosen / Pengajar: Menjual kemampuan mendidiknya pada institusi dan dibayar oleh institusi pendidikan tempat dia bernaung. Tidak bisa menjual/menawarkan kemampuan mendidiknya? Tidak ada yang mau meng-hire.
Designer: Menjual kemampuan design-nya
Musisi: Menjual hasil karya dan kemampuan manggung
Blogger: Menjual perspektif diri, minat, kemampuan, passion, dan pengalaman kepada pembacanya sehingga pembacanya tahu apa yang pemilik blog mampu lakukan.
Karyawan: Menjual waktu dan kemampuan kepada perusahaan.
Melamar: Menjual kelebihan diri agar yang dilamar mau memilih anda.
Think back. Pada dasarnya semua jualan kan? Coba pikirkan kembali. Kalau masih agak mengganjal, asosiasikan dengan inti dari jualan. Jualan itu menawarkan. Ganti kata jualan yang saya garis bawahi diatas dengan menawarkan. Semoga mendapat pencerahan
Berpendapat adalah menyampaikan sudut pandang kita mengenai sesuatu.
Semua dari kita selalu berpendapat. Berpendapat bahwa pemilu curang lah, Pemerintahan kurang memperdulikan rakyat lah, rekan kita seharusnya lebih care terhadap kita lah, project di kantor sebaiknya begitu lah, letak rak buku di rumah sebaiknya di miringkan saja lah, dan lain lain sebagainya.
Dan hey, bukankah ngeblog juga proses berpendapat?
Kita semua berpendapat. Dan pada dasarnya, kita berpendapat mengenai dua hal:
Berpendapat mengenai satu hal yang diluar jangkauan kontrol kita. Artinya, pendapat kita tidak akan mengubah bagaimana terjadinya sesuatu.Contohnya: “Mengapa hujan turunnya jam 12? Mengapa tidak turun jam 12.45 saja?”
Berpendapat mengenai satu hal yang berada di dalam jangkauan kontrol kita. Artinya, pendapat kita bisa jadi mengubah bagaimana jadinya sesuatu.Contohnya: Anda berbicara dengan teman anda dan berkata “bagaimana jika rambutmu di potong pendek saja? Kelihatannya akan jauh lebih bagus deh.”
Sekarang, lupakan dulu jenis pendapat no. 1 karena jenis pendapat no. 2 lebih bermanfaat untuk kehidupan kita sehari-hari. Kita seringkali mengemukakan pendapat mengenai sesuatu yang berada di dalam jangkauan kontrol kita. Kadang pendapat kita itu diterima dan merubah terjadinya sesuatu, namun pernah juga pendapat kita di tolak mentah-mentah.
Ada hal yang menarik disini: Apa yang menyebabkan perbedaan tersebut? Apa yang menyebabkan pendapat kita di terima, dan apa yang menyebabkan pendapat kita ditolak?
Pengemasan pendapat sudah pasti turut menentukan. Intonasi suara, gaya bahasa, daya tarik dan tutur kata jelas menentukan diterima atau ditolaknya pendapat kita. Namun jika ditilik dari sisi “konten” pendapat, jika kita telaah ternyata alasan mengapa pendapat kita diterima dan ditolak sederhana:
Manfaat yang didapat orang jika mengikuti pendapat kita.
Coba pikirkan contoh tadi: Kita memberikan pendapat kepada teman kita yang rambutnya bak rockstar kesiangan itu untuk “memendekkan rambutnya”. Bisa jadi redaksi pendapat kita seperti ini:
“bagaimana jika rambutmu di potong pendek saja? Kelihatannya akan jauh lebih bagus deh.”
Dan reaksinya? Bisa jadi ditolak. Karena bisa jadi dia berfikir kalau rambut panjangnya juga terlihat keren. Tapi coba kita tambahkan sedikit tambahan:
“Eh, bagaimana jika rambutmu di potong pendek saja? Denger-denger wanita pujaanmu itu sangat menyukai pria yang rambutnya pendek.”
See? Bukankah kemungkinan diterimanya pendapat kita naik? Setidaknya, menjadi lebih dipikirkan lah. Alasannya? Karena kita memberikan manfaat yang jelas dan dibutuhkan oleh teman kita.
Jadi?
Berpendapat sudah menjadi bagian krusial dari kehidupan kita. Berpendapat dengan teman, rekan, atasan, senior, pasangan, orang tua, atau bahkan berpendapat di blog dan comment. Bagaimana jika kita menaikkan kemungkinan penerimaan mereka akan pendapat kita dengan menambahkan dengan jelas manfaat yang mereka butuhkan dengan mengikuti pendapat kita?
Hasilnya bisa jadi menarik kan?
Atau, ada pendapat lain yang ingin anda utarakan? Silahkan sampaikan melalui kolom komentar dengan menyertakan manfaatnya y
Kemapanan adalah Musuh Terbesar Pertumbuhan - Mario Teguh -
Comfort-Zone by Cardiac !
Kutipan yang aneh? Mengingat berbagai orang di penjuru dunia berlomba – lomba mengejar kemapanan?
Kemapanan berarti zona nyaman. Zona nyaman bermakna area dalam kehidupan anda dimana anda nyaman hidup di dalamnya sehingga anda selalu hidup dan mengulangi area kecil dalam hidup anda itu.
Perhatikan mereka yang hidupnya biasa – biasa saja. Mereka yang hidupnya biasa – biasa saja adalah mereka yang tidak melakukan perubahan atau inovasi dalam hidupnya. Ya begitu – begitu saja.
Pertanyaannya adalah, mengapa mereka begitu – begitu saja dan tidak melakukan perubahan / inovasi? Karena mereka terjebak dalam perputaran kehidupan. Mereka terlanjur nyaman dalam pola kehidupan yang dijalani. Masalahnya adalah, pola hidup yang mereka jalani merupakan pola hidup yang tidak mengarah pada pencapaian luar biasa.
Contoh sederhana : Mahasiswa. Berapa banyak mahasiswa yang pencapaiannya luar biasa? Sedikit. Maaf kata saya mengatakan hal ini, namun kenyataannya adalah kebanyakan mahasiswa negeri ini masih menjadi beban finansial bagi orang tuanya. Apakah beban finansial yang ditanggung oleh orang tua merupakan kenyamanan? Kebanyakan pasti berkata iya. Cukup menuntut ilmu dengan serius, dan biarkan biaya kehidupannya ditanggung orang tua. Hidup seperti itu nyaman sekali. Itulah alasan kebanyakan mahasiswa terjebak dalam pola kuliah – nongkrong – mengerjakan tugas – istirahat. Mana pola yang mengarah kepada penciptaan inovasi kehidupan?
ganti variabel yang saya garis bawahi dengan profesi lain. Anda akan menemukan polanya.
Zona nyaman menjebak. Kenyamanan membuat anda bergerak berputar di lingkaran kecil tindakan yang menurut anda nyaman dan tidak melihat lingkaran yang lebih besar dimana pencapaian besar bersemayam.
Sekarang, mari kita lihat kehidupan kita masing – masing.
Apa zona nyaman anda? Apa yang dihasilkan oleh tindakan yang hanya berputar di zona nyaman saja? Apa tujuan besar hidup anda? Apakah anda memutuskan untuk keluar dari zona nyaman anda dan melakukan perubahan?
Karena hidup adalah untuk menjadi pribadi yang selalu lebih baik setiap harinya, mari bergerak melakukan perubahan.
Untuk anda semua, Impian apakah yang HARUS anda capai dalam hidup? Kenyataan bahwa banyak orang tidak memiliki sesuatu yang HARUS di capai dalam hidup ini sangat mengejutkan. Jika anda salahsatunya, Slide persentasi dari Pak Avianto ini bisa jadi akan sangat menginspirasi anda. Enjoy.
Banyak orang yang tidak percaya akan kekekuatan impian / visi. Jika anda salah satunya, coba pikirkan ulang kembali hal tersebut. karena apapun pikiran anda terhadap sesuatu, anda cenderung menjadikannya kenyataan.
Mengapa ada orang yang berhasil dalam hidupnya, sedangkan ada orang yang tetap gagal dalam hidupnya? Padahal sumberdaya yang dimiliki sama. Apakah faktor finansial? banyak orang yang awalnya miskin namun akhirnya jadi miliarder. Kecerdasan? Banyak tuh orang yang tidak lulus sarjana namun sukses luar biasa. Kondisi fisik? Banyak juga orang yang sakit – sakitan, namun tetap menghasilkan sesuatu yang besar dalam hidupnya.
Lalu apa “kualitas” yang dimiliki si berhasil yang tidak dimiliki si gagal? Topik ini yang saya diskusikan dengan seorang yang sangat penting dalam hidup saya. Dan jawabannya, ternyata sederhana :
Kemampuan yang membedakan seseorang berhasil atau tidak adalah kemampuan “melihat” masa depan.
melihat-nya saya beri tanda kutip karena melihat disini lebih dari sekedar melihat, namun juga merasakan.
Satu hal yang sangat jelas membedakan orang yang berhasil dengan tidak, adalah orang yang berhasil terus berusaha sedangkan orang gagal menghentikan usahanya. Pertanyaannya adalah, mengapa orang yang berhasil sanggup bertahan dan melanjutkan usahanya padahal orang gagal menghentikan usahanya? Padahal dunia yang ditempati si berhasil dan si gagal kan sama? Dari mana si berhasil mendapatkan semangat untuk terus berusaha?
jawabannya adalah, karena si berhasil sudah “mengetahui” apa yang akan dia dapatkan jika dia terus melakukan satu hal, sedangkan si gagal tidak. Dari mana si berhasil “mengetahui”nya? Dia sanggup “melihat”nya. Dia mampu melihat masa depannya, dan meyakininya.
Pantaslah ada kalimat “visualisasi merupakan salah satu kemampuan terbesar manusia”.
Dan pantaslah Rhonda Bryne dalam The Secret menggambarkan betapa pentingnya visualisasi. Saya mulai mendapatkan gambaran lebih utuhnya sekarang.
Satu hari, di satu seminar, saya pernah mendengar seseorang yang cukup sukses mengatakan sesuatu yang sangat bagus :
Satu kemampuan yang pasti dimiliki oleh orang – orang yang berhasil adalah kemampuan membuat keputusan. Ketika dia dihadapi pilihan – pilihan yang kesemuanya penting, dia mampu melihat yang terpenting dan mengambil keputusan untuk menyelamatkan yang terpenting, sesuatu yang memang benar – benar menjadi tujuan hidupnya, dan mengambil resiko atas hal – hal lain yang juga penting yang tidak dia pilih.
Kalau dipikir – pikir, benar juga apa yang dikatakannya. Orang biasa, masih terjebak diantara keputusan yang harus diambil antara pilihan hal penting dan hal tidak penting. Sedangkan orang – orang yang berhasil, selalu dihadapkan dengan pilihan – pilihan yang sulit. Memilih diantara semua hal penting.
Pesan moralnya? Jika anda sedang merasa lelah, karena energi anda selalu dikuras setiap harinya karena harus mengambil keputusan, diantara pilihan yang kesemuanya penting, dan seting kali anda harus mengorbankan perasaan anda karena tidak bisa mengambil hal – hal penting yang tidak terambil, bersyukurlah.
Bisa jadi anda sedang berada di jalur yang tepat untuk meraih keberhasilan.
Hari ini saya menemukan rumus mengetahui masa depan. maksud saya, kemungkinan besar yang akan terjadi di masa depan orang seseorang. Ada rumusnya. Dan masuk akal. Penasaran? ini rumusnya :
Masa depan adalah sesuatu yang predictable, dalam koridor tertentu. Koridor yang dimaksud disini dalam koridor profesi. Misalkan anda sekarang seorang guru les. Ingin tahu masa depan anda sebagai guru les? Cari lah seseorang yang lebih senior dari anda. katakan lah anda sudah menjadi guru les selama 2 taun. Carilah seseorang yang sudah menjadi guru les selama 10 tahun. Selama anda tidak merubah polanya, kehidupan guru les senior tadi lah masa depan anda.
Misalkan anda sudah menjadi pegawai selama 3 tahun , lihatlah orang yang sudah menjadi pegawai selama 8 tahun. katakan lah orang yang sudah menjalani kepegawaian tersebut adalah manajer anda. Selama anda mengikuti polan manajer tersebut dan tidak menrubah polanya, seperti manajer anda lah masa depan anda.
Kesimpulannya,
Masa depan anda adalah orang di depan anda. Orang yang anda lihat di depan anda. Orang yang menjadi panutan anda. Selama anda mengikuti polanya, seperti orang di depan andalah masa depan anda.
Kadang saya bingung, mengapa “satu hal yang sama, di berikan kepada orang yang berbeda, hasilnya juga berbeda”. Setelah beberapa kejadian, tadi malam saya diberikan pencerahan.
Sudah nonton film the matrix? untuk saya, ini merupakan salah satu film dengan aspek filosofis yang bagus. Salah satu adegan yang cukup “menggetarkan” saya adalah, saat semua orang meliat the matrix sebagai dunia, Neo “melihatnya” sebagai sesuatu yang lain.
Yang dia lihat adalah bit – bit kompleks yang terstruktur membentuk ruang. Tapi sekompleks apapun bit itu membentuk ruang, dia tetaplah bit.
Satu kejadian.
Kejadian berikut adalah, setelah saya “bertapa” mendalami ilmu CSS beberapa saat yang lalu, kini setiap sayta melihat sebuah situs, betapapun menariknya website tersebut, yang saya lihat adalah,
Hmmm… ini sepertinya di beginikan, tagnya begini, fungsi CSSnya begini, terus di beginikan. gue juga bisa nih yang beginian mah.
got what i mean?
bebrapa saat saya mendiamkan saja hal tersebut. Tapi tadi malam, beberapa kejadian lain, mulai dari Neo yang melihat bit, saya yang melihat CSS, dan berbagai kejadian lainnya, terangkai menjadi satu, membentuk sebuah pemahaman :
Tunggu, saya mulai mengerti sesuatu. Ternyata otak kita bekerja dengan cara yang seperti ini.
Input ( mata ) –> di kenali oleh otak + pemahaman akan sesuatu –> persepsi akan inputan mata
Semakin tinggi pemahaman kita terhadap sesuatu, semakin berbeda persepsi kita terhadap sesuatu. semakin tinggi pemahaman kita terhadap sesuatu, semakin paham kita akan sesuatu. pantas saja, “satu hal yang sama, di berikan kepada orang yang berbeda, hasilnya juga berbeda” . Pemahamannya juga berbeda dong, saya jadi kecipratan ilmu menarik nih. Jadi inilah mengapa orang – orang besar dalam sejarah kadang melakukan hal yang belum dimengerti oleh saya. Pemahamannya juga berbeda dong.
Jadi terbayang oleh saya, dengan sedemikian prestasinya di berbagai bidang, Bagaimana cara Rasulullah SAW melihat sesuatu? atau mungkin Ali bin Abi Thalib, pria yang dibimbing oleh bimbingan terbaik – bagaimana caranya melihat sesuatu? Pantas kata – katanya yang masih diriwayatkan hingga kini begitu memukau.
Biasanya, jika sedang mendevelop website atau mengerjakan sesuatu di depan komputer di waktu malam seperti ini, saya baru akan tidur setelah lewat pukul 00:00.
Kebiasaan yang kurang baik.
Teringat saya saat berdiskusi pendek dengan ibu saya. Beliau seorang dosen kimia di perguruan tinggi negeri di bandung, dan juga pembicara nasional untuk perusahaan distribusi makanan kesehatan.
” Orang- orang yang terbiasa begadang, di saat umur 40 keataas akan bermasalah organ hatinya. apalagi yang biasa malam – malam di luar rumah. relatif lebih mudah terkena paru – paru basah karena di malam hari Tumbuhan pun ikut menghirup oksigen seperti manusia dan menghasilkan Uap Air.”
Yah, alasan kesehatan itu sebenarnya sudah cukup untuk memacu saya agar tidur lebih tepat waktu. Pukul 23.00 lah paling lambat. Namun entah mengapa, saat saya sedang asyik berada di depan PC, waktu serasa merenggang tak terasa. * halah.
Sebenarnya saya tidak suka tidur terlalu larut. Saya senang bangun subuh. Tidur larut membuat proses bangun tidur saat adzan subuh berkumandang lebih sulit. Lebih baik bersegera tidur lalu di pagi harinya bersegera bangun. Lanjutkan pekerjaan yang tersisa malam hari di subuh hari.
Saya jadi teringat salah satu training yang saya ikuti. Kala itu trainernya Bapak Muhammad Isman. Beliau ada bercerita mengenai kebangkitan China. Mengapa China berhasil bangkit. Menjelma menjadi macan Asia dengan kekuatan ekonomi yang diperhitungkan. Ternyata, ada salah satu pepatah, atau ajaran, atau mungkin paham ( Saya lupa tepatnya ) dari china yang berkata:
“untuk dapat mencapai kesuksesan, kamu harus memastikan bahwa di setiap tahun yang kamu jalani, kamu berhasil”
“Untuk mencapai tahun – tahun keberhasilan, kamu harus memastikan bahwa setiap bulannya, kamu mencapai keberhasilan pula.”
“Untuk mencapai bulan – bulan keberhasilan, kamu harus memastikan bahwa setiap minggunya kamu mencapai keberhasilan.”
“Untuk mencapai minggu – minggu keberhasilan, kamu harus memastikan bahwa setiap harinya kamu mencapai keberhasilan.”
“Untuk mencapai hari – hari keberhsilan, kamu harus memastikan bahwa kamu memulai harimu dengan berhasil.”
“Bagaimana memulai harimu dengan berhasil? Bangun pagi dengan semangat.”
Oalah. ternyata rahasia kesuksesan adalah bangun tidur yang benar. dengan semangat. Pantas shalat subuh berjamaah sangat dianjurkan oleh Rasul. Kalau tidak salah ( seandainya ada yang tahu tepatnya, tolong di koreksi ) ada hadis yang berisi Sabda Rasul yang berkata bahwa andaikata mereka tahu manfaat Shalat isya dan Subuh Berjamaah,maka mereka akan datang meskipun dengan merangkak.
Well, saya jadi lebih termotivasi untuk bangun subuh.
Dan tidak tidur terlalu larut.
Wah? Sekarang pukul 22.47
Belum terlalu larut. Saatnya istirahat. Dan besok pagi bangun pagi dengan semangat.
What’s in your mind? Yahhh terkadang menemukan alasan kuat untuk melakukan sesuatu itu merupakan hal yang luar biasa! why? Karena dengan alasan yang tepat dan kuat itulah kita sanggup melalui segala macam rintangan untuk mecapai suatu tujuan.
Untuk Orang Gajian yang sedang bekerja baik yang di kantor swasta ataupun negeri/BUMN tentu pola hidupnya sudah tertata rapi. Siang ini mau kemana, ketemu siapa, dan…besok gajian sejumlah brapa! Semuanya sudah jelas or crystal clear!
Lalu apa yang sering menghinggapi kita semua? Waktu! Waktu! Waktu!
Jam brapa kita berangkat ke kantor? Jam brapa kita pulang kantor? Berapa waktu kita untuk membantu anak mengerjakan PR atau memasak untuk istri tercinta?
Time is something that we can’t buy or turn back!
Orang Gajian rata-rata menukarkan waktunya dengan uang. Plus lembur 3-4 jam sehari.
Kalo kita memiliki waktu yang cukup untuk keluarga dan hobi tentu life is beautiful. Dan itu harus diperjuangkan. Percuma punya karir bagus dan jabatan tinggi tapi waktu habis untuk: 1. meeting 2. lobi rekanan 3. service atasan 4……sakit
Kenapa sakit? Ya karena kita kerja habis-habisan sehingga lupa kesehatan. Stroke, kolesterol, stress, migren, dll dst etc merupakan penyakit lumrah lho di dunia kerja. Terus untuk apa semua itu kalo kita kerja keras cari uang hanya untuk pengobatan?
Saya tidak punya waktu untuk menjalankan bisnis network marketing. Saya sibuk dengan rapat. Saya sibuk mengurusi anak dan suami. Saya harus terbang ke berbagai tempat menemui klien. That’s amazing! People have no time and they enjoy it!Why?
Alasan tersebut diatas sebenarnya menunjukkan bahwa mereka justru ingin punya waktu. Clock always ticking day by day and never stop. Kemana aja saja selama ini? Saya tidak kenal ayah saya karena pulang selalu larut malam…Suami saya selalu pulang kecapekan sehingga tidak pernah mau mendengar saya…That’s a simple question but though enough to answer!
Network marketing merupakan bisnis yang sangat cocok bagi yang menginginkan kebebasan waktu. Mau mengantar anak ke sekolah…bisa! Mau mengajak istri nonton film nostalgia..bisa! Mau berlibur di hari senin…ok! Tanpa terlalu memikirkan tekanan kerja. Why?
Ya karena kita punya penghasilan yang mengalir seperti pipa, semakin hari semakin besar. Pipa itu adalah internet! Internet itu adalah kita menjalankan Bisnis ini